Beragam Kandungan Kacang Merah yang Menyehatkan Tubuh

Kandungan kacang merah yang paling utama adalah karbohidrat, serat, dan protein

Kacang merah merupakan bahan pangan yang sering ditemui sehari-hari dan sering menjadi pelengkap pada suatu hidangan. Kacang merah adalah jenis legume yang sudah dekat dengan keseharian kita. Rasa gurih pada legume ini membuatnya sering diolah menjadi es kacang merah, sup kacang merah, bahkan menjadi bahan tambahan ke dalam masakan rendang. Tidak hanya bercita rasa gurih, kandungan kacang merah juga tidak bisa Anda lewatkan. Untuk setiap 100 gramnya, kandungan kacang merah berikut ini bisa Anda dapatkan:

  • Kalori: 127
  • Air: 67%
  • Protein: 8,7 gram
  • Karbohidrat: 22,8 gram
  • Gula: 0,3 gram
  • Serat: 6,4 gram
  • Lemak: 0,5 gram

Dari profil di atas, bisa kita ketahui bahwa kacang merah utamanya tersusun atas karbohidrat dan serat, namun juga tinggi dengan protein. Kandungan lemak dalam legum ini relatif rendah, yakni ‘hanya’ 0,5 gram untuk setiap 100 gram kacang merah.

Kandungan kacang merah

  1. Kandungan karbohidrat dalam kacang merah

Kacang merah utamanya tersusun atas pati. Legum ini mengandung amilosa yang tinggi. Amilosa merupakan jenis pati yang dicerna lebih lama oleh tubuh – sehingga akan lebih lambat dalam memicu kenaikan gula darah dibandingkan dengan jenis pati lainnya. Fakta ini membuat kacang merah cocok untuk penderita diabetes tipe 2. 

Kacang merah juga memiliki indeks glikemik yang rendah. Indeks glikemik merujuk pada seberapa cepat sebuah makanan berefek pada lonjakan gula darah setelah dikonsumsi. Semakin rendah indeks glikemik, cenderung semakin positif pula untuk menjaga kadar gula darah.

  1. Kandungan serat dan pati resisten dalam kacang merah

Kacang merah juga mengandung serat dengan kadar yang mengesankan. Salah satu jenis serat dalam kacang merah yakni alfa-galaktosida. Sayangnya, sebagian orang berisiko mengalami diare dan perut kembung setelah mengonsumsi alfa-galaktosida. 

Kacang ini juga mengandung pati resisten, jenis pati yang memiliki efek mirip dengan serat. Pati resisten tidak dicerna sebagian atau tidak dicerna sempurna oleh tubuh. Jenis pati ini juga berpotensi untuk bantu kendalikan berat badan, layaknya manfaat yang diberikan serat.  

  1. Kandungan protein dalam kacang merah

Kacang merah merupakan salah satu sumber protein nabati yang baik. Jenis protein yang paling banyak diteliti adalah faseolin, tipe yang berisiko memicu reaksi alergi pada beberapa orang. Selain faseolin, kacang merah juga mengandung jenis protein lain seperti lektin dan penghambat protease. 

  1. Kandungan vitamin dan mineral dalam kacang merah

Sebagai produk nabati, kandungan kacang merah lainnya yakni vitamin dan mineral. Berikut ini vitamin dan mineral yang terkandung dalam kacang merah:

  • Molibdenum, merupakan salah satu mineral mikro dan dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit
  • Zat besi, mineral esensial karena berperan penting untuk produksi sel darah merah
  • Tembaga, juga menjadi mineral mikro yang penting untuk tubuh
  • Mangan, merupakan jenis mineral yang banyak terkandung dalam berbagai makanan
  • Kalium atau potassium, merupakan mineral yang dikaitkan dengan kesehatan jantung
  • Vitamin K1, jenis vitamin yang berperan dalam pembekuan darah
  • Folat atau vitamin B9, jenis vitamin yang sangat vital selama kehamilan   
  1. Kandungan senyawa tumbuhan dalam kacang merah

Selain vitamin dan mineral, kacang merah juga mengandung beberapa senyawa khas tumbuhan. Beberapa kandungan kacang merah yang tergolong sebagai senyawa tumbuhan, yaitu:

  • Isoflavon: Kelas antioksidan ini juga dikategorikan sebagai fitoestrogen. Pasalnya, isoflavon memiliki efek yang mirip dengan hormon estrogen.
  • Antosianin: Kelompok antioksidan yang memberikan warna khas kacang merah, terutama jenis pelargonidin.
Hidup Sehat Read More

Seberapa Pentingkah Melakukan Tes Koagulasi?

Tes koagulasi merupakan tes untuk mengukur kemampuan darah Anda apakah dapat membeku atau tidak dan berapa lama waktu yang dibutuhkan darah untuk membeku. Dengan melakukan tes koagulasi, maka dokter Anda dapat menilai risiko perdarahan berlebihan atau penggumpalan darah (trombosis) di bagian tertentu pada pembuluh darah.

Pentingnya proses pembekuan darah yang normal

Proses pembekuan darah tentunya untuk mencegah terjadinya pendarahan hebat ketika diri Anda sendiri sedang terluka. Bukan berarti, darah yang mengalir ke pembuluh darah Anda harus menggumpal, justru seharusnya tidak menggumpal. Bila gumpalan darah terbentuk, maka dapat mengalir bersama aliran darah ke jantung, paru-paru, atau otak Anda. Akibatnya, berisiko tinggi menyebabkan serangan jantung, stroke, atau bahkan kematian.

Gangguan koagulasi dapat menyebabkan Anda mengalami perdarahan hebat atau pembekuan darah yang berlebihan. Jika dokter mencurigai Anda memiliki gangguan pembekuan darah, dokter mungkin merekomendasikan satu atau lebih rangkaian tes koagulasi.

Pentingnya melakukan tes koagulasi

Dengan melakukan tes koagulasi, maka Anda dapat mengetahui sejak dini proses pembekuan darah Anda apakah berjalan normal atau tidak, serta memperoleh tindakan pengobatan dengan segera.

