Prosedur Uji Fungsi Hati Tak Hanya ALT dan ALP Test

ALT dan ALP test adalah suatu pemeriksaan untuk mengukur kadar enzim yang menjadi penanda fungsi hati.

Organ hati perlu dijaga kesehatannya karena ia berperan cukup penting dalam mekanisme tubuh manusia. Seseorang bisa memulai menjaga kesehatan organ hati dengan melakukan prosedur uji fungsi hati untuk mengukur sejauh mana kondisi organ tersebut pada saat ini. Dua di antara prosedur yang dimaksud adalah ALT dan ALP test.

Uji fungsi hati dilakukan dengan mengukur kadar senyawa kimia tertentu dalam darah, kemudian membandingkannya dengan nilai normal senyawa kimia tersebut. Jika hasil pengukuran zat kimia menunjukkan kadar yang tidak normal, dapat dicurigai adanya penyakit atau kerusakan hati.

Namun, prosedur uji fungsi hati tidak hanya dua itu saja. Masih banyak prosedur atau metode lain yang bisa dijadikan pilihan atau alternatif pemeriksaan. Mungkin dokter akan memberikan sugesti kepada Anda, tergantung bagaimana kondisi Anda.

Berikut ini beberapa prosedur fungsi hati yang tersedia dalam dunia medis:

  • Tes serum glutamat piruvat transaminase (SGPT) atau alanin transaminase (ALT)

Tes ini mengukur kadar enzim SGPT di dalam darah. Pada kondisi normal, enzim SGPT terkandung di dalam sel-sel hati dan hanya sedikit terdapat di dalam darah. Jika sel-sel hati mengalami kerusakan, enzim SGPT akan terlepas dari sel-sel hati ke dalam darah, sehingga kandungan enzim tersebut di dalam darah akan mengalami kenaikan.

  • Tes serum glutamat oksaloasetat transaminase (SGOT) atau aspartat aminotransferase (AST) 

Tes ini mengukur kadar enzim SGOT di dalam darah. Hampir sama dengan enzim SGPT, pada kondisi normal, enzim SGOT dapat ditemukan pada kadar rendah di dalam darah. Akan tetapi jika terjadi kerusakan liver, maka kadar enzim SGOT di dalam darah akan mengalami peningkatan.

  • Tes albumin 

Albumin merupakan protein yang diproduksi khusus oleh hati. Albumin dalam darah berfungsi untuk memberikan nutrisi bagi jaringan, mencegah kebocoran cairan dari pembuluh darah, dan membantu transportasi hormon, vitamin dan senyawa lain di dalam darah. Hati yang tidak bekerja dengan baik, dapat ditandai dengan konsentrasi albumin yang lebih rendah dari normal.

  • Tes bilirubin 

Bilirubin merupakan produk sisa penghancuran sel darah merah, yang dihasilkan oleh hati. Bilirubin akan dibentuk oleh hati dan dibuang melalui saluran pencernaan bersama feses. Jika hati atau liver mengalami kerusakan, maka pembuangan bilirubin akan terhambat sehingga menyebabkan kenaikan kadar bilirubin dalam darah.

  • Tes alkali fosfatase 

Alkali fosfatase (ALP) merupakan enzim yang biasanya ditemukan di empedu, kantung empedu, dan hati. Jika hati atau kantung empedu mengalami gangguan atau kerusakan, konsentrasi enzim ALP akan mengalami kenaikan. 

Prosedur tes alkali fosfatase ini kerap disandingkan bersama prosedur ALT, sehingga kerap disangka sebagai sebuah satu kesatuan menjadi ALT dan ALP test.

  • Tes gamma-glutamyl transferase 

Gamma-glutamyl transferase (GGT) merupakan enzim yang ditemukan di berbagai organ tubuh, namun konsentrasinya paling tinggi terdapat di hati. GGT akan meningkat bila terjadi kerusakan di hati atau saluran empedu.

