Gegar Otak Pada Anak dan Remaja; Cara Perawatannya.

Ada banyak sekali perhatian yang ditujukan untuk gegar otak pada remaja, khususnya yang disebabkan oleh aktivitas olahraga.

CDC (Centers for Disease Control and Prevention) telah menelaah seluruh penelitian dan membuat beberapa rekomendasi untuk membantu kita dalam merawat anak-anak yang mengalami gegar otak.

Berikut ini ringkasan beberapa rekodemendasi baru untuk perawatan terhadap gegar otak

  • Kebanyakan kasus anak-anak yang gegar otak tidak membutuhkan CT atau MRI scan. Namun jika ada cidera parah atau anak tersebut memiliki gejala tidak umum, maka wajib menjalaninya untuk memastikan tidak terjadi pendarahan dalam, patah tulang atau cedera lainnya.
  • Gunakan alat yang tepat untuk melakukan diagnosis. Ada beberapa gejala yang kita hubungkan dengan gegar otak, seperti sakit kepala yang parah, rasa pusing, hilang ingatan ketika kecelakaan. Tetapi, karena hal itu tidak selalu benar, maka gunakan checklist kuisioner yang sudah valid. CDC memiliki daftar rekomendasi alat-alat tersebut.
  • Beri edukasi kepada orang tua dan pengasuh tentang gegar otak dan apa yang bisa dilakukan. Kebanyakan orang dengan gegar otak akan sembuh total sekitar satu sampai tiga bulan. Penting untuk pasien, keluarga dan pelatih untuk mengetahui gejala yang dialami setelah gegar otak itu sembuh, bukan hanya yang normal terjadi, tetapi juga gejala yang mengisyaratkan masalah. Contohnya kesulitan tidur, gejala sakit kepala, dan murung – semua ini masih terbilang normal. Tetapi jika semua itu semakin memburuk, konsultasikan ke dokter.
  • Bantu anak-anak kembali ke kegiatannya secara perlahan pasca gegar otak. Istirahat, tidak hanya tubuhnya, tetapi juga pikirannya. Hal ini sangat penting untuk dua sampai tiga hari pertama, setelah itu penting untuk kembali ke kebiasaan normal. Istirahat yang berlebihan justru akan memperlama masa penyembuhannya.

Kembali ke aktivitas normal setelah gegar otak

Aktivitas setelah gegar otak perlu dilakukan secara bertahap. Dalam  hal ini keluarga, para dokter, sekolah dan pelatih harus bekerja sama. Dimulai dari hal yang sederhana sambal mengobservasi perkembangan anak tersebut.

Kalau mereka baik-baik saja, maka bisa ditambah sedikit lagi kegiatannya. Jika ada masalah, maka mereka perlu diperiksa kembali untuk memutuskan apakah kegiatan yang mereka lakukan terlalu berat dan harus dikurangi. Proses kembali ke kegiatan normal memerlukan beberapa waktu bahkan bisa sampai berbulan-bulan sesuai kondisi.

Yang terpenting ialah, tidak terburu-buru dalam prosesnya. Terlebih ketika harus kembali ke ranah olahraga, dimana gegar otak sangat mungkin terjadi lagi. Jika seorang anak mengalami gegar otak lagi ketika masih dalam masa penyembuhan, maka dibutuhkan waktu lebih lama lagi untuk sembuh total dan akan menempatkan mereka pada resiko cacat permanen.

Mengobati gegar otak memang penting, tetapi mencegahnya agar jangan sampai terjadi, jauh lebih penting.

Penyakit

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*