Tes koagulasi akan mengukur tingkat protein darah dan fungsi kerjanya di dalam tubuh Anda. Tes ini juga untuk mengontrol kondisi Anda jika sedang mengonsumsi obat-obatan untuk pembekuan darah. Terkadang, tes koagulasi juga disarankan dokter sebelum Anda melakukan operasi.

Adapun beberapa kondisi yang dapat menyebabkan masalah koagulasi, meliputi:

Pembekuan darah terlalu lambat (perdarahan)

  • Obat pengencer darah.
  • Masalah hati.
  • Ketersediaan protein yang menyebabkan darah membeku tidak memadai.
  • Kekurangan vitamin K.
  • Adanya zat atau senyawa lain di dalam darah yang menghambat kerja faktor pembekuan.
  • Penyakit hemofilia, yaitu darah tidak mampu membeku secara normal.

Pembekuan terlalu cepat

  • Konsumsi suplemen vitamin K.
  • Terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi vitamin K, seperti hati, kangkung, lobak hijau, brokoli, buncis, teh hijau, dan kacang kedelai.
  • Konsumsi obat-obatan yang mengandung hormon estrogen, seperti terapi hormon dan pil KB.
  • Penyakit trombofilia, yaitu pembekuan darah secara berlebihan.

Jika setelah melakukan tes Anda terdiagnosis mengalami salah satu kondisi di atas, maka dokter akan segera memberikan perawatan dan pengobatan sesuai dengan faktor penyebabnya.

Pengobatan untuk masalah koagulasi

Setelah menjalani tes koagulasi, Anda jangan khawatir berlebihan jika menemui adanya gangguan koagulasi dalam darah Anda. Ada banyak pengobatan yang tersedia untuk mengatasi masalah ini.

Perawatan yang mungkin dilakukan untuk masalah  perdarahan berlebih, meliputi:

  1. Terapi penggantian dengan cairan infus pekat yang digunakan untuk membantu mengobati dan mencegah pendarahan.
  2. Hormon resep desmopresin untuk membantu mengontrol perdarahan.
  3. Menghentikan konsumsi obat aspirin dan antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Obat ini merupakan pengencer darah ringan, tapi dapat mengurangi kemampuan pembekuan darah.
  4. Transfusi darah, meliputi transfusi trombosit dan infus darah.
  5. Tindakan operasi dilakukan saat darah menumpuk di persendian, sehingga dapat meredakan pembengkakan akibat pendarahan.
  6. Untuk anak, dapat diberikan imunisasi subkutan, yaitu di bawah kulit untuk mengurangi risiko perdarahan otot.
  7. Menjaga kebersihan gigi dan mulut untuk mencegah pendarahan pada gigi.
  8. Melakukan aktivitas fisik dan olahraga teratur untuk menjaga tulang dan persendian tetap kuat, sehingga mencegah pendarahan.
  9. Istirahat dan kompres dengan es atau air dingin. Hal ini dapat membantu menghentikan pendarahan serta mengurangi rasa sakit dan pembengkakan akibat pendarahan.

Adapun perawatan yang mungkin dilakukan untuk mengatasi penggumpalan darah adalah dengan obat-obatan, seperti warfarin dan heparin. Obat ini merupakan pengencer darah yang efektif untuk mengatasi pembekuan berlebihan.

Beberapa penyakit kelainan darah yang terdeteksi setelah Anda menjalani tes koagulasi, seperti hemofilia dan trombofilia, disebabkan oleh faktor keturunan, sehingga perlu dilakukan penanganan lebih lanjut dan rutin dengan dokter Anda.

Hidup Sehat Read More

5 Cara Menghilangkan Kerutan Lewat Konsumsi Makanan

Dari waktu ke waktu seseorang akan mengalami gejala penuaan baik dari segi metabolisme tubuh maupun penampilan. Munculnya kerutan di wajah mulai dirasakan saat Anda memasuki usia 30 tahun. Banyak orang berlomba-lomba melakukan berbagai cara menjaga penampilan agar tetap muda. Mulai dari perawatan klinik mahal sampai produk terjangkau yang dijual di sekitar rumah.

cara menghilangkan kerutan

Cara menghilangkan kerutan sebaiknya juga dilakukan dari dalam tubuh melalui konsumsi makanan dan minuman yang sehat. Selain membantu mengatasi penuaan secara fisik, konsumsi makanan dan minuman ini juga mampu membantu perbaikan metabolisme tubuh.  

  1. Teh hijau dan teh hitam

Teh hijau memiliki kemampuan menunda penuaan zat kolagen kulit melalui kandungan antioksidan epigallocatechin gallate (EGCG). Jika hasilnya ingin semakin optimal, bisa ditambah dengan konsumsi vitamin C dan vitamin E pada buah-buahan lain dan sayur-sayuran.  

Selama ini, teh hijau memang sudah terkenal dengan kemampuan antioksidannya. Akan tetapi ada yang lebih berkhasiat daripada itu, sebuah studi menyebutkan bahwa kemampuan anti-kerut pada teh hitam lebih tinggi daripada teh hijau. Aktivitas antioksidannya terdiri dari asam fenolik dan flavonoid. Teh hitam juga mampu mengurangi jumlah sel yang terbakar akibat sinar matahari, anti-inflamasi, serta anti-mikroba.

  • Buah naga merah

Biasanya jumlah kandungan antioksidan yang tinggi pada bahan pangan ditandai dengan warna yang mencolok, termasuk buah naga merah. Jenis antioksidan di dalam buah naga merah yaitu antosianin. Antosianin menyebabkan pigmen warna merah keunguan pada buah. Antosianin mampu menangkal radikal bebas penyebab penuaan dan kerutan wajah.

Senyawa antosianin buah naga merah tak hanya terkandung pada daging buahnya saja, melainkan juga pada kulitnya. Akhir-akhir inovasi makanan dan minuman dari kulit buah naga merah sedang dalam pengembangan agar bisa dikonsumsi dan diterima banyak orang.