***

Beberapa prosedur uji hati di atas memang efektif untuk mengetahui ada apa di balik organ hati seseorang. Akan tetapi yang perlu diingat adalah bahwa hasil uji fungsi hati tidak memberikan diagnosis spesifik tentang penyakit hati yang sedang diderita. Hasil tersebut dapat digunakan oleh dokter untuk mempertimbangkan metode pemeriksaan atau pengobatan berikutnya.

Karena ternyata prosedur uji fungsi hati tidak hanya ALT dan ALP test saja, pasien atau penderita mungkin akan diuntungkan dengan kenyataan ini. Artinya, mereka banyak memiliki pilihan untuk menentukan atau mendapatkan metode yang sesuai dengan kebutuhannya.

Penyakit Read More

6 Penyebab Utama Gigi Sensitif

Pernahkah Anda merasa tidak nyaman saat mengonsumsi minuman dingin? Atau Anda hingga meringis ketika menyikat gigi atau membersihkannya? Jika hal ini terjadi pada Anda, bisa jadi ini salah satu gejala gigi sensitif.

gigi sensitif

Gigi sensitif merupakan kondisi yang muncul saat Anda merasakan adanya sensasi ngilu dan nyeri pada gigi. Nah, jika Anda mengonsumsi minuman dingin maka ada rasa tidak nyaman seperti ngilu ataupun sakit pada gigi tersebut. Berikut beberapa penyebab utama dari gigi sensitif.

  1. Menyikat gigi terlalu keras

Hal yang paling sering menyebabkan gigi menjadi sensitif adalah menyikat gigi terlalu kuat atau kasar. Dengan seiringnya waktu dan gesekan yang terus menerus dapat membuat enamel menjadi tipis dan lapisan dentin terekspose serta membuat gigi menjadi sangat sensitif.

Ketika dentin tersebut terpapar suhu yang ekstrim atau makanan yang asam atau lengket, maka bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan sensitifitas pada gigi. Nah, solusi paling sederhanan yang paling mudah Anda lakukan adalah beralih ke sikat gigi dengan bulu yang lebih lembut dan tidak menyikat gigi dengan kuat atau kasar.

  • Cavity/berongga

Cavity adalah kerusakan pada gigi yang luas sehingga akan membentuk sebuah rongga atau lubang kecil. Cavity sering kali disebut dengan gigi berlubang, karies atau pembusukan pada gigi. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk bakteri pada mulut Anda, karena sering ngemil, mengonsumsi minuman manis dan tidak membersihkan gigi dengan baik.

Jadi jika hal ini terus berlangsung dan tidak segera diobati maka gigi berlubang tersebut akan terus bolong hingga mencapai enamel dan masuk ke dentin, hingga membuat gigi Anda sangat sensitif.

Kerusakan pada gigi ini adalah salah satu hal yang paling sering terjadi pada masalah kesehatan gigi dan mulut, baik pada orang dewasa maupun anak-anak.

  • Gusi menipis

Hal lain yang menjadi faktor utama terjadinya gigi sensitif adalah menipis atau menysusutnya gusi Anda. Gusi memiliki tugas yang sangat penting untuk menjaga gigi Anda tetap pada tempatnya. Tetapi, terkadang gusi tersebut turun atau menyusut yang dikenal dengan resesi. Kondisi ini membuat akar gigi menjadi terlihat dan gigi menjadi lebih sensitif.

Beberapa hal yang menjadi faktor terjadinya resesi gusi antara lain penyakit gusi, menyikat gigi terlalu keras, menggunakan sikat gigi yang kasar, cedera gusi, merokok, hingga faktor genetik. Salah satu perawatan untuk resesi gusi adalah tergantung pada apa yang menyebabkannya. Misalnya jika resesi karena menggunakan sikat gigi keras, Anda hanya perlu menggantinya dengan sikat gigi yang lembut.

  • Gigi retak

Hal lain yang utama dalam penyebab gigi sensitif adalah adanya gigi retak. Ketika Anda memiliki gigi retak maka saat mengonsumsi minuman dingin atau makanan asam membuat nyeri. Gigi yang retak dapat mengekspose pulpa gigi Anda, sehingga jaringan lunak yang mengandung saraf dan pembuluh darah akan terbuka, sehingga membuat iritasi.

