Jangan Asal Minum, Kenali Dulu Efek Samping Atovartastin

Gaya hidup yang serba instan, termasuk soal konsumsi makanan, membuat berbagai macam penyakit kronis kian menjangkiti masyarakat. Penyakit jantung koroner sampai stroke menjadi sebagian dari penyakit-penyakit kronis yang kerap mengintai masyarakat saat ini. Penyumbatan pada pembuluh darah menjadi sebagian besar penyakit-penyakit tersebut. Dokter akhirnya meresepkan sejumlah obat untuk sang pasien, di mana salah satunya tidak jarang obat atorvastatin diikusertakan.

Atovartastin merupakan jenis obat statin atau yang dikenal juga sebagai lipitor. Secara umum, jenis obat ini memiliki manfaat untuk menurunkan kadar kolesterol. Dengan pemberian obat ini kepada pasien jantung koroner maupun stroke, diharapkan penumpukan kolesterol di pembuluh darah bisa dicegah. Penumpukan kolesterol sendiri merupakan salah satu penyebab paten serangan jantung maupun stroke karena menyumbat bahkan menghentikan aliran darah ke dua organ vital tubuh tersebut.

Meskipun memiliki manfaat yang besar dalam pengobatan, pemakaian atorvastatin haruslah sesuai dengan resep dokte. Bagaimanapun, atorvastin tergolong obat keras yang memiliki beberapa indikasi efek samping yang wajib diwaspadai. Berikut ini adalah beberapa efek samping atorvastatin yang bisa menyerang penggunanya apabila tidak mengonsumsinya dengan tepat dan sesuai anjuran medis.

Gangguan Pencernaan

Efek samping yang satu ini kerap dialami oleh pengguna awal atorvatastin. Umumnya ketika memilih jenis obat oral ini, Anda akan merasakan adanya gangguan pencernaan yang cukup menganggu. Akan tetapi seiring waktu, gangguan pencernaan tersebut akan hilang seiring beradaptasinya tubuh terkait jenis obat ini.

Beberapa gangguan pencernaan yang ikut menyertai penggunaan obat penurun kolesterol ini bervariasi. Anda mungkin bisa hanya merasakan mual atau perut terasa kembung. Namun di beberapa orang, ada juga yang akan mengalami diare parah karena habis mengonsumsi atorvastatin.

Hidung Tersumbat

Ketika mengonsumsi obat ini, mungkin Anda juga akan merasakan masalah pada bagian pernapasan Anda. Namun tenang saja, masalah pernapasan yang Anda alami sebagai efek samping dari pengonsumsian atorvatastin biasanya hanya bersifat ringan.

Hidung tersumbat menjadi masalah pernapasan yang paling sering dialami oleh orang sehabis mengonsumsi atorvastatin. Tidak jarang hidup tersumbat diiringi dengan kondisi bersin-bersin. Hanya sedikit kasus di mana penggunaan atorvatastin menimbulkan masalah pernapasan sampai sesak napas.

Nyeri Sendi

Ketika sering mengonsumsi jenis obat statin ini, mungkin Anda akan lebih sering merasakan ada masalah di persendian Anda. Masalah sendiri merupakan efek samping lain dari penggunaan atorvatastin. Nyeri sendiri umumnya dirasakan ketika Anda cukup intens mengonsumsi obat ini.

Nyeri sendi yang menjadi efek samping atorvastatin akan banyak dirasakan di bagian bagian tungkai kaki maupun tangan. Tingkat keparahannya pun beraneka, mulai dari yang hanya merasakan pegal ataupun kesemutan sampai yang merasa sendi mereka sulit digerakkan sesuai keinginan.

Kepikunan

Penggunaan obat atorvatastin secara intens dan terus-menerus akan berefek pula pada otak Anda. Umumnya, pengguna lama atorvastatin akan mengalami gangguan memori yang cukup mengganggu. Anda bisa menjadi lebih sering melupakan sesuatu yang hendak dikatakan maupun dilakukan sebagai imbas dari pengonsumsian obat ini.

Namun, kasus gangguan memori parah akibat obat berjenis statin ini cukup jarang ditemukan. Dari tiap 100 pengguna atorvastatin didapati hanya ada satu orang yang nyatanya mengalami gangguan memori parah, seperti kepikunan akut.

Gagal Ginjal

Gangguan ginjal menjadi efek samping dari atorvatastin yang cukup serius bisa Anda alami. Biasanya gangguan ginjal yang bahkan bisa berakhir pada situasi gagal ginjal didapati pada pengguna yang sudah cukup lama bergantung pada obat ini, di samping juga pada orang-orang yang mengonsumsi atorvatastin tidak sesuai ketentuan dan kebutuhan.