  • Ubi ungu

Setelah dibandingkan dengan jenis ubi merah, kuning, dan putih, ternyata ubi ungu memiliki nilai antioksidan, kadar fenolik, dan serat yang paling tinggi. Sama seperti buah naga merah, pigmen ubi ungu juga mengandung zat antosianin sehingga berpotensi menghambat penuaan dan kerutan. Ubi ungu bisa direkomendasikan dalam menu diet harian Anda, terlebih untuk mendukung keberagaman pangan, ubi ungu bisa menjadi makanan pokok pengganti nasi. 

  • Beri-berian

Kandungan antioksidan asam ellagic pada strawberry mencegah kerusakan kolagen yang merupakan penyebab utama terjadinya kerutan. Asam ellagic juga mampu menghindarkan kerusakan kulit akibat paparan sinar UV dengan cara menghambat produksi MMP atau enzim penyebab kerusakan kolagen.

Radikal bebas yang menyerang tubuh bisa merusak sel karena memicu timbulnya stres oksidatif. Radikal bebas banyak ditemukan pada kondisi udara yang penuh dengan polusi seperti saat ini. Sama seperti strawberry, blueberry juga memiliki kandungan antioksidan tinggi penangkal radikal bebas. Terbukti dalam sebuah penelitian, blueberry memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan strawberry dan blackberry. 

  • Edamame

Isoflavon merupakan jenis antioksidan pada edamame yang menghambat penuaan dan kerutan serta melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Tak hanya itu, edamame juga membantu meringankan gejala-gejala akibat menopause serta osteoporosis. Di Imdonesia, edamame tidak terlalu populer untuk dikonsumsi, namun beberapa daerah di Jepang menjadikan makanan ini sebagai salah satu makanan pokok.

Konsumsi bahan pangan antioksidan mengandung efek anti-aging sehingga bisa menjadi cara menghilangkan kerutan di wajah yang terbukti melalui beberapa penelitian. Meskipun hasilnya tidak secepat menggunakan tindakan medis seperti laser atau terapi lain, namun cara ini merupakan cara yang paling aman.    

Hidup Sehat Read More

Merasa Kembung? Lakukan Pencegahan Sebelum Minum Obat Kembung

obat kembung untuk atasi gejala perut kembung

Perut kembung disebabkan oleh gas yang terlalu banyak terperangkap di dalam sistem pencernaan. Akumulasi gas yang berlebihan ini menimbulkan sensasi tidak nyaman di perut bahkan dapat menimbulkan rasa sakit berlebih. 

Untuk mengatasi perut kembung, banyak orang memilih jalan pintas dengan mengonsumsi berbagai jenis obat kembung yang dijual bebas di pasaran. Namun sebenarnya, solusi untuk mengatasi perut kembung sebaiknya tidak melulu dengan obat. Pasalnya, banyak cara pencegahan dan pengobatan alami untuk jenis keluhan yang satu ini. 

Kenali Penyebab Kembung 

Pencegahan dapat dilakukan ketika Anda bisa mengenali terlebih dahulu mengenai penyebab sesuatu hal terjadi. Khusus untuk kasus perut kembung, ada banyak hal yang memicu gas berlebih yang pada akhirnya berujung pada kondisi ini. Berikut adalah beberapa contohnya. 

  • Makanan Berlemak 

Semakin besar kadar lemak pada sebuah makanan, sebuah tinggi pula kadar gas yang terkandung. Kerap mengonsumsi makanan berlemak pun akan membuat Anda lebih mudah menumpuk gas di dalam perut dan saluran pencernaan. 

  • Pola Makan Salah 

Makan terlalu banyak bisa membuat penumpukan gas di perut terjadi dengan cepat. Begitupun ketika Anda memiliki kebiasaan makan yang terlalu cepat. 

  • Sayur-sayuran dan Kacang

Sayur-sayuran dan kacang-kacangan memang sehat. Namun, kedua jenis makanan ini mengandung gas yang cukup tinggi, khususnya jenis sayuran hijau. 

  • Sembelit 

Sembelit merupakan kondisi tinja keras sehingga sulit dikeluarkan. Orang dengan sembelit umumnya hanya buang air besar kurang dari 3 kali seminggu. Tidak keluarnya tinja secara maksimal membuat penumpukan gas terjadi di sekitar perut. 

  • Soda 

Minuman bersoda mengandung asupan gas yang cukup tinggi. Jika terlalu sering mengkonsumsinya, gas dari soda akan mudah menumpuk di perut. 

  • Kehamilan

Kehamilan juga cenderung mudah membuat Anda mengalami perut kembung. Ini karena adanya peningkatan hormon progesteron yang membuat masalah di saluran pencernaan. 

Cara Mencegah Kembung 

Terlalu sering mengonsumsi obat kembung untuk mengurangi gas di perut tidaklah baik karena bagaimanapun obat-obatan tersebut mengandung bahan kimia. Lebih baik Anda mengantisipasi rasa kembung dengan melakukan berbagai pencegahan berikut. 

  • Makan Sedikit dan Sering 

Mengonsumsi makanan dalam jumlah besar dalam sekali waktu rentan membuat penumpukan gas di perut. Mulai sekarang ubah kebiasaan tersebut dengan memilih cara makan secara sedikit-sedikit. Anda bisa membagi satu porsi makanan yang umum Anda makan ke dalam beberapa sesi yang dibagi tiap berapa jam. 

  • Batasi Konsumsi Gas 

Agar tidak kembung, tentu saja Anda harus membatasi asupan gas yang masuk ke sistem pencernaan. Membatasi konsumsi makanan tinggi serat dan minuman beralkohol bisa menjadi jawabannya. 

  • Konsumsi Suplemen Pencernaan 

Tidak ada salahnya mengonsumsi suplemen pencernaan untuk mencegah kembung. Carilah suplemen yang bisa membentuk enzim tambahan guna memecah karbohidrat yang kerap tidak bisa dipecah di lambung sehingga menimbulkan masalah kembung. 

  • Olahraga Teratur 

Aktivitas fisik,tidak terkecuali olahraga, dapat membuat kinerja usus meningkat. Usus yang bekerja optimal dapat membantu mengeluarkan gas berlebih dari saluran pencernaan. 

