Anatomi Payudara, Perubahannya Saat Hamil, dan Kanker Payudara

Payudara adalah bagian tubuh manusia yang posisinya di dinding dada atas. Dibandingkan laki-laki, payudara perempuan lebih berkembang, sebab berperan penting untuk memproduksi ASI sebagai nutrisi makanan bayi hingga berusia 2 tahun. Sama seperti organ tubuh lainnya, payudara juga tidak luput dari serangan penyakit, hingga yang terparahnya adalah kanker payudara. Oleh sebab itu, penting bagi wanita untuk memahami anatomi payudara, fungsi, dan cara merawatnya agar jika ditemukan adanya kelainan dapat dideteksi dan diobati sejak dini.  

Anatomi payudara dan fungsinya

Saat berkembang sempurna, payudara wanita dewasa terdiri dari 15 – 20 lobus kelenjar bercabang. Lobus ini dipisahkan oleh pita jaringan ikat, kemudian menjalar keluar dari puting susu, seperti jari-jari dari tengah roda sepeda. Berikut anatomi payudara beserta fungsi di setiap bagiannya.

  1. Kelenjar susu (lobulus).

Kelenjar payudara yang berperan untuk memproduksi susu.

  1. Sel mioepitel.

Sel yang terdapat di dalam kelenjar lobulus dan membantu mengeluarkan cairan ASI.

  1. Duktus laktiferus.

Saluran khusus yang mentransfer susu dari lobulus ke puting susu.

  1. Sinus laktiferus.

Bagian duktus yang melebar sebagai tempat penampungan ASI sebelum keluar melalui puting susu.

  1. Jaringan lemak.

Anatomi payudara sebagian besar disusun oleh jaringan lemak. Kumpulan lemak inilah yang menentukan ukuran payudara dan memberikan konsistensi lembut pada payudara.

  1. Areola.

Bagian gelap (dari merah mudah hingga coklat) yang melingkari puting susu. Di dalam areola, terdapat kelenjar sebaceous, kelenjar keringat, dan kelenjar susu yang dimodifikasi dan disebut dengan kelenjar Montgomery. Kelenjar ini membentuk tonjolan kecil di permukaan areola. Kelenjar sebasea akan membesar selama kehamilan dan mengeluarkan bahan berminyak. Fungsinya sebagai pelumas untuk areola dan puting.

  1. Puting susu.

Sebagai tempat atau lubang keluarnya ASI. Puting susu tidak mengandung lemak, rambut, atau kelenjar keringat. 

  1. Jaringan ikat (berserat). 

Serat otot polos pada jaringan payudara yang disusun khusus untuk membantu puting agar tegak saat dirangsang.

Payudara perempuan pun semakin berkembang saat memasuki usia pubertas atau matang dan jarang sekali bentuknya simetris. Dalam banyak kasus, payudara biasanya sedikit lebih tinggi atau lebih rendah, lebih besar atau lebih kecil, atau berbeda bentuk dengan yang satunya.

Perubahan payudara selama kehamilan

Selama perempuan hamil, tentu akan banyak perubahan terjadi pada payudaranya. Ini bertujuan mempersiapkan nutrisi untuk bayinya, yaitu ASI. Sel-sel di kelenjar jaringan payudara akan berubah bentuk dan bertambah besar, baik itu ukuran maupun jumlahnya. Areola adalah salah satu bagian anatomi payudara yang juga ikut membesar dan warnanya akan menjadi lebih gelap.

Sementara itu, cairan putih atau kuning kental yang disebut kolostrum akan diproduksi di payudara selama beberapa minggu terakhir masa kehamilan dan beberapa episode pertama Anda menyusui. Kolostrum kaya akan protein dan dapat meningkatkan imunitas bayi saat pertama kali keluar dari perut Ibu.

Kanker payudara terjadi di bagian payudara apa?

Payudara terdiri atas lobulus, duktus, jaringan ikat, dan jaringan lemak. Umumnya, patologi jinak dan ganas muncul di anatomi payudara duktus dan jaringan lobular. Secara khusus, kebanyakan kanker payudara diperkirakan berasal dari unit lobular duktal terminal (TDLU).

Kanker payudara sebenarnya dapat terjadi di bagian mana saja dalam lingkar payudara. Dilansir dari MedScape, persentase kemungkinan munculnya kanker payudara di setiap bagian payudara sebagai berikut.

  • Kuadran luar bagian atas payudara 50%.
  • Di sekitar areola dan puting susu 18%.
  • Kuadran dalam bagian atas payudara 15%.
  • Kuadran bawah bagian luar payudara 11%.
  • Kuadaran bawah bagian dalam payudara 6%. 
https://img.medscapestatic.com/fullsize/migrated/editorial/clinupdates/2006/6339/images/barr.fig5.gif

Inilah anatomi payudara dan fungsi di setiap bagiannya yang penting untuk Anda ketahui. Jika Anda merasakan adanya sesuatu yang aneh, seperti munculnya benjolan di payudara yang tidak biasa, maka segeralah periksakan ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut dan memastikan kondisi payudara Anda sehat.

Hidup Sehat

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*