Gagal ginjal pada pengguna obat ini terjadi karena penggunaan atorvatastin secara terus-menerus dapat membuat hancurnya jaringan otot. Kerusakan ini membuat juga terjaid di bagian otot ginjal sehingga berakibat pada gagal ginjal. Kondisi gagal ginjal sendiri kerap ditandai dari warna urin yang menggelap juga kondisi demam yang tak kunjung berkesudahan. Jika sudah demikian, Anda harus segera memeriksakan diri lebih lanjut ke dokter spesialis penyakit dalam.

 ***

Meskipun memiliki banyak efek samping, manfaat dari atorvastatin sebagai pencegah penumpukan kolesterol tidak bisa ditampik. Karena itu bagi pasien yang memang terindikasi berkolesterol tinggi, pengonsumsiannya menjadi pilihan bijak. Yang mesti diingat adalah pengonsumsian atorvastatin harus sesuai dengan resep dokter.

Obat Read More

Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Penderita Hipertiroidisme

Salah satu gangguan kesehatan yang berhubungan dengan kelenjar tiroid adalah hipertiroidisme

Salah satu gangguan kesehatan yang berhubungan dengan kelenjar tiroid adalah hipertiroidisme. Kondisi itu terjadi ketika kelenjar tiroid bekerja terlalu aktif sehingga menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan.

Aktivitas di luar batas itu pada suatu waktu akan mengakibatkan metabolisme tubuh menjadi lebih cepat. Padahal, jika bekerja secara normal, tiroid amat bermanfaat bagi manusia. Hormon tiroid ini sendiri mengatur banyak fungsi tubuh, di antaranya sistem saraf, perkembangan otak, dan suhu tubuh.

Gejala utama hipertiroid yang berkaitan dengan metabolisme ialah, denyut jantung sangat cepat, keringat berlebih, sulit tidur, hingga membuat penderitanya menjadi mudah cemas dan cepat tersinggung. Selain itu, gejala lain dari hipertiroidisme memungkinkan terjadinya pertumbuhan “tidak biasa” di tubuh seseorang.

Seperti timbulnya benjolan di sekitar leher, munculnya payudara di tubuh laki-laki, dan sebagainya. Gejala lain dari hipertiroidisme juga bisa membuat penderitanya merasa gatal, mual dan muntah, rambut menjadi halus dan rapuh sehingga mudah rontok, dan lain sebagainya. 

Gejala-gejala itu sebenarnya dapat diatasi dengan mudah jika penderita paham kuncinya. Nah, penderita sebenarnya hanya perlu menjaga dan memastikan kelenjar tiroid di dalam dirinya tetap seimbang, dan salah satu cara untuk mendapatkan itu adalah menjaga pola konsumsi. 

Ada beberapa aturan makanan yang harus dipatuhi oleh penderita hipertiroidisme, berikut ini adalah bahan-bahan konsumsi yang harus dihindari para penderita hipertiroidisme:

  • Gorengan

Gorengan menjadi kudapan favorit masyarakat Indonesia, meski banyak yang mengatakan bahwa jenis makanan ini tak baik untuk kesehatan. Penderita hipertiroidisme dianjurkan untuk menghindari gorengan untuk menjaga stabilitas kelenjar tiroidnya.

Gorengan tidak baik bagi penderita hipertiroidisme karena mengandung minyak dalam jumlah yang besar. Minyak inilah yang merupakan sumber kolesterol tinggi yang akan memicu produksi kelenjar tiroid di dalam tubuh seseorang. 

Lagi pula, lemak yang melekat pada camilan yang digoreng juga termasuk lemak tidak sehat dan akan meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah.

  • Daging Merah

Kandungan lemak jenuh yang tinggi dalam daging merah akan membuat keseimbangan hormonal tubuh menjadi terganggu. Bagi penderita hipertiroidisme, mengganti daging merah dengan ikan akan lebih baik untuk menstabilkan kadar tiroksin mereka. 

Tidak hanya itu, kelebihan konsumsi daging merah juga tidak baik bagi mereka yang juga mengalami penyakit lain, seperti serangan jantung, diabetes, atau kolesterol. Konsumsi daging merah berlebih berpotensi membuat penderita kesulitan dalam penyembuhan dari kondisi ini.

  • Makanan yang Mengandung Yodium

Yodium merupakan bahan yang mampu meningkatkan kinerja kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon tiroksin. Makanan yang mengandung banyak yodium harus dihindari jika seseorang terkena gangguan hipertiroidisme.

  • Susu, Termasuk Produk Olahannya

Penelitian yang telah dilakukan oleh sebagian besar ilmuwan membuktikan bahwa susu dan produk olahannya tidak disarankan bagi pengidap hipertiroidisme. Hal ini bisa terjadi karena di dalam susu maupun produk olahan dari susu, seperti keju, yoghurt, dan sebagainya, terkandung penisilin yang bisa mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh.