Penanganan Alami

Ketika sudah terlanjur mengalami kembung, sebenarnya Anda bisa mengurangi gejalanya dengan penanganan yang alami. Penanganan tanpa obat kembung ini bisa dilakukan dengan mengonsumsi beberapa bahan natural atau cara lain seperti di bawah ini. 

  • Memijat Perut 

Jika dilakukan dengan tepat, memijat perut bisa membantu mengeluarkan gas berlebih yang menjadi penyebab kembung. Tempatkan tangan tepat di atas pinggul kanan dan lakukan gerakan memutar sampai bergerak ke arah atas pinggul kiri. Lanjutkan dengan mengurut pelan dari bagian tengah bawah perut sampai ke arah tulang rusuk. 

  • Mandi Air Hangat 

Rasa kembung akan semakin terasa ketika Anda panik menghadapinya. Cobalah untuk rileks sejenak dengan berendam atau mandi air hangat. Relaksasi ini bisa membuat saluran pencernaan bekerja lebih maksimal sehingga gas lebih cepat keluar. 

  • Perbanyak Minum Air Mineral 

Air putih bisa membantu mengeluarkan gas yang terperangkap di dalam usus atau saluran pencernaan lain. Ketika mulai merasa kembung, cobalah untuk memperbanyak minum air mineral guna mengurangi gejala rasa tidak nyaman dan sakit yang dialami. 

*** 

Pencegahan dan cara alami mengatasi rasa kembung dapat membuat Anda bebas dari ketergantungan obat. Obat kembung bisa Anda pilih sebagai opsi terakhir apabila rasa tidak nyaman sudah terlalu berat. Baiknya pula obat yang Anda konsumsi sudah dikonsultasikan dulu ke tim medis.

Penyakit Read More

Sabun Pemutih Badan Dari Pepaya Apakah Efektif?

Pepaya merupakan buah yang banyak tumbuh di bagain tropis belahan bumi barat. Selain rasanya yang lezat, buah pepaya juga memiliki banyak manfaat, terutama bagi kulit tubuh. Buah ini digunakan dalam produk-produk kecantikan, dengan saat ini banyak orang menggunakan sabun pemutih badan dari pepaya untuk meningkatkan kesehatan dan tampilan kulit. Sabun pepaya merupakan sabun pemutih badan yang dapat mencerahkan kulit kusam. Apabila Anda memiliki bekas luka gelap dan perubahan warna pada daerah kulit tertentu, sabun pepaya ini dapat mengurangi tampilan noda-noda gelap tersebut.

Sabun pemutih badan dari pepaya merupakan sabun yang lembut dan alami, sehingga aman digunakan untuk bagian tubuh manapun, termasuk wajah. Sabun batang biasa dapat membersihkan kotoran. Namun, sabun jenis ini biasanya terlalu keras untuk kulit, dan malah dapat menghilangkan minyak alami sehingga membuat kulit menjadi kering. Bahkan, beberapa jenis sabun mengandung deterjen sintetis dan bahan-bahan lain yang tidak hanya membersihkan kotoran, tetapi juga menghilangkan kelembapan alami kulit. Sabun jenis ini malah akan membuat kondisi-kondisi kulit seperti jerawat, psoriasis, dan rosacea menjadi lebih parah, membuat kulit menjadi gatal dan kering.

Di sisi lain, sabun pepaya terbuat dari bahan-bahan yang alami. Sabun ini mengandung enzim yang disebut papain, yang dapat memecah protein. Enzim tersebut mendukung pencernaan yang sehat, dan dapat bertindak sebagai anti-peradangan.

Manfaat sabun pepaya

Buah pepaya mengandung nutrisi yang dapat membuat kulit menjadi lebih sehat. Sabun pemutih badan pepaya kaya akan kandungan vitamin C, sebuah antioksidan yang dapat mengurangi pigmentasi tidak rata dan menstimulasi produksi kolagen. Sabun ini juga mengandung vitamin A, nutrisi penting lain untuk kesehatan kulit. Vitamin A dapat mendukung produksi sel-sel kulit baru, dan dapat membantu mengurangi noda hitam dan bekas kulit. Selain mencerahkan kulit, sabun pemutih badan dari pepaya juga bermanfaat untuk:

  • Eksfoliasi

Enzim papain dalam sabun pepaya dapat mengeksfoliasi kulit dan memberikannya tampilan yang lebih sehat. Eksfoliasi dapat membersihkan sel kulit mati dari permukaan kulit. Melakukan eksfoliasi secara rutin menggunakan sabun pemutih badan dari pepaya akan membuat kulit tampak lebih cerah dan halus. Eksfoliasi juga dapat meratakan warna kulit.

  • Perawatan jerawat

Apabila Anda memiliki kulit yang rentan terkena jerawat, papain dengan efektif dapat membersihkan keratin yang rusak. Keratin merupakan protein utama kulit, namun penumpukan protein ini dapat menyebabkan timbulnya jerawat. Kekuatan eksfoliasi dari sabun pemutih badan pepaya juga dapat mencegah sel kulit mati agar tidak menyumbat pori-pori, sehingga dapat mengurangi terjadinya jerawat.

  • Meringankan rasa sakit akibat gigitan serangga

Menggosok sabun pepaya di atas bekas gigitan serangga di kulit dapat membantu meringankan rasa sakit, gatal, pembengkakan, dan kemerahan yang dialami. Hal ini dikarenakan papain dapat mengurangi peradangan dan mendukung penyembuhan luka. Beberapa racun serangga juga mengandung peptid, yang mana merupakan balok pembangun protein. Papain dapat memecah protein ini dan meringankan gejala iritasi kulit.

Apabila Anda memiliki noda hiperpigmentasi dan warna kulit yang tidak rata, sabun pemutih badan dari pepaya dapat membantu menyamarkan corak kulit tersebut. Hiperpigmentasi merupakan penggelapan warna kulit. Karena sabun pemutih badan pepaya dapat membersihkan sel-sel kulit mati, sabun tersebut perlahan akan mengurangi tampilan noda-noda gelap dan mencerahkan warna kulit. Sabun pemutih badan pepaya juga dipercaya dapat mengurangi produksi melanin berlebih. Namun klaim tersebut tidak didukung oleh bukti-bukti studi atau penelitian ilmiah.

