Beragam Kandungan Kacang Merah yang Menyehatkan Tubuh

Kandungan kacang merah yang paling utama adalah karbohidrat, serat, dan protein

Kacang merah merupakan bahan pangan yang sering ditemui sehari-hari dan sering menjadi pelengkap pada suatu hidangan. Kacang merah adalah jenis legume yang sudah dekat dengan keseharian kita. Rasa gurih pada legume ini membuatnya sering diolah menjadi es kacang merah, sup kacang merah, bahkan menjadi bahan tambahan ke dalam masakan rendang. Tidak hanya bercita rasa gurih, kandungan kacang merah juga tidak bisa Anda lewatkan. Untuk setiap 100 gramnya, kandungan kacang merah berikut ini bisa Anda dapatkan:

  • Kalori: 127
  • Air: 67%
  • Protein: 8,7 gram
  • Karbohidrat: 22,8 gram
  • Gula: 0,3 gram
  • Serat: 6,4 gram
  • Lemak: 0,5 gram

Dari profil di atas, bisa kita ketahui bahwa kacang merah utamanya tersusun atas karbohidrat dan serat, namun juga tinggi dengan protein. Kandungan lemak dalam legum ini relatif rendah, yakni ‘hanya’ 0,5 gram untuk setiap 100 gram kacang merah.

Kandungan kacang merah

  1. Kandungan karbohidrat dalam kacang merah

Kacang merah utamanya tersusun atas pati. Legum ini mengandung amilosa yang tinggi. Amilosa merupakan jenis pati yang dicerna lebih lama oleh tubuh – sehingga akan lebih lambat dalam memicu kenaikan gula darah dibandingkan dengan jenis pati lainnya. Fakta ini membuat kacang merah cocok untuk penderita diabetes tipe 2. 

Kacang merah juga memiliki indeks glikemik yang rendah. Indeks glikemik merujuk pada seberapa cepat sebuah makanan berefek pada lonjakan gula darah setelah dikonsumsi. Semakin rendah indeks glikemik, cenderung semakin positif pula untuk menjaga kadar gula darah.

  1. Kandungan serat dan pati resisten dalam kacang merah

Kacang merah juga mengandung serat dengan kadar yang mengesankan. Salah satu jenis serat dalam kacang merah yakni alfa-galaktosida. Sayangnya, sebagian orang berisiko mengalami diare dan perut kembung setelah mengonsumsi alfa-galaktosida. 

Kacang ini juga mengandung pati resisten, jenis pati yang memiliki efek mirip dengan serat. Pati resisten tidak dicerna sebagian atau tidak dicerna sempurna oleh tubuh. Jenis pati ini juga berpotensi untuk bantu kendalikan berat badan, layaknya manfaat yang diberikan serat.  

  1. Kandungan protein dalam kacang merah

Kacang merah merupakan salah satu sumber protein nabati yang baik. Jenis protein yang paling banyak diteliti adalah faseolin, tipe yang berisiko memicu reaksi alergi pada beberapa orang. Selain faseolin, kacang merah juga mengandung jenis protein lain seperti lektin dan penghambat protease. 

  1. Kandungan vitamin dan mineral dalam kacang merah

Sebagai produk nabati, kandungan kacang merah lainnya yakni vitamin dan mineral. Berikut ini vitamin dan mineral yang terkandung dalam kacang merah:

  • Molibdenum, merupakan salah satu mineral mikro dan dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit
  • Zat besi, mineral esensial karena berperan penting untuk produksi sel darah merah
  • Tembaga, juga menjadi mineral mikro yang penting untuk tubuh
  • Mangan, merupakan jenis mineral yang banyak terkandung dalam berbagai makanan
  • Kalium atau potassium, merupakan mineral yang dikaitkan dengan kesehatan jantung
  • Vitamin K1, jenis vitamin yang berperan dalam pembekuan darah
  • Folat atau vitamin B9, jenis vitamin yang sangat vital selama kehamilan   
  1. Kandungan senyawa tumbuhan dalam kacang merah