  • Kafein

Kafein yang terkandung dalam minuman kopi atau teh mengandung bahan aktif yang berfungsi sebagai stimulan. Hal ini dapat membuat kinerja kelenjar tiroid semakin meningkat dan mengalami penurunan kondisi kesehatan bagi pengidap kondisi ini.

***

Itulah beberapa bahan makanan yang sebaiknya dihindari oleh para pengidap hipertiroidisme. Menjaga pola makan dapat membantu mereka mengontrol keseimbangan kelenjar tiroid di dalam tubuhnya. Sementara kelenjar tiroid yang seimbang akan membuat metabolisme tubuh tetap dalam koridornya sehingga seseorang diharapkan bisa terhindar dari gejala-gejala yang mungkin timbul dari hipertiroidisme itu sendiri.

Penyakit Read More

Penjelasan Singkat Terkait Rotavirus

Merupakan sebuah infeksi virus yang menyebabkan seseorang mengalami peradangan di saluran pencernaan disebut dengan rotavirus. Pada umumnya, infeksi virus ini menjadi penyebab umum diare yang dialami bayi dan anak-anak. Khususnya di negara-negara dengan sanitasi lingkungan yang kurang baik. 

Gejala yang ditimbulkan karena infeksi virus ini sering kali muncul dua hari setelah orang tersebut terpapar virus. Salah satu gejala yang paling umum terjadi adalah diare yang menyebabkan hilangnya cairan di dalam tubuh secara cepat. Kondisi tersebut bahkan bukan tidak mungkin menyebabkan seseorang mengalami dehidrasi.

Penyebab Infeksi Rotavirus

Salah satu virus yang menjadi penyebab diare dengan cara penularan melalui fecal-oral atau bisa dikatakan menular dari feses para penderita yang tidak sengaja masuk ke mulut orang yang sehat. Bukan secara langsung tetapi lebih ke beberapa media seperti mengontaminasi air, makanan, minuman dan benda-benda yang terdapat di sekitar lingkungan seperti alat dapur dan mainan.

Kondisi tersebut biasanya terjadi apabila seseorang tidak bisa menjaga kebersihan lingkungan dengan baik, seperti misalnya tidak mencuci tangan setelah buang air yang kemudian langsung menyentuh benda yang ada di sekitar. Virus ini biasanya menginfeksi anak-anak berusia tiga hingga 35 bulan dan orang dewasa yang mengurus anak-anak penderita infeksi ini.

Gejala Awal

Tanda-tanda awal biasanya akan muncul dua hari setelah penderita terpapar virus ini, beberapa di antaranya adalah diare selama tiga hingga delapan hari, demam disertai muntah dan nyeri perut. Diare yang muncul akibat virus ini sering kali menyebabkan dehidrasi, khususnya pada anak-anak dengan beberapa gejala yang muncul seperti berikut ini.

  • Mulut mengering.
  • Mata terlihat cekung dan mengantuk.
  • Buang air kecil berkurang.
  • Muncul rasa haus yang berlebihan.
  • Ujung jari terasa dingin hingga kesadaran menurun.

Tak hanya pada anak-anak, virus ini juga bisa menyerang orang dewasa namun dengan gejala yang lebih ringan ketimbang yang dialami pada anak dan bahkan dalam beberapa kasus yang ada seseorang tidak mengalami gejala sama sekali. Meski demikian, beberapa gejala berikut ini bisa menjadi penanda seseorang untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

Diagnosis penyakit akan dilakukan dokter dengan menanyakan seputar keluhan dan gejala yang dialami oleh para pasien. Setelahnya, dokter akan melakukan pemeriksaan guna melihat ada dan tidak adanya demam atau tanda dehidrasi. Guna memastikan diagnosis, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang, seperti.

  • Tes darah, fungsinya untuk mendeteksi infeksi yang terdapat di dalam darah, kadar gula dan elektrolit yang terdapat di dalam darah.
  • Pemeriksaan feses, tujuan pemeriksaan ini adalah untuk melakukan identifikasi jenis kuman yang menjadi penyebab diare sekaligus mendeteksi antigen virus pada sampel feses.

Pengobatan Rotavirus

Untuk pengobatan yang harus dilakukan tergantung dari gejala, usia dan riwayat dari kesehatan pasien. Dalam kondisi ringan, infeksi penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu tiga sampai dengan tujuh hari. Namun, hingga saat ini belum ada antivirus yang secara spesifik bisa digunakan untuk mengatasi infeksi, beberapa cara ini bisa dilakukan secara mandiri di rumah.