Kesehatan Kulit Read More

Kulit Gatal Merah dan Menyebabkan Iritasi? Ini Penyebabnya

HFMD bisa menyadi penyebab kulit gatal merah di sekitar mulut

Pernah mengalami kulit gatal merah? Kondisi ini mungkin disebabkan karena alergi, gigitan serangga, atau masalah kulit tertentu. Bintik merah pada kulit disertai gatal sering terjadi di area wajah, lengan dan kaki. Namun, dapat juga terjadi pada badan maupun area tubuh yang lain.

  1. Gigitan serangga

Gigitan hewan kecil seperti serangga, termasuk salah satu penyebab yang paling umum dari timbulnya bintik merah pada kulit yang disertai gatal. Mulai dari gigitan nyamuk, semut, kutu hewan peliharaan, tungau kasur, hingga laba-laba dapat menimbulkan keluhan ini. Selain itu keluhan juga dapat disertai dengan rasa nyeri dan pembengkakan di sekitar area gigitan serangga.

  1. Rosacea

Salah satu penyakit kulit yang siklusnya bisa terus menerus berulang adalah rosacea. Pemicu munculnya rosacea bisa karena konsumsi minuman beralkohol, makanan terlalu pedas, paparan sinar matahari, stres, hingga bakteri Helicobacter pylori. Berbeda pemicunya, akan berbeda pula gejala yang muncul ketika seseorang menderita rosacea.

  1. Dermatitis atopik

Dermatitis atopik umumnya ditandai dengan gejala kulit kering dan gatal. Kondisi ini juga dikenal sebagai eksim. Dermatitis atopik seringkali dialami oleh anak-anak. Penyebabnya tidak diketahui secara pasti. Namun, kemungkinan faktor genetik dan lingkungan yang kurang bersih dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini. Gejala dermatitis atopik umumnya ditangani dengan krim kortikosteroid, atau obat-obatan lain yang direkomendasikan dokter.

  1. Ruam popok

Bagi bayi yang baru mencoba merek popok baru atau kulitnya cenderung sensitif, juga bisa mengalami ruam popok atau diaper rash. Kulit gatal merah akan muncul di area yang mengalami kontak langsung dengan popok. Jika disentuh, area kulit ini akan terasa hangat.

  1. Cacar air

Cacar atau chickenpox juga bisa memicu munculnya kulit gatal merah di sekujur tubuh. Penyakit menular ini juga disertai gejala lain seperti demam, nyeri badan, radang tenggorokan, hingga hilangnya nafsu makan. Mengingat penyakit ini termasuk menular, sebaiknya tidak beraktivitas di luar ruangan hingga lukanya mengering sempurna.

  1. Kudis

Kudis yaitu kondisi iritasi kulit yang diakibatkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Gejala umum dari scabies adalah ruam dan rasa gatal yang hebat terutama pada malam hari. Jika ruam atau area yang gatal terus menerus digaruk, dapat menyebabkan luka yang terinfeksi. Pengobatan scabies yaitu dengan menggunakan salep dan krim yang dioleskan ke kulit.

  1. Ruam popok

Bagi bayi yang baru mencoba merek popok baru atau kulitnya cenderung sensitif, juga bisa mengalami ruam popok atau diaper rash. Kulit gatal merah akan muncul di area yang mengalami kontak langsung dengan popok. Jika disentuh, area kulit ini akan terasa hangat.

  1. HFMD

HFMD atau hand, foot, and mouth disease juga bisa menyebabkan munculnya ruam kemerahan di sekujur tubuh yang terjadi akibat infeksi virus. Utamanya, di telapak tangan dan juga kaki. HFMD biasanya terjadi pada anak berusia di bawah 5 tahun. Selain ruam, anak juga akan mengalami nyeri di lidah, gusi, dan juga mulutnya.

  1. Ringworm

Nama lain dari ringworm adalah jamur kulit dengan ciri-ciri kulit gatal merah dengan bentuk seperti lingkaran. Bagian tepi lingkaran akan berwarna paling merah sementara bagian dalamnya tampak baik baik saja. Jenis jamur apapun bisa memicu terjadinya ringworm, seperti Trichophyton, Microsporum, dan juga Epidermophyton.

Kesehatan Kulit Read More

Prosedur Uji Fungsi Hati Tak Hanya ALT dan ALP Test

ALT dan ALP test adalah suatu pemeriksaan untuk mengukur kadar enzim yang menjadi penanda fungsi hati.

Organ hati perlu dijaga kesehatannya karena ia berperan cukup penting dalam mekanisme tubuh manusia. Seseorang bisa memulai menjaga kesehatan organ hati dengan melakukan prosedur uji fungsi hati untuk mengukur sejauh mana kondisi organ tersebut pada saat ini. Dua di antara prosedur yang dimaksud adalah ALT dan ALP test.

Uji fungsi hati dilakukan dengan mengukur kadar senyawa kimia tertentu dalam darah, kemudian membandingkannya dengan nilai normal senyawa kimia tersebut. Jika hasil pengukuran zat kimia menunjukkan kadar yang tidak normal, dapat dicurigai adanya penyakit atau kerusakan hati.

Namun, prosedur uji fungsi hati tidak hanya dua itu saja. Masih banyak prosedur atau metode lain yang bisa dijadikan pilihan atau alternatif pemeriksaan. Mungkin dokter akan memberikan sugesti kepada Anda, tergantung bagaimana kondisi Anda.

Berikut ini beberapa prosedur fungsi hati yang tersedia dalam dunia medis:

  • Tes serum glutamat piruvat transaminase (SGPT) atau alanin transaminase (ALT)

Tes ini mengukur kadar enzim SGPT di dalam darah. Pada kondisi normal, enzim SGPT terkandung di dalam sel-sel hati dan hanya sedikit terdapat di dalam darah. Jika sel-sel hati mengalami kerusakan, enzim SGPT akan terlepas dari sel-sel hati ke dalam darah, sehingga kandungan enzim tersebut di dalam darah akan mengalami kenaikan.