Selain vitamin dan mineral, kacang merah juga mengandung beberapa senyawa khas tumbuhan. Beberapa kandungan kacang merah yang tergolong sebagai senyawa tumbuhan, yaitu:

  • Isoflavon: Kelas antioksidan ini juga dikategorikan sebagai fitoestrogen. Pasalnya, isoflavon memiliki efek yang mirip dengan hormon estrogen.
  • Antosianin: Kelompok antioksidan yang memberikan warna khas kacang merah, terutama jenis pelargonidin.
Hidup Sehat Read More

Seberapa Pentingkah Melakukan Tes Koagulasi?

Tes koagulasi merupakan tes untuk mengukur kemampuan darah Anda apakah dapat membeku atau tidak dan berapa lama waktu yang dibutuhkan darah untuk membeku. Dengan melakukan tes koagulasi, maka dokter Anda dapat menilai risiko perdarahan berlebihan atau penggumpalan darah (trombosis) di bagian tertentu pada pembuluh darah.

Pentingnya proses pembekuan darah yang normal

Proses pembekuan darah tentunya untuk mencegah terjadinya pendarahan hebat ketika diri Anda sendiri sedang terluka. Bukan berarti, darah yang mengalir ke pembuluh darah Anda harus menggumpal, justru seharusnya tidak menggumpal. Bila gumpalan darah terbentuk, maka dapat mengalir bersama aliran darah ke jantung, paru-paru, atau otak Anda. Akibatnya, berisiko tinggi menyebabkan serangan jantung, stroke, atau bahkan kematian.

Gangguan koagulasi dapat menyebabkan Anda mengalami perdarahan hebat atau pembekuan darah yang berlebihan. Jika dokter mencurigai Anda memiliki gangguan pembekuan darah, dokter mungkin merekomendasikan satu atau lebih rangkaian tes koagulasi.

Pentingnya melakukan tes koagulasi

Dengan melakukan tes koagulasi, maka Anda dapat mengetahui sejak dini proses pembekuan darah Anda apakah berjalan normal atau tidak, serta memperoleh tindakan pengobatan dengan segera.

Tes koagulasi akan mengukur tingkat protein darah dan fungsi kerjanya di dalam tubuh Anda. Tes ini juga untuk mengontrol kondisi Anda jika sedang mengonsumsi obat-obatan untuk pembekuan darah. Terkadang, tes koagulasi juga disarankan dokter sebelum Anda melakukan operasi.

Adapun beberapa kondisi yang dapat menyebabkan masalah koagulasi, meliputi:

Pembekuan darah terlalu lambat (perdarahan)

  • Obat pengencer darah.
  • Masalah hati.
  • Ketersediaan protein yang menyebabkan darah membeku tidak memadai.
  • Kekurangan vitamin K.
  • Adanya zat atau senyawa lain di dalam darah yang menghambat kerja faktor pembekuan.
  • Penyakit hemofilia, yaitu darah tidak mampu membeku secara normal.

Pembekuan terlalu cepat

  • Konsumsi suplemen vitamin K.
  • Terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi vitamin K, seperti hati, kangkung, lobak hijau, brokoli, buncis, teh hijau, dan kacang kedelai.
  • Konsumsi obat-obatan yang mengandung hormon estrogen, seperti terapi hormon dan pil KB.
  • Penyakit trombofilia, yaitu pembekuan darah secara berlebihan.

Jika setelah melakukan tes Anda terdiagnosis mengalami salah satu kondisi di atas, maka dokter akan segera memberikan perawatan dan pengobatan sesuai dengan faktor penyebabnya.

Pengobatan untuk masalah koagulasi

Setelah menjalani tes koagulasi, Anda jangan khawatir berlebihan jika menemui adanya gangguan koagulasi dalam darah Anda. Ada banyak pengobatan yang tersedia untuk mengatasi masalah ini.

