Mengenal Apa Itu Sindrom Marie Antoinette

Sindrom Marie Antoinette adalah kondisi ketika warna rambut seseorang tiba-tiba berubah menjadi putih secara tiba-tiba. Seperti yang disebutkan di atas, sindrom ini diambil dari cerita tentang warna rambut Marie Antoinette yang berubah menjadi putih semalam sebelum ia menjalani hukuman mati tahun 1793. Cerita perubahan warna rambut ini memang sulit dipercaya banyak orang. Meskipun demikian, beberapa individu memang mengklaim bahwa rambut mereka berubah menjadi putih dalam satu malam yang terjadi akibat stres. Sindrom Marie Antoinette, jika benar-benar nyata, berbeda dengan pembentukan uban biasa. Biasanya, rambut putih atau uban terjadi secara alamiah dan perlahan seiring pertambahan usia. Namun, pada beberapa kasus sindrom Marie Antoinette, perubahan warna rambut ini bisa terjadi pada orang yang masih muda secara tiba-tiba. Marie Antoinette sendiri dihukum mati saat ia berusia 37 tahun.

Pakar kesehatan menyebutkan jika normalnya kita memang akan mengalami penuaan pada rambut sehingga secara perlahan-lahan rambut kita akan terus memutih dan akan benar-benar putih sempurna saat kita sudah tua. Namun, ternyata, cerita yang dialami oleh Marie Antoinette ini bisa benar-benar terjadi. Ya, ada kemungkinan rambut kita bisa memutih dalam semalam atau setidaknya sangat cepat. Sindrom ini dinamai sama persis dengan legenda ratu Perancis ini meskipun secara medis dinamai dengan Canities Subita. Ada sebuah penelitian yang dirilis hasilnya pada tahun 2013 kemarin yang bahkan menyebutkan jika semenjak tahun 1800-an, setidaknya ada 84 kasus rambut yang memutih dengan kecepatan yang sangat luar biasa. Hal yang menarik adalah, penyebab dari kasus sindrom ini juga dikarenakan oleh stress berat atau trauma berat.

Kasus Sindrom Marie Antoinette

Marie Antoinette bukan satu-satunya individu yang dipercaya mengalami perubahan warna rambut tiba-tiba. Beberapa laporan lain juga menyebutkan kejadian serupa, misalnya:

  1. Thomas More, penasihat Raja Henry VIII di Inggris (1535)

Thomas More, yang merupakan penulis sekaligus penasihat Raja Henry VIII di Inggris, juga disebutkan mengalami perubahan warna rambut menjadi putih secara tiba-tiba sebelum dieksekusi mati tahun 1535.

  1. Penyintas serangan bom di Perang Dunia II

Perubahan warna rambut menjadi putih tak hanya disebutkan terjadi pada figur sejarah. Dalam catatan yang lebih modern, kasus serupa juga disebutkan hampir satu abad silam.Sebuah laporan yang dimuat dalam  Archives of Dermatology menyebutkan, catatan di masa Perang Dunia II melaporkan adanya perubahan warna rambut menjadi putih di kalangan penyintas serangan bom di era perang tersebut. 

  1. Kasus pria lansia di Amerika Serikat (1957)

Masih dari laporan yang lebih terbaru, yakni tahun 1957, seorang dokter kulit di Amerika Serikat menyaksikan perubahan warna rambut pasien pria berusia 63 tahun menjadi putih. Namun, sedikit berbeda dengan sindrom Marie Antoinette yang terjadi dalam satu malam, perubahan warna rambut pria tersebut terjadi dalam kurun waktu beberapa minggu.Pria lansia tersebut dilaporkan mengalami perubahan warna rambut setelah terjatuh di tangga. Pasien ini juga mengalami rambut rontok walau tidak ditemukan pola kebotakan. Sekitar 17 bulan kemudian, sang pria mengalami kelainan kulit vitiligo.

Sindrom Marie Antoinette masih menyisakan misteri di kalangan ahli. Sembari menantikan kabar terbaru dari sindrom ini, tentu kita sebaiknya fokus dalam menjaga kesehatan rambut dan peka terhadap tanda-tanda kerusakan rambut.