  • Tes serum glutamat oksaloasetat transaminase (SGOT) atau aspartat aminotransferase (AST) 

Tes ini mengukur kadar enzim SGOT di dalam darah. Hampir sama dengan enzim SGPT, pada kondisi normal, enzim SGOT dapat ditemukan pada kadar rendah di dalam darah. Akan tetapi jika terjadi kerusakan liver, maka kadar enzim SGOT di dalam darah akan mengalami peningkatan.

  • Tes albumin 

Albumin merupakan protein yang diproduksi khusus oleh hati. Albumin dalam darah berfungsi untuk memberikan nutrisi bagi jaringan, mencegah kebocoran cairan dari pembuluh darah, dan membantu transportasi hormon, vitamin dan senyawa lain di dalam darah. Hati yang tidak bekerja dengan baik, dapat ditandai dengan konsentrasi albumin yang lebih rendah dari normal.

  • Tes bilirubin 

Bilirubin merupakan produk sisa penghancuran sel darah merah, yang dihasilkan oleh hati. Bilirubin akan dibentuk oleh hati dan dibuang melalui saluran pencernaan bersama feses. Jika hati atau liver mengalami kerusakan, maka pembuangan bilirubin akan terhambat sehingga menyebabkan kenaikan kadar bilirubin dalam darah.

  • Tes alkali fosfatase 

Alkali fosfatase (ALP) merupakan enzim yang biasanya ditemukan di empedu, kantung empedu, dan hati. Jika hati atau kantung empedu mengalami gangguan atau kerusakan, konsentrasi enzim ALP akan mengalami kenaikan. 

Prosedur tes alkali fosfatase ini kerap disandingkan bersama prosedur ALT, sehingga kerap disangka sebagai sebuah satu kesatuan menjadi ALT dan ALP test.

  • Tes gamma-glutamyl transferase 

Gamma-glutamyl transferase (GGT) merupakan enzim yang ditemukan di berbagai organ tubuh, namun konsentrasinya paling tinggi terdapat di hati. GGT akan meningkat bila terjadi kerusakan di hati atau saluran empedu.

***

Beberapa prosedur uji hati di atas memang efektif untuk mengetahui ada apa di balik organ hati seseorang. Akan tetapi yang perlu diingat adalah bahwa hasil uji fungsi hati tidak memberikan diagnosis spesifik tentang penyakit hati yang sedang diderita. Hasil tersebut dapat digunakan oleh dokter untuk mempertimbangkan metode pemeriksaan atau pengobatan berikutnya.

Karena ternyata prosedur uji fungsi hati tidak hanya ALT dan ALP test saja, pasien atau penderita mungkin akan diuntungkan dengan kenyataan ini. Artinya, mereka banyak memiliki pilihan untuk menentukan atau mendapatkan metode yang sesuai dengan kebutuhannya.

Penyakit Read More

6 Penyebab Utama Gigi Sensitif

Pernahkah Anda merasa tidak nyaman saat mengonsumsi minuman dingin? Atau Anda hingga meringis ketika menyikat gigi atau membersihkannya? Jika hal ini terjadi pada Anda, bisa jadi ini salah satu gejala gigi sensitif.

gigi sensitif

Gigi sensitif merupakan kondisi yang muncul saat Anda merasakan adanya sensasi ngilu dan nyeri pada gigi. Nah, jika Anda mengonsumsi minuman dingin maka ada rasa tidak nyaman seperti ngilu ataupun sakit pada gigi tersebut. Berikut beberapa penyebab utama dari gigi sensitif.

  1. Menyikat gigi terlalu keras

Hal yang paling sering menyebabkan gigi menjadi sensitif adalah menyikat gigi terlalu kuat atau kasar. Dengan seiringnya waktu dan gesekan yang terus menerus dapat membuat enamel menjadi tipis dan lapisan dentin terekspose serta membuat gigi menjadi sangat sensitif.

Ketika dentin tersebut terpapar suhu yang ekstrim atau makanan yang asam atau lengket, maka bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan sensitifitas pada gigi. Nah, solusi paling sederhanan yang paling mudah Anda lakukan adalah beralih ke sikat gigi dengan bulu yang lebih lembut dan tidak menyikat gigi dengan kuat atau kasar.

  • Cavity/berongga

Cavity adalah kerusakan pada gigi yang luas sehingga akan membentuk sebuah rongga atau lubang kecil. Cavity sering kali disebut dengan gigi berlubang, karies atau pembusukan pada gigi. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk bakteri pada mulut Anda, karena sering ngemil, mengonsumsi minuman manis dan tidak membersihkan gigi dengan baik.

Jadi jika hal ini terus berlangsung dan tidak segera diobati maka gigi berlubang tersebut akan terus bolong hingga mencapai enamel dan masuk ke dentin, hingga membuat gigi Anda sangat sensitif.

Kerusakan pada gigi ini adalah salah satu hal yang paling sering terjadi pada masalah kesehatan gigi dan mulut, baik pada orang dewasa maupun anak-anak.

  • Gusi menipis

Hal lain yang menjadi faktor utama terjadinya gigi sensitif adalah menipis atau menysusutnya gusi Anda. Gusi memiliki tugas yang sangat penting untuk menjaga gigi Anda tetap pada tempatnya. Tetapi, terkadang gusi tersebut turun atau menyusut yang dikenal dengan resesi. Kondisi ini membuat akar gigi menjadi terlihat dan gigi menjadi lebih sensitif.

Beberapa hal yang menjadi faktor terjadinya resesi gusi antara lain penyakit gusi, menyikat gigi terlalu keras, menggunakan sikat gigi yang kasar, cedera gusi, merokok, hingga faktor genetik. Salah satu perawatan untuk resesi gusi adalah tergantung pada apa yang menyebabkannya. Misalnya jika resesi karena menggunakan sikat gigi keras, Anda hanya perlu menggantinya dengan sikat gigi yang lembut.

  • Gigi retak

Hal lain yang utama dalam penyebab gigi sensitif adalah adanya gigi retak. Ketika Anda memiliki gigi retak maka saat mengonsumsi minuman dingin atau makanan asam membuat nyeri. Gigi yang retak dapat mengekspose pulpa gigi Anda, sehingga jaringan lunak yang mengandung saraf dan pembuluh darah akan terbuka, sehingga membuat iritasi.