Perawatan yang mungkin dilakukan untuk masalah  perdarahan berlebih, meliputi:

  1. Terapi penggantian dengan cairan infus pekat yang digunakan untuk membantu mengobati dan mencegah pendarahan.
  2. Hormon resep desmopresin untuk membantu mengontrol perdarahan.
  3. Menghentikan konsumsi obat aspirin dan antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Obat ini merupakan pengencer darah ringan, tapi dapat mengurangi kemampuan pembekuan darah.
  4. Transfusi darah, meliputi transfusi trombosit dan infus darah.
  5. Tindakan operasi dilakukan saat darah menumpuk di persendian, sehingga dapat meredakan pembengkakan akibat pendarahan.
  6. Untuk anak, dapat diberikan imunisasi subkutan, yaitu di bawah kulit untuk mengurangi risiko perdarahan otot.
  7. Menjaga kebersihan gigi dan mulut untuk mencegah pendarahan pada gigi.
  8. Melakukan aktivitas fisik dan olahraga teratur untuk menjaga tulang dan persendian tetap kuat, sehingga mencegah pendarahan.
  9. Istirahat dan kompres dengan es atau air dingin. Hal ini dapat membantu menghentikan pendarahan serta mengurangi rasa sakit dan pembengkakan akibat pendarahan.

Adapun perawatan yang mungkin dilakukan untuk mengatasi penggumpalan darah adalah dengan obat-obatan, seperti warfarin dan heparin. Obat ini merupakan pengencer darah yang efektif untuk mengatasi pembekuan berlebihan.

Beberapa penyakit kelainan darah yang terdeteksi setelah Anda menjalani tes koagulasi, seperti hemofilia dan trombofilia, disebabkan oleh faktor keturunan, sehingga perlu dilakukan penanganan lebih lanjut dan rutin dengan dokter Anda.

Hidup Sehat Read More

5 Cara Menghilangkan Kerutan Lewat Konsumsi Makanan

Dari waktu ke waktu seseorang akan mengalami gejala penuaan baik dari segi metabolisme tubuh maupun penampilan. Munculnya kerutan di wajah mulai dirasakan saat Anda memasuki usia 30 tahun. Banyak orang berlomba-lomba melakukan berbagai cara menjaga penampilan agar tetap muda. Mulai dari perawatan klinik mahal sampai produk terjangkau yang dijual di sekitar rumah.

cara menghilangkan kerutan

Cara menghilangkan kerutan sebaiknya juga dilakukan dari dalam tubuh melalui konsumsi makanan dan minuman yang sehat. Selain membantu mengatasi penuaan secara fisik, konsumsi makanan dan minuman ini juga mampu membantu perbaikan metabolisme tubuh.  

  1. Teh hijau dan teh hitam

Teh hijau memiliki kemampuan menunda penuaan zat kolagen kulit melalui kandungan antioksidan epigallocatechin gallate (EGCG). Jika hasilnya ingin semakin optimal, bisa ditambah dengan konsumsi vitamin C dan vitamin E pada buah-buahan lain dan sayur-sayuran.  

Selama ini, teh hijau memang sudah terkenal dengan kemampuan antioksidannya. Akan tetapi ada yang lebih berkhasiat daripada itu, sebuah studi menyebutkan bahwa kemampuan anti-kerut pada teh hitam lebih tinggi daripada teh hijau. Aktivitas antioksidannya terdiri dari asam fenolik dan flavonoid. Teh hitam juga mampu mengurangi jumlah sel yang terbakar akibat sinar matahari, anti-inflamasi, serta anti-mikroba.

  • Buah naga merah

Biasanya jumlah kandungan antioksidan yang tinggi pada bahan pangan ditandai dengan warna yang mencolok, termasuk buah naga merah. Jenis antioksidan di dalam buah naga merah yaitu antosianin. Antosianin menyebabkan pigmen warna merah keunguan pada buah. Antosianin mampu menangkal radikal bebas penyebab penuaan dan kerutan wajah.

Senyawa antosianin buah naga merah tak hanya terkandung pada daging buahnya saja, melainkan juga pada kulitnya. Akhir-akhir inovasi makanan dan minuman dari kulit buah naga merah sedang dalam pengembangan agar bisa dikonsumsi dan diterima banyak orang.