Penyakit Read More

Penjelasan Singkat Gastroschisis yang Perlu Dipahami

Merupakan cacat lahir yang terjadi pada dinding perut bayi di mana usus keluar melalui lubang sisi pusar dikenal dengan nama gastroschisis. Ukuran lubang pada penderita ini bervariasi dan pada umumnya terleta di sebelah kanan pusar. Keadaan ini terjadi akibat dari tidak sempurnanya pembentukan otot dinding perut bayi saat berada di kandungan.

Kondisi ini terjadi di awal masa kehamilan ketika otot yang membentuk perut bayi tidak bekerja dengan benar. Lubang yang muncul membuat usus dan organ lain keluar dari tubuh, kondisi ini pada umumnya terjadi di sisi kanan pusar. Sehingga membuat usus terpapar cairan ketuban dan berisiko terkena iritasi hingga menjadi pendek, melintir hingga membengkak.

Gejala Gastroschisis

Tak hanya usus, organ lain seperti lambung dan hati juga bisa keluar dari perut melalui lubang yang muncul. Kondisi ini nyaris mirip seperti omfalokel, yang membedakan adalah pada omfalokel posisi lubang tepat di pusar dn organ yang kelar dari perut diselubungi lapisan tipis. Sementara pada kondisi ini tidak ada lapisan tipis yang membungkus organ saat keluar dari perut.

Gejala umum yang terdapat pada bayi adalah adanya lubang di dinding perut, lubang ini biasanya terletak di sisi kanan pusar dan lubang keluar dari usus halus. Perlu diketahui jika kantung empedu juga bisa keluar dari dinding perut, hal itulah yang dapat menimbulkan gangguan penyerapan makanan bila usus yang keluar menjadi rusak.

Penyebab dan Faktor Risiko

Untuk penyebab dari kondisi ini belum diketahui, namun dalam beberapa kasus bayi yang mengalami kondisi ini diketahui mengalami perubahan pada gen atau kromosom. Selain itu, ada pula beberapa faktor yang didua mampu memengaruhi bayi menderita kelainan ini. Beberapa faktor tersebut di antaranya sebagai berikut.

  • Kehamilan di usia remaja.
  • Konsumsi makanan dan minuman ibu saat hamil.
  • Merokok dan mengonsumsi alkohol.
  • Pengaruh lingkungan di sekitar ibu hamil.
  • Penggunaan obat-obatan selama masa kehamilan.

Diagnosis dan Pengobatan Kelainan

Kondisi ini dapat didiagnosis setelah bayi lahir dengan melihat langsung usus yang keluar, namun juga bisa dilihat saat bayi masih di dalam kandungan. Untuk mendeteksi kondisi ini pada bayi yang masih berada di dalam kandungan dapat menggunakan USG dan dilakukan pada trimester kedua atau ketiga masa kehamilan.

Apabila bayi diketahui dan dipastikan mengalami kondisi ini, maka dokter kandungan akan merekomendasikan tindakan ekokardiografi untuk mendeteksi apakah terjadi kelainan pada jantung bayi. Selanjutnya, dokter juga akan mengambil langkah pengobatan terhadap bayi untuk mengatasi kelainan yang ada.

Tindakan yang umum dilakukan oleh dokter untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan operasi, apabila lubangnya kecil dan hanya sebagian organ yang keluar dari perut, tindakan operasi bisa dilakukan segera setelah bayi lahir. Prosesnya dokter akan memasukkan usus ke dalam perut dan menutup lubang dengan jahitan.

Sementara pada bayi dengan kondisi lubang yang besar disertai sebagian besar ogan keluar dari perut, maka operasi yang dilakukan biasanya lebih dari satu kali. Organ-organ yang keluar dari perut akan dilapisi dengan bahan khusus, kemudian secara bertahap dimasukkan kembali ke dalam perut, setelahnya dokter akan menutup lubang dengan menjahitnya.

Di sisi lain suhu tubuh pada bayi yang mengalami gastroschisis akan selalu dipantau, karena organ tubuh yang berada di luar perut akan membuat panas tubuh keluar. Dilakukan juga tindakan pemberian nutrisi melalui infus disertai dengan pemberian antibiotik guna mencegah yang terjadi pada bayi.

Penyakit Read More

Bagaimana Cara Memilih Tensi Meter untuk Penggunaan Pribadi? Simak Tips Berikut!

