Keracunan Zat Pembasmi Nyamuk, Apa yang Harus Dilakukan?

Menurut penelitian, sebanyak lebih dari 70% masyarakat di Jakarta menggunakan pestisida di rumahnya. Alasannya adalah karena pengendalian hama, seperti nyamuk, kecoa, dan tikus, menggunakan pestisida dianggap mudah dilakukan dan digunakan.

Tanpa Anda sadari, Anda mungkin juga merupakan salah satunya. Menurut WHO dan Lembaga Perlindungan Liingkungan di Amerika, bahan kimia dalam antinyamuk termasuk memiliki daya racun yang dapat menimbulkan efek terhadap kesehatan manusia. Akan tetapi, hingga tingkatan apa penggunaan pestisida dapat mengganggu kesehatan? Berikut ulasannya untuk Anda.

Pestisida dan Organofosfat

Organofosfat merupakan salah satu kandungan aktif yang terdapat dalam pestisida. Senyawa ini efektif untuk membunuh serangga, jamur, gulma, kecoa, dan hama rumah tangga lainnya. Meskipun demikian, organofosfat memiliki efek yang dapat menimbulkan keracunan pada manusia.

Keracunan organofosfat dapat terjadi melalui kulit, mata, mulut jika tertelan, dan hidung jika terhirup. Gas dan partikel organofosfat sendiri dapat menempel di selaput lendir atau kerongkongan dan masuk ke paru-paru untuk ukuran partikel yang lebih halus. Ada juga yang masuk ke saluran pencernaan jika senyawa ini terbawa angina dan masuk ke mulut.

Gejala keracunan organofosfat akan timbul dalam waktu 6-12 jam setelah paparan – mulai dari yang ringan hingga kematian. Gejala awalnya adalah ruam dan iritasi pada kulit, mual/terasa penuh di perut, muntah, lemas, sakit kepala, dan gangguan penglihatan. Gejala lanjutan, seperti keluar ludah berlebih, keluar lendir dari hidung (terutama pada keracunan melalui hidung), berkemih berlebihan dan diare, keringan berlebih, air mata berlebih, kelemahan yang disertai sesak napas, dan akhirnya kelumpuhan otot rangka, sukar berbicara, hilangnya refleks, kejang, hingga koma.

Pertolongan Pertama Jika Keracunan

Jika terbukti terjadi keracunan, Anda sebaiknya langsung melepas pakaian dan membersihkan bagian yang kemungkinan terpapar organofosfat dengan sabun dan air mengalir karena organofosfat dapat terhidrolisis dalam larutan ber-pH tinggi. Selain itu, pakaian harus dilepas dan diganti dengan pakaian bersih karena mungkin mengandung sisa senyawa berbahaya. Jika mata terpapar senyawa organofosfat, maka Anda harus mencuci mata dengan air mengalir paling tidak selama 15 menit.

Jika organofosfat tertelan, Anda harus melegakan saluran napas dengan membersihkan sisa muntahan dan lendir yang berlebihan dalam rongga mulut. Jika yang keracunan adalah anggota keluarga lain, coba miringkan korban dan pastikan ia masih dalam keadaan bernapas. Jika tidak, segera berikan bantuan hidup dasar, tetapi gunakan masker atau kain untuk menghindari keracunan pada diri Anda.

Meskipun demikian, penggunaan organofosfat di rumah sebenarnya cukup aman jika digunakan dalam dosis normal – lihat aturan penggunaan pada kemasan – dan menghindarinya dari jangkauan anak atau pada tempat yang tidak dapat dibuka anak.

Parenting Read More