Salah satu tanda gigi retak adalah rasa sakit yang tajam ketika Anda menggigit sesuatu, dan gigi sensitif juga bisa terjadi pada gigi yang bolong tersebut. Beberapa hal yang menyebabkan gigi retak adalah adanya pukulan pada mulut, mengunyah makanan keras, atau gigi rapuh. Kondisi seperti ini Anda disarankan segera mengunjungi dokter untuk mendapatkan tindakan medis lebih lanjut.

  • Memutihkan gigi terlalu sering

Memiliki gigi putih memang idaman hampir semua orang. Kini, dengan teknologi yang semakin maju memutihkan gigi dapat dilakukan dengan mudah di dokter gigi. Akan tetapi, jika Anda memutihkan gigi dengan intensitas yang terlalu sering dalam kurun waktu satu tahun maka bisa menyebabkan gigi sensitif.

Pasalnya, jika terlalu sering memutihkan gigi bisa merusak enamel gigi Anda, dan memperburuk tubulus dalam dentin hingga menyebakan gigi sensitif. Jadi, ada baiknya untuk mengikuti saran dokter gigi Anda dalam memutihkan gigi dan lakukan dengan ahlinya atau profesional.

  • Memiliki plak yang berlebihan

Tujuan dari menyikat gigi dan membersihkan gigi dengan flossing adalah untuk menghilangkan plak yang terbentuk setelah Anda makan. Penumpukan plak yang berlebihan dapat menyebabkan enamel gigi menjadi aus atau menyusut. Nah, kondisi ini membuat gigi Anda menjadi sangat sensitif karena kehilangan perlindungan dari enamel.

Gigi sensitif pada dasarnya dapat diobati salah satunya dengan menggunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif. Namun, formula tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya pada semua orang. Jika, dengan pasta gigi tersebut tidak berhasil, ada baiknya untuk menemui dokter gigi dan berkonsultasi lebih lanjut tentang permasalahan gigi Anda.  

Hidup Sehat Read More

7 Manfaat ketika Rajin Melakukan Teknik Relaksasi

Relaksasi dapat menjadi cara untuk menghilangkan emosi negatif di dalam tubuh. Dengan teknik relaksasi yang tepat, Anda bisa merasakan tubuh lebih enteng dan stres bisa berkurang. Karena itu, tak heran jika saat ini banyak masyarakat rela mengorbankan waktu berjam-jam untuk melakukan relaksasi yang berguna bagi tubuh dan jiwanya.

Namun, seberapa efektif sih teknik relaksasi memberikan manfaat bagi raga dan jiwa Anda? Mungkin Anda yang masih ragu untuk melakukan relaksasi secara rutin kerap bertanya-tanya mengenal hal ini. Jawabannya, teknik relaksasi yang dilakukan secara rutin dan benar memang memiliki manfaat efektif untuk kesehatan raga sampai mental.

Berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa Anda peroleh ketika rutin melakukan relaksasi. Nyatanya bukan hanya perasaan saja ketika Anda merasa lebih enteng setelah melakukan teknik relaksasi. Soalnya, berbagai manfaat kebugaran jiwa maupun raga ini benar-benar telah terbukti bagi mereka yang rajin melakukan relaksasi.

  1. Menghalau Depresi

Adalah hal yang lumrah ketika tiap orang merasa stress terkait sesuatu asalkan stres tersebut tetap terkendali dan tidak mengarah ke bentuk depresi. Ketika melakukan teknik relaksasi yang tepat, Anda akan lebih mudah untuk mengontrol tingkat stres. Pasalnya, hormon serotonin dan dopamine dapat ditingkatkan dengan cara relaksasi yang membuat pikiran Anda lebih rileks.

  • Meningkatkan Imunitas

Relaksasi secara rutin dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh Anda. Dengan demikian, Anda akan lebih tahan bantin terhadap segala jenis peradangan. Imunitas yang meningkat dikarenakan tingkat stress Anda menjadi lebih rendah akibat bisa dikelola dengan baik melalui teknik relaksasi.

  • Mengontrol Tekanan Darah

Seseorang dengan tingkat stres tinggi cenderung memiliki tekanan darah yang tinggi pula. Sebaliknya ketika Anda bisa mengelola stres secara baik, tekanan darah juga bisa dikontrol dengan baik pula. Karena itu, relaksasi sangat disarankan bagi Anda yang memiliki masalah hipertensi.

  • Melindungi Jantung

Jantung Anda akan lebih terlindungi ketika Anda rajin melakukan teknik relaksasi yang tepat. Pasalnya ketika stres berkurang akibat relaksasi, adrenalin mampu diturunkan sehingga detak jantung menjadi lebih lambat. Kondisi detak jantung yang tidak terlalu cepat ini baik untuk kesehatan pompa jantung karena bisa menghindarkan Anda dari serangan jantung yang mendadak.

  • Mengurangi Risiko Stroke

Tahu tidak, penelitian membuktikan, orang-orang yang rajin melakukan relaksasi ternyata memiliki risiko terserang stroke 24 persen lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak aktif melakukan teknik relaksasi. Pasalnya, faktor risiko penyebab stroke, seperti tekanan darah tinggi serta penyakit kardivaskular juga dapat dikontrol dengan metode relaksasi.

  • Mendapat Inspirasi

Stres membuat pikiran Anda buntu karena dapat membunuh sel-sel otak di hipokampus, yang terkait dengan pemikiran kompleks dan pemecahan masalah. Makanya itu ketika Anda rajin melakukan relaksasi dan mampu mengelola stress, pikiran Anda menjadi lebih jernih. Anda pun akan lebih peka terhadap berbagai inspirasi yang lahir dari buah pikiran Anda.

  • Meningkatkan Daya Ingat

Ketika Anda stres, harus diakui kinerja otak menjadi terganggu. Anda pun menjadi lebih mudah lupa karena adanya gangguan fungsi korteks prefrontal di otak yang berfungsi untuk mengingat dan belajar. Dengan melakukan teknik relaksasi, stres dapat dilawan dan fungsi korteks prafrontal menjadi optimal kembali. Daya ingat Anda pun kembali meningkat dan menjadi tajam.