Salah satu tanda gigi retak adalah rasa sakit yang tajam ketika Anda menggigit sesuatu, dan gigi sensitif juga bisa terjadi pada gigi yang bolong tersebut. Beberapa hal yang menyebabkan gigi retak adalah adanya pukulan pada mulut, mengunyah makanan keras, atau gigi rapuh. Kondisi seperti ini Anda disarankan segera mengunjungi dokter untuk mendapatkan tindakan medis lebih lanjut.

  • Memutihkan gigi terlalu sering

Memiliki gigi putih memang idaman hampir semua orang. Kini, dengan teknologi yang semakin maju memutihkan gigi dapat dilakukan dengan mudah di dokter gigi. Akan tetapi, jika Anda memutihkan gigi dengan intensitas yang terlalu sering dalam kurun waktu satu tahun maka bisa menyebabkan gigi sensitif.

Pasalnya, jika terlalu sering memutihkan gigi bisa merusak enamel gigi Anda, dan memperburuk tubulus dalam dentin hingga menyebakan gigi sensitif. Jadi, ada baiknya untuk mengikuti saran dokter gigi Anda dalam memutihkan gigi dan lakukan dengan ahlinya atau profesional.

  • Memiliki plak yang berlebihan

Tujuan dari menyikat gigi dan membersihkan gigi dengan flossing adalah untuk menghilangkan plak yang terbentuk setelah Anda makan. Penumpukan plak yang berlebihan dapat menyebabkan enamel gigi menjadi aus atau menyusut. Nah, kondisi ini membuat gigi Anda menjadi sangat sensitif karena kehilangan perlindungan dari enamel.

Gigi sensitif pada dasarnya dapat diobati salah satunya dengan menggunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif. Namun, formula tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya pada semua orang. Jika, dengan pasta gigi tersebut tidak berhasil, ada baiknya untuk menemui dokter gigi dan berkonsultasi lebih lanjut tentang permasalahan gigi Anda.  

Hidup Sehat Read More

7 Manfaat ketika Rajin Melakukan Teknik Relaksasi

Relaksasi dapat menjadi cara untuk menghilangkan emosi negatif di dalam tubuh. Dengan teknik relaksasi yang tepat, Anda bisa merasakan tubuh lebih enteng dan stres bisa berkurang. Karena itu, tak heran jika saat ini banyak masyarakat rela mengorbankan waktu berjam-jam untuk melakukan relaksasi yang berguna bagi tubuh dan jiwanya.

Namun, seberapa efektif sih teknik relaksasi memberikan manfaat bagi raga dan jiwa Anda? Mungkin Anda yang masih ragu untuk melakukan relaksasi secara rutin kerap bertanya-tanya mengenal hal ini. Jawabannya, teknik relaksasi yang dilakukan secara rutin dan benar memang memiliki manfaat efektif untuk kesehatan raga sampai mental.

Berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa Anda peroleh ketika rutin melakukan relaksasi. Nyatanya bukan hanya perasaan saja ketika Anda merasa lebih enteng setelah melakukan teknik relaksasi. Soalnya, berbagai manfaat kebugaran jiwa maupun raga ini benar-benar telah terbukti bagi mereka yang rajin melakukan relaksasi.

  1. Menghalau Depresi

Adalah hal yang lumrah ketika tiap orang merasa stress terkait sesuatu asalkan stres tersebut tetap terkendali dan tidak mengarah ke bentuk depresi. Ketika melakukan teknik relaksasi yang tepat, Anda akan lebih mudah untuk mengontrol tingkat stres. Pasalnya, hormon serotonin dan dopamine dapat ditingkatkan dengan cara relaksasi yang membuat pikiran Anda lebih rileks.

  • Meningkatkan Imunitas

Relaksasi secara rutin dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh Anda. Dengan demikian, Anda akan lebih tahan bantin terhadap segala jenis peradangan. Imunitas yang meningkat dikarenakan tingkat stress Anda menjadi lebih rendah akibat bisa dikelola dengan baik melalui teknik relaksasi.