Bagi Anda penderita tekanan darah tinggi akan sangat penting untuk memiliki tensi meter atau disebut sfigmomanometer. Ini merupakan alat untuk mengukur tekanan darah yang biasanya selalu ada di ruangan dokter. Nah, alat ini juga bisa Anda miliki di rumah. Sebelum membelinya, Anda perlu tahu bagaimana cara memilih tensi meter untuk penggunaan pribadi Anda.

Memiliki tensi meter sendiri penting karena penderita darah tinggi biasanya disarankan dokter untuk rutin memeriksakan tensinya di rumah. Mungkin alat ini tidak menggantikan kontrol rutin di rumah sakit atau klinik dokter. Akan tetapi, dengan punya tensi meter sendiri di rumah, Anda tidak perlu menunggu jadwal dokter untuk melakukan pemeriksaan tensi.

Bahkan, untuk beberapa kondisi, biasanya penderita darah tinggi disarankan untuk memeriksakan tensinya beberapa kali dalam sehari selama jangka waktu tertentu.

Cara Memilih Tensi Meter untuk Penggunaan Pribadi

Sebenarnya tensi meter ini bisa dengan mudah Anda dapatkan baik di apotek maupun di toko online sekalipun. Harganya pun beragam. Namun, jika Anda bingung dan ragu, berikut beberapa tips dan cara memilih tensi meter sebelum membelinya. 

  • Untuk hasil yang lebih akurat, pilihlah tensi meter yang digunakan di lengan, dibanding tensi meter di jari maupun di pergelangan tangan, sebab hasilnya tidak akurat.
  • Pilih tensi meter yang mampu menampilkan angka tekanan darah. Bahkan sekarang ada pula tensi meter dengan kabel yang bisa terhubung dengan smartphone dan dapat mengirimkan hasilnya ke aplikasi tertentu. Ada juga yang bisa menunjukkan grafik pengukuran tekanan darah rutin.
  • Pastikan juga lilitan manset tensi meternya pas di lengan, tidak sempit maupun longgar. Sehingga pemeriksaannya jadi lebih akurat
  • Pilih tensi meter yang lilitannya bisa menggelembung otomatis. Serta perhatikan juga ukuran angka pada monitor cukup besar agar bisa jelas dibaca.

Hal-hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli Tensi Meter

Sebelum membeli tensi meter, pastikan bahwa tensi meter tersebut sesuai dengan kebutuhan dan mudah digunakan. Nah, setelah mengetahui cara memilih tensi meter, pertimbangkan pula hal-hal berikut ini sebelum membelinya.

  1. Memilih Ukuran Manset yang Sesuai

Sebelum membeli tensi meter, pilihlah ukuran kain yang lilitannya pas di bagian lengan Anda. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter maupun apoteker agar ukuran yang didapat pas.

  1. Pilih Tensi Meter dengan Harga Terjangkau

Penting juga untuk mempertimbangkan dari segi harga. Biasanya tensi meter yang lebih canggih harganya relatif lebih mahal. Namun, harga mahal belum tentu menjamin akurasi pengukurannya. Jadi, pilihlah tensi meter yang harganya terjangkau selama pengukurannya akurat.

  1. Kemudahan Penggunaan

Sebelum membeli tensi meter, sebaiknya dicoba dulu, baik mencoba membaca angka hasil pengukuran, dan mencoba fitur yang lainnya. Sebab, ada sejumlah alat yang memiliki monitor lebih mudah dibaca.

  1. Fitur

Alat tensi meter yang dibeli pastikan memiliki fitur yang sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, jika alat tensi meter digunakan untuk anggota keluarga, Anda bisa memilih tensi meter dengan fitur bisa menyimpan hasil pengukuran beberapa orang. Atau Anda memilih tensi meter dengan monitor yang besar agar hasilnya mudah dibaca.

  1. Memilih Jenis Tensi Meter

Tensimeter memiliki beragam jenis yang biasanya dijual di pasaran. Ada tensi meter manual dan digital. PIlihlah yang sesuai dengan kebutuhan dan kemudahan penggunaannya. Biasanya tensi meter manual cukup sulit dilakukan oleh orang awam. Sedangkan tensi meter digital lebih mudah dan praktis. 

Poin penting dari cara memilih tensi meter adalah membeli yang sesuai dengan kebutuhan. Sangat lebih baik jika Anda berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu mana jenis termometer yang cocok untuk Anda.

Hidup Sehat Read More