***

Ternyata banyak bukan manfaat dari melakukan teknik relaksasi secara tepat? Karena itu, biasakan untuk rutin melakukan relaksasi minimal 3 kali seminggu, ya. Durasi waktu tiap latihan sendiri dianjurkan cukup 20—30 menit.

Kesehatan Mental Read More

Anak Hiperaktif? Kenali Kondisinya dan Atasi Sejak Dini!

Setiap orang tua tentu mengharapkan anak-anaknya tumbuh dengan baik dan sehat. Anak yang sehat bisa dilihat dari keaktifan dalam merespons hal-hal disekitarnya. Namun, apa yang terjadi jika orang tua merasa anaknya hiperaktif? Apakah kondisi anak hiperaktif adalah hal yang tidak perlu dikhawatirkan? Atau justru, hal yang berbahaya untuk Si Kecil jika dibiarkan? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, mari kita simak penjelasannya di sini.

Mengenal anak hiperaktif.

Mungkin saja saat ini Anda memiliki anak yang sedang aktif-aktifnya melakukan sesuatu. Mulai dari memanjat, melompat, mencoret-coret dinding, berlarian, hingga melakukan hal-hal lainnya tanpa mengenal waktu. Tahukah Anda? Anak hiperaktif adalah anak yang memiliki keaktifan tidak sesuai dengan waktu atau aturan pada umumnya. Inilah yang menjadi perbedaan dasar pada anak aktif dengan anak hiperaktif.

Dikutip dari laman Understood, beberapa ciri-ciri anak hiperaktif adalah sebagai berikut.

  • Berlari dan berteriak ketika bermain di luar maupun di dalam ruangan.
  • Berdiri dan berkeliling ke meja temannya saat guru menjelaskan di depan kelas.
  • Suka bergerak cepat, sehingga menabrak orang atau benda.
  • Bermain terlalu kasar dan tidak sengaja melukai dirinya sendiri ataupun teman-temannya.
  • Terus berbicara bahkan di saat orang-orang sekitar sedang diam.
  • Sering mengganggu orang lain.
  • Tubuhnya terus bergerak bahkan ketika duduk.
  • Sering merasa gelisah dan ingin memiliki semuanya.
  • Sulit untuk duduk diam saat makan ataupun kegiatan tenang lainnya.

Apabila anak mulai melakukan hal-hal di atas tanpa mengenal waktu dan tidak lagi mendengarkan perintah Anda, maka mungkin anak mengalami gejala hiperaktif.

Penyebab anak hiperaktif.

Penyebab anak hiperaktif bisa bermacam-macam. Dikutip dari Very Well Family, ada beberapa hal yang menyebabkan kondisi anak menjadi hiperaktif.

  1. Stres akibat anak terlalu banyak mengalami tekanan, seperti memiliki adik baru, pindah rumah, keluarga yang tidak harmonis, dan sebagainya.
  2. Gangguan kecemasan atau trauma terhadap suatu hal tertentu.
  3. Pola makan yang tidak sehat, seperti sering mengonsumsi makanan yang mengandung pemanis, pengawet, dan pewarna buatan.
  4. Malas olahraga, sehingga jadi tidak produktif saat seusianya.
  5. Kurang tidur yang akan memicu tubuh lebih banyak melepas hormon kortisol dan adrenalin. Akibatnya, anak memiliki banyak energi untuk tetap terjaga.
  6. Masalah kesehatan tertentu, seperti attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), kelenjar tiroid terlalu aktif (hipertiroidisme), serta gangguan pada sistem saraf.

Kapan Anda bisa mengenali anak hiperaktif?

Hiperaktif memang tidak mudah ditentukan, karena bisa bersifat subjektif bagi sebagian orang. Perlu digarisbawahi, hiperaktif tidaklah sama dengan aktif. Anak hiperaktif cenderung konstan dan melakukan sesuatu di luar kendali dirinya. Adapun anak yang aktif cenderung lebih mudah untuk bergabung dalam apa yang sedang terjadi. Lalu, merasa sangat frustasi jika anak tersebut mengalamikesulitan dalam sesuatu yang benar-benar ingin mereka ketahui atau harapkan.

Sementara itu, kondisi anak hiperaktif juga dilihat dari faktor usianya. Umumnya, anak-anak butuh waktu untuk menunjukkan keterampilannya dan menjaga perilaku mereka tetap terkendali. Tidak semua anak-anak memiliki batasan usia yang sama dalam hal tersebut. Misalnya, ada anak yang bisa mengontrol diri dengan baik saat berusia 4 tahun, sedangkan anak-anak lain butuh waktu 6 tahun untuk melatihnya.

Nah, ada suatu masa di mana Anda melihat sebagian besar anak-anak pada kelompok umur yang sama memiliki keterampilan mengatur diri sendiri yang serupa. Namun, pada anak hiperaktif, hal tersebut justru tidak terlihat. Saat itulah, Anda mulai waspada adanya masalah yang sedang terjadi pada anak. 

Cara mengatasi anak hiperaktif.

Semakin cepat Anda mengetahui kondisi anak hiperaktif, maka semakin cepat pula penanganan yang dapat diberikan untuk anak. Mulailah untuk mengubah bentuk keaktifan anak melalui permainan, olahraga, dan aktivitas fisik. Lalu, ciptakan kehidupan yang terstruktur, sehingga anak memiliki kebiasaan yang teratur dan disiplin. Jangan lupa, latih anak Anda untuk tidur secara rutin. Jika sudah waktunya tidur, maka tidak ada lagi kegiatan lain, seperti main gadget yang bisa mengganggu waktu tidurnya.

Kondisi anak hiperaktif bisa menjadi hal yang sulit bagi seluruh keluarga. Namun, satu hal penting yang bisa Anda lakukan adalah membuat anak tidak merasa buruk atau malu berada di lingkungan sekitarnya. Selalu berikan dukungan dan dampingi anak Anda, agar kelak bisa mengontrol dirinya sendiri seiring berjalannya waktu.

Parenting Read More