  • Mengontrol Tekanan Darah

Seseorang dengan tingkat stres tinggi cenderung memiliki tekanan darah yang tinggi pula. Sebaliknya ketika Anda bisa mengelola stres secara baik, tekanan darah juga bisa dikontrol dengan baik pula. Karena itu, relaksasi sangat disarankan bagi Anda yang memiliki masalah hipertensi.

  • Melindungi Jantung

Jantung Anda akan lebih terlindungi ketika Anda rajin melakukan teknik relaksasi yang tepat. Pasalnya ketika stres berkurang akibat relaksasi, adrenalin mampu diturunkan sehingga detak jantung menjadi lebih lambat. Kondisi detak jantung yang tidak terlalu cepat ini baik untuk kesehatan pompa jantung karena bisa menghindarkan Anda dari serangan jantung yang mendadak.

  • Mengurangi Risiko Stroke

Tahu tidak, penelitian membuktikan, orang-orang yang rajin melakukan relaksasi ternyata memiliki risiko terserang stroke 24 persen lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak aktif melakukan teknik relaksasi. Pasalnya, faktor risiko penyebab stroke, seperti tekanan darah tinggi serta penyakit kardivaskular juga dapat dikontrol dengan metode relaksasi.

  • Mendapat Inspirasi

Stres membuat pikiran Anda buntu karena dapat membunuh sel-sel otak di hipokampus, yang terkait dengan pemikiran kompleks dan pemecahan masalah. Makanya itu ketika Anda rajin melakukan relaksasi dan mampu mengelola stress, pikiran Anda menjadi lebih jernih. Anda pun akan lebih peka terhadap berbagai inspirasi yang lahir dari buah pikiran Anda.

  • Meningkatkan Daya Ingat

Ketika Anda stres, harus diakui kinerja otak menjadi terganggu. Anda pun menjadi lebih mudah lupa karena adanya gangguan fungsi korteks prefrontal di otak yang berfungsi untuk mengingat dan belajar. Dengan melakukan teknik relaksasi, stres dapat dilawan dan fungsi korteks prafrontal menjadi optimal kembali. Daya ingat Anda pun kembali meningkat dan menjadi tajam.

***

Ternyata banyak bukan manfaat dari melakukan teknik relaksasi secara tepat? Karena itu, biasakan untuk rutin melakukan relaksasi minimal 3 kali seminggu, ya. Durasi waktu tiap latihan sendiri dianjurkan cukup 20—30 menit.

Kesehatan Mental Read More

Anak Hiperaktif? Kenali Kondisinya dan Atasi Sejak Dini!

Setiap orang tua tentu mengharapkan anak-anaknya tumbuh dengan baik dan sehat. Anak yang sehat bisa dilihat dari keaktifan dalam merespons hal-hal disekitarnya. Namun, apa yang terjadi jika orang tua merasa anaknya hiperaktif? Apakah kondisi anak hiperaktif adalah hal yang tidak perlu dikhawatirkan? Atau justru, hal yang berbahaya untuk Si Kecil jika dibiarkan? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, mari kita simak penjelasannya di sini.

Mengenal anak hiperaktif.

Mungkin saja saat ini Anda memiliki anak yang sedang aktif-aktifnya melakukan sesuatu. Mulai dari memanjat, melompat, mencoret-coret dinding, berlarian, hingga melakukan hal-hal lainnya tanpa mengenal waktu. Tahukah Anda? Anak hiperaktif adalah anak yang memiliki keaktifan tidak sesuai dengan waktu atau aturan pada umumnya. Inilah yang menjadi perbedaan dasar pada anak aktif dengan anak hiperaktif.

Dikutip dari laman Understood, beberapa ciri-ciri anak hiperaktif adalah sebagai berikut.

