Cara Mengungkapkan Perasaan Marah dan Kecewa Tanpa Menyakiti Orang Lain

Semenjak kata baper atau bawa perhatian marak digunakan, rasanya mengungkapkan apa yang dirasa semakin sulit. Sedikit-sedikit, dibilang baper. Marah karena bercanda yang keterlaluan, dibilang baper.

Pergeseran makan ini membuat seseorang sulit untuk mengungkapkan perasaannya. Namun, ada beberapa cara mengungkapkan perasaan negatif supaya tak lagi dibilang terlalu baper.

Langkah menyampaikan perasaan negatif dengan baik

  1. Tarik nafas dalam-dalam dan hitung sampai tiga

Menahan amarah memang sulit. Namun jika bertindak gegabah, ada risiko yang Anda terima. Sebelum melampiaskan kemarahan Anda, ada baiknya menarik nafas dalam-dalam dan berhitung sampai tiga.

Cara ini akan membantu Anda berpikir lebih jernih dan memahami perasaan Anda lebih baik.

  • Kenali emosi yang sedang dirasakan dan penyebabnya

Marah, frustasi, kecewa, takut, dan sedih hanyalah beberapa dari daftar emosi negatif. Emosi tersebut bisa muncul secara tunggal maupun secara bersamaan. Bahkan kumpulan beberapa emosi bisa berubah menjadi satu emosi.

Misalnya, frustasi adalah gabungan dari rasa takut dan kecewa. Maka dari itu tak jarang seseorang sulit mengenali emosinya sendiri.

Ketika Anda merasakan emosi negatif, temukan juga apa yang membuat Anda marah dan kenapa Anda bisa bereaksi seperti itu.

  • Terima perasaan Anda

Perasaan negatif bukan suatu hal yang buruk. Perasaan negatif bisa dikatakan sebagai benteng terhadap diri kita sendiri. Selain itu, setiap orang pasti pernah merasakan emosi negatif.

Ketika Anda merasa sedih atau kecewa, jangan sangkal perasaan tersebut. Terimalah bahwa Anda memang merasa seperti itu. Dengan melakukan penerimaan, Anda bisa dengan mudah menyalurkan emosi tersebut.

  • Gunakanlah bahasa yang baik dan pemilihan waktu yang tepat

Setelah merasa lebih tenang, Anda bisa menyampaikan perasaan Anda kepada orang lain. Memiliki seorang pendengar yang baik adalah anugerah tersendiri untuk membantu melepas beban Anda.

Anda juga bisa menyampaikan kekesalan Anda kepada orang yang menyebabkan Anda merasakan emosi tersebut. Namun, Anda tetap harus memerhatikan pemilihan kata dan timing yang pas agar masalah dan beban yang dirasakan tersampaikan dengan jelas.

Sampaikanlah perasaan dan pikiran Anda dengan jujur dan terbuka. Jelaskan apa hal yang membuat Anda marah dan mintalah pengertian untuk tidak mengulangi hal yang sama.

  • Lampiaskan ke hal yang positif

Menulis jurnal bisa membantu melampiaskan perasaan Anda. Tulislah kejadian apa yang membuat Anda merasakan hal tersebut, lalu jelaskan apa yang Anda rasakan.

Anda juga bisa mengekspresikan perasaan negatif Anda dengan berolahraga, mencoret-coret kertas, memukul bantal, menangis, atau berteriak di kamar mandi.

Hal terpenting adalah jangan menyakiti diri sendiri ataupun orang lain. Melakukan kegiatan destruktif seperti melempar barang atau penyalahgunaan zat juga tidak disarankan karena dapat membahayakan.

Pentingnya mengeluarkan perasaan negatif

Mengabaikan dan memendam perasaan negatif bisa sangat menguras energi dan berdampak baik pada kesehatan fisik maupun mental.

Emosi negatif seperti bom waktu. Jika disimpan terlalu lama, emosi negatif akan semakin menumpuk dan bisa meledak sewaktu-waktu dengan sendirinya. Ledakan ini sangat kuat karena Anda telah menyimpannya dalam waktu lama.

Beberapa efek samping psikologis dan psikis jikga memendam perasaan negatif terlalu lama antara lain:

  • Insomnia
  • Kurangnya konsentrasi
  • Kurangnya motivasi
  • Stres

Catatan

Merasakan emosi negatif bukanlah sebuah hal yang memalukan. Kadang permasalahan hidup terasa sangat berat sehingga kita merasakan hal-hal tersebut. Semua orang pasti pernah merasa marah, sedih, dan kecewa.

Melampiaskan rasa marah dan kecewa juga bukan suatu hal yang buruk. Hidup tak hanya berisi hal-hal positif yang menyenangkan. Dengan melakukan cara mengungkapkan perasaan yang baik, Anda bisa mengeluarkan kekesalan Anda dengan baik dan efektif. Jika Anda merasa terlalu sulit menghadapi emosi dan mengekspresikannya, Anda bisa meminta bantuan keluarga atau teman terdekat. Anda juga bisa mendatangi petugas kesehatan profesional seperti psikolog.  

Kesehatan Mental

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*