  • Memperbanyak konsumsi ASI pada anak yang berusia kurang dari dua tahun atau perbanyak konsumsi air putih bagi orang dewasa.
  • Konsumsi oralit atau juga larutan dengan campuran bahan gula dan garam bagi orang dewasa yang mengalami diare.
  • Konsumsi makanan dengan gizi seimbang, termasuk sup seperti makanan berkuah atau yang berkaldu.
  • Menghindari konsumsi kafein, alkohol dan nikotin yang bisa memperparah keluhan dan menimbulkan rasa tidak nyaman di perut.
Penyakit Read More

Penyebab Global Warming dan Efeknya Terhadap Kesehatan

Global warming atau pemanasan global tidak hanya dapat memengaruhi cuaca saja, tetapi juga memiliki dampak tersendiri terhadap kesehatan tubuh Anda. Penyebab global warming adalah meningkatnya gas karbon monoksida hasil pembakaran kendaraan bermotor dan alat lain yang menggunakan bahan bakar di udara. Selain itu, penggunaan CFC dan polusi gas metana dari peternakan dan pertanian juga turut berkontribusi dalam perubahan iklim. Hal ini sangat berbahaya. Bahkan perubahan kecil pada iklim memiliki efek kesehatan, mulai dari penyakit asma dan jantung hingga penyakit yang dibawa oleh nyamuk. Artikel ini akan membahas hal tersebut dengan lebih mendalam.

Kebanyakan diskusi mengenai pemanasan global lebih berfokus pada penyebab global warming dan efeknya di masa depan. Padahal, saat ini pemanasan global sudah memakan banyak korban dengan cara memengaruhi kesehatan tubuh manusia. Beberapa penyakit yang menjadi lebih parah akibat pemanasan global adalah:

  • Asma

Suhu atau cuaca yang semakin panas dapat memengaruhi kualitas udara karena meningkatnya kadar polutan dan ozon di udara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan dalam kurun waktu 130 tahun terakhir, dunia menjadi lebih panas 0.85 derajat Celsius. Sebagai hasilnya, tingginya suhu udara dapat menyebabkan polutan udara menjadi masalah yang lebih besar bagi mereka yang menderita asma.

Sulit untuk menyalahkan perubahan cuaca sebagai penyebab beberapa serangan asma. Akan teteapi, Institut Kesehatan Nasional (NIH) memperingatkan bahwa perubahan iklim akan berdampak pada serbuk sari, ozon di permukaan tanah, dan polutan-polutan lain yang dapat memicu berbagai macam reaksi asma, seperti rasa sakit pada dada, batuk, iritasi tenggorokan, dan hidung mampet.Polutan tersebut juga dapat mengurangi fungsi paru-paru dan menyebabkan peradangan pada paru-paru.

  • Penyakit yang berhubungan dengan jantung

Gelombang panas dan suhu yang tinggi menjadi hal yang cukup biasa beberapa tahun belakangan ini. Penulis laporan perubahan iklim menemukan bahwa dalam 17 tahun terakhir, 16 di antaranya memecahkan rekor cuaca terpanas. Suhu udara yang lebih tinggi berarti orang-orang menjadi lebih berisiko untuk terkena potensi penyakit-penyakit berbahaya yang berhubungan dengan jantung. Dengan cuaca yang sangat tinggi, manusia akan berisiko menderita penyakit seperti stroke panas, keram panas, dan kelelahan akibat panas. Pada tahun 2003 di Eropa, diperkirakan sekitar 70 ribu orang meninggal akibat gelombang panas, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

  • Alergi

Penyebab global warming secara tidak langsung juga dapat membuat orang menderita alergi musiman. Suhu yang terus meningkat ditambah dengan tingginya kadar karbon dioksida di udara dapat memiliki efek yang sangat besar terhadap tanaman dan serbuk sari, keduanya merupakan penyebab utama alergi musiman. Tanaman-tanaman yang menyebabkan alergi akan tumbuh dan berkembang dalam waktu yang lebih lama akibat suhu udara yang lebih hangat. Hal ini berarti serbuk sari akan membuat gejala alergi menjadi lebih buruk.

  • Penyakit kardiovaskular

Iklim yang semakin memanas dapat menyebabkan kondisi yang memberikan tekanan pada sistem kardiovaskular. Hal ini akan membuat orang-orang berisiko menderita stroke, serangan jantung, dan kondisi kardiovaskular lainnya.

Penyebab global warming tidak hanya memberikan dampak yang besar terhadap kondisi iklim, cuaca, dan lingkungan saja, tetapi juga memengaruhi kesehatan seseorang. Meskipun kurang tepat untuk menyebut global warming sebagai penyebab gangguan kesehatan, kondisi-kondisi yang terpicu olehnya (seperti panas dan dampak terhadap tanaman) menjadi alasan utama bagi manusia untuk segera menemukan solusi menghentikan pemanasan global agar kita terhindar dari penyakit-penyakit tersebut di atas.

Hidup Sehat Read More