  • Berlari dan berteriak ketika bermain di luar maupun di dalam ruangan.
  • Berdiri dan berkeliling ke meja temannya saat guru menjelaskan di depan kelas.
  • Suka bergerak cepat, sehingga menabrak orang atau benda.
  • Bermain terlalu kasar dan tidak sengaja melukai dirinya sendiri ataupun teman-temannya.
  • Terus berbicara bahkan di saat orang-orang sekitar sedang diam.
  • Sering mengganggu orang lain.
  • Tubuhnya terus bergerak bahkan ketika duduk.
  • Sering merasa gelisah dan ingin memiliki semuanya.
  • Sulit untuk duduk diam saat makan ataupun kegiatan tenang lainnya.

Apabila anak mulai melakukan hal-hal di atas tanpa mengenal waktu dan tidak lagi mendengarkan perintah Anda, maka mungkin anak mengalami gejala hiperaktif.

Penyebab anak hiperaktif.

Penyebab anak hiperaktif bisa bermacam-macam. Dikutip dari Very Well Family, ada beberapa hal yang menyebabkan kondisi anak menjadi hiperaktif.

  1. Stres akibat anak terlalu banyak mengalami tekanan, seperti memiliki adik baru, pindah rumah, keluarga yang tidak harmonis, dan sebagainya.
  2. Gangguan kecemasan atau trauma terhadap suatu hal tertentu.
  3. Pola makan yang tidak sehat, seperti sering mengonsumsi makanan yang mengandung pemanis, pengawet, dan pewarna buatan.
  4. Malas olahraga, sehingga jadi tidak produktif saat seusianya.
  5. Kurang tidur yang akan memicu tubuh lebih banyak melepas hormon kortisol dan adrenalin. Akibatnya, anak memiliki banyak energi untuk tetap terjaga.
  6. Masalah kesehatan tertentu, seperti attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), kelenjar tiroid terlalu aktif (hipertiroidisme), serta gangguan pada sistem saraf.

Kapan Anda bisa mengenali anak hiperaktif?

Hiperaktif memang tidak mudah ditentukan, karena bisa bersifat subjektif bagi sebagian orang. Perlu digarisbawahi, hiperaktif tidaklah sama dengan aktif. Anak hiperaktif cenderung konstan dan melakukan sesuatu di luar kendali dirinya. Adapun anak yang aktif cenderung lebih mudah untuk bergabung dalam apa yang sedang terjadi. Lalu, merasa sangat frustasi jika anak tersebut mengalamikesulitan dalam sesuatu yang benar-benar ingin mereka ketahui atau harapkan.

Sementara itu, kondisi anak hiperaktif juga dilihat dari faktor usianya. Umumnya, anak-anak butuh waktu untuk menunjukkan keterampilannya dan menjaga perilaku mereka tetap terkendali. Tidak semua anak-anak memiliki batasan usia yang sama dalam hal tersebut. Misalnya, ada anak yang bisa mengontrol diri dengan baik saat berusia 4 tahun, sedangkan anak-anak lain butuh waktu 6 tahun untuk melatihnya.

Nah, ada suatu masa di mana Anda melihat sebagian besar anak-anak pada kelompok umur yang sama memiliki keterampilan mengatur diri sendiri yang serupa. Namun, pada anak hiperaktif, hal tersebut justru tidak terlihat. Saat itulah, Anda mulai waspada adanya masalah yang sedang terjadi pada anak. 

Cara mengatasi anak hiperaktif.

Semakin cepat Anda mengetahui kondisi anak hiperaktif, maka semakin cepat pula penanganan yang dapat diberikan untuk anak. Mulailah untuk mengubah bentuk keaktifan anak melalui permainan, olahraga, dan aktivitas fisik. Lalu, ciptakan kehidupan yang terstruktur, sehingga anak memiliki kebiasaan yang teratur dan disiplin. Jangan lupa, latih anak Anda untuk tidur secara rutin. Jika sudah waktunya tidur, maka tidak ada lagi kegiatan lain, seperti main gadget yang bisa mengganggu waktu tidurnya.

Kondisi anak hiperaktif bisa menjadi hal yang sulit bagi seluruh keluarga. Namun, satu hal penting yang bisa Anda lakukan adalah membuat anak tidak merasa buruk atau malu berada di lingkungan sekitarnya. Selalu berikan dukungan dan dampingi anak Anda, agar kelak bisa mengontrol dirinya sendiri seiring berjalannya waktu.

Parenting Read More

Cara Mengatur Pola Makan Berlebih

Mengatur pola makan sehat bisa dilakukan dengan memasukkan sayuran dan buah dalam menu harian

Terlalu banyak makan saat bersantai atau mengonsumsi kalori dalam jumlah yang besar setiap harinya merupakan pola makan yang sulit untuk diubah. Bukan hal yang mengherankan apabila pola makan ini dianggap sebagai sebuah gaya hidup yang tidak sehat dan dapat menyebabkan obesitas dan gangguan kesehatan lainnya, seperti diabetes dan gagal jantung. Untuk menghindari risiko penyakit tersebut, seseorang perlu mulai mencoba mengatur pola makan tidak sehat dan berlebih yang dimiliki. Artikel ini akan membahas hal-hal apa saja yang bisa Anda lakukan dalam mengatur pola makan. 

Mengubah kebiasaan makan bukan sebuah hal yang mudah. Beberapa komponen penting dalam mengatur pola makan tidak sehat adalah menyadari bahwa kebiasaan makan Anda salah dan perlu diubah, mengetahui mengapa kebiasaan tidak sehat tersebut ada, dan tahu bagaimana -dengan perlahan- mengubah pola makan ke arah kebiasaan yang lebih sehat. Dalam mengubah pola makan ini, para ahli percaya bahwa mengubah kebiasaan sedikit demi sedikit merupakan cara yang paling efektif dan memiliki kemungkinan berhasil lebih tinggi. Adapun cara mengatur pola makan dan mengurangi makan berlebih yang dapat Anda lakukan adalah:

  • Jauhkan gangguan di sekitar Anda

Makan saat perhatian tidak fokus pada aktivitas makan itu sendiri merupakan hal yang umum terjadi pada setiap orang. Banyak orang senang makan siang di depan komputer atau ngemil sembari menonton acara favorit di TV. Meskipun kebiasaan ini terlihat tidak berbahaya, hal ini dapat menyebabkan Anda makan dalam jumlah yang berlebih. Sebuah tinjauan dari 24 penelitian menyatakan bahwa terdistraksi saat makan membuat seseorang mengonsumsi lebih banyak kalori. 

  • Ketahui makanan pemicu

Mengetahui makanan mana yang menjadi pemicu makan berlebih dan menghindarinya dapat mengurangi kemungkinan terjadinya makan berlebih. Contohnya es krim yang sering memicu makan berlebih. Merupakan ide yang baik apabila Anda berhenti membeli dan menyimpan es krim di freezer. Semakin sulit seseorang mengakses makanan, semakin berkurang pula risiko makan berlebih. Anda disarankan untuk menyimpan makanan atau camilan tidak sehat (seperti permen, keripik, dan kue kering) jauh dari pandangan sehingga tidak akan ada godaan untuk mencicipinya. Anda juga bisa menyiapkan pilihan makanan alternatif yang lebih sehat, seperti buah apel dan selai kacang atau sayuran dan hummus untuk mendukung pola makan yang lebih sehat. 

  • Hindari makan sesuatu langsung dari wadahnya

Makan keripik langsung dari bungkus atau es krim dari wadah dapat membuat Anda memakan makanan tersebut dalam jumlah yang lebih banyak dari sajian yang disarankan. Sajikan makanan tersebut pada piring ataupun mangkuk utnuk membantu Anda mengatur pola makan dan jumlah kalori yang dikonsumsi dalam satu aktivitas makan. Anda juga bisa menggunakan alat ukur untuk melatih mata tentang seberapa banyak porsi normal yang perlu dikonsumsi. 

  • Kurangi stres

Stres dapat menyebabkan seseorang makan dalam jumlah yang lebih banyak dari semestinya. Sangat penting untuk menemukan cara mengurangi stres dalam hidup sehari-hari Anda. Stres yang kronis dapat meningkatkan hormon kortisol, sebuah hormon yang dapat meningkatkan nafsu makan. Penelitian menunjukkan bahwa stres dapat membuat orang banyak makan, mudah lapar, dan menyebabkan pertambahan berat badan. 

Banyak orang mengalami masalah dengan makan berlebih. Gaya hidup yang buruk dan konsumsi kalori dalam jumlah besar dapat menyebabkan obesitas, diabetes, dan penyakit kronis lainnya. Untuk itulah setiap orang harus mengatur pola makan mereka, agar risiko menderita komplikasi penyakit berbahaya berkurang.

Hidup Sehat Read More

Makanan yang Bisa Menyebabkan Sendawa Bau

Sendawa bau adalah sendawa yang diikuti oleh bau telur busuk yang disebabkan oleh gas hidrogen sulfida. Bersendawa berlebihan atau sendawa dengan bau busuk mungkin merupakan tanda-tanda masalah yang berbeda.

Bersendawa adalah cara bagi sistem pencernaan Anda untuk melepaskan gas berlebih. Gas ini biasanya udara yang masuk melalui mulut atau merupakan produk sampingan dari bakteri yang menghancurkan makanan.

Kebanyakan sendawa berbau seperti makanan yang menyebabkannya atau isi perut Anda saat ini. Sendawa bau hanyalah sendawa yang disertai bau telur busuk dan bau ini adalah gas hidrogen sulfida (H2S).

Sendawa bau biasanya disebabkan oleh salah satu dari hal berikut:

  • Sesuatu yang Anda makan

Gas hidrogen sulfida diproduksi ketika bakteri di rongga mulut dan saluran pencernaan Anda memecah makanan. Hal ini dapat menyebabkan sendawa berbau busuk atau perut kembung. Makanan yang dapat menyebabkan sendawa bau termasuk makanan berprotein tinggi dan bir.

  • Masalah gastrointestinal

Penyebab khas dari sendawa bau adalah masalah pencernaan. Kondisi-kondisi, termasuk irritable bowel syndrome (IBS) dan penyakit gastroesophageal reflux (GERD), dapat menyebabkan gas dari lambung Anda naik ketika sendawa dan refluks asam lambung.

Beberapa bakteri berbeda yang dapat menyebabkan sendawa bau juga dapat mempengaruhi sistem pencernaan Anda. Infeksi pada saluran pencernaan bagian atas yang disebabkan oleh bakteri H. pylori dapat menyebabkan masalah, termasuk kembung, mulas, dan sendawa bau.

Masalah lain dapat menyebabkan atau dikaitkan dengan sendawa bau termasuk:

  • Keracunan makanan
  • Konsumsi obat yang diresepkan
  • Stress
  • Kegelisahan
  • Kehamilan

Menghilangkan makanan kaya sulfur dari makanan Anda dapat membantu mengurangi sendawa bau. Berikut sayuran yang mengandung sulfur tinggi meliputi:

  • Brokoli
  • Kubis Brussel
  • Kubis
  • Arugula
  • Kembang kol
  • Bok choy
  • Sawi hijau
  • Lobak
  • Selada air

Sumber sulfur lainnya termasuk:

  • Bir
  • Telur
  • Daging
  • Unggas
  • Ikan
  • Lentil dan kacang
  • Kacang-kacangan
  • Biji-bijian 
  • Tahu

Hindari aktivitas tertentu untuk mencegah tertelannya udara dan bisa menyebabkan sendawa bau, seperti:

  • Minum minuman berkarbonasi (soda dan bir)
  • Menelan udara sebelum bersendawa
  • Memakai gigi palsu yang tidak pas
  • Mengunyah permen karet
  • Mengisap permen bertekstur keras
  • Merokok
  • Makan atau minum terlalu cepat
  • Minum dari sedotan

Bersendawa dengan bau bisa mengganggu, tetapi kondisi ini bukan merupakan pertanda masalah serius. Beberapa pengobatan alternatif telah digunakan selama ribuan tahun untuk mengobati berbagai masalah perut dan pencernaan. Lihat apakah opsi tersebut membantu Anda.

Hampir semua kasus sendawa bau tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika Anda memiliki gejala baru atau ada perubahan mendadak, Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda.

Hidup Sehat Read More