  • Ubi ungu

Setelah dibandingkan dengan jenis ubi merah, kuning, dan putih, ternyata ubi ungu memiliki nilai antioksidan, kadar fenolik, dan serat yang paling tinggi. Sama seperti buah naga merah, pigmen ubi ungu juga mengandung zat antosianin sehingga berpotensi menghambat penuaan dan kerutan. Ubi ungu bisa direkomendasikan dalam menu diet harian Anda, terlebih untuk mendukung keberagaman pangan, ubi ungu bisa menjadi makanan pokok pengganti nasi. 

  • Beri-berian

Kandungan antioksidan asam ellagic pada strawberry mencegah kerusakan kolagen yang merupakan penyebab utama terjadinya kerutan. Asam ellagic juga mampu menghindarkan kerusakan kulit akibat paparan sinar UV dengan cara menghambat produksi MMP atau enzim penyebab kerusakan kolagen.

Radikal bebas yang menyerang tubuh bisa merusak sel karena memicu timbulnya stres oksidatif. Radikal bebas banyak ditemukan pada kondisi udara yang penuh dengan polusi seperti saat ini. Sama seperti strawberry, blueberry juga memiliki kandungan antioksidan tinggi penangkal radikal bebas. Terbukti dalam sebuah penelitian, blueberry memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan strawberry dan blackberry. 

  • Edamame

Isoflavon merupakan jenis antioksidan pada edamame yang menghambat penuaan dan kerutan serta melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Tak hanya itu, edamame juga membantu meringankan gejala-gejala akibat menopause serta osteoporosis. Di Imdonesia, edamame tidak terlalu populer untuk dikonsumsi, namun beberapa daerah di Jepang menjadikan makanan ini sebagai salah satu makanan pokok.

Konsumsi bahan pangan antioksidan mengandung efek anti-aging sehingga bisa menjadi cara menghilangkan kerutan di wajah yang terbukti melalui beberapa penelitian. Meskipun hasilnya tidak secepat menggunakan tindakan medis seperti laser atau terapi lain, namun cara ini merupakan cara yang paling aman.    

Hidup Sehat Read More

6 Penyebab Utama Gigi Sensitif

Pernahkah Anda merasa tidak nyaman saat mengonsumsi minuman dingin? Atau Anda hingga meringis ketika menyikat gigi atau membersihkannya? Jika hal ini terjadi pada Anda, bisa jadi ini salah satu gejala gigi sensitif.

gigi sensitif

Gigi sensitif merupakan kondisi yang muncul saat Anda merasakan adanya sensasi ngilu dan nyeri pada gigi. Nah, jika Anda mengonsumsi minuman dingin maka ada rasa tidak nyaman seperti ngilu ataupun sakit pada gigi tersebut. Berikut beberapa penyebab utama dari gigi sensitif.

  1. Menyikat gigi terlalu keras

Hal yang paling sering menyebabkan gigi menjadi sensitif adalah menyikat gigi terlalu kuat atau kasar. Dengan seiringnya waktu dan gesekan yang terus menerus dapat membuat enamel menjadi tipis dan lapisan dentin terekspose serta membuat gigi menjadi sangat sensitif.

Ketika dentin tersebut terpapar suhu yang ekstrim atau makanan yang asam atau lengket, maka bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan sensitifitas pada gigi. Nah, solusi paling sederhanan yang paling mudah Anda lakukan adalah beralih ke sikat gigi dengan bulu yang lebih lembut dan tidak menyikat gigi dengan kuat atau kasar.

  • Cavity/berongga

Cavity adalah kerusakan pada gigi yang luas sehingga akan membentuk sebuah rongga atau lubang kecil. Cavity sering kali disebut dengan gigi berlubang, karies atau pembusukan pada gigi. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk bakteri pada mulut Anda, karena sering ngemil, mengonsumsi minuman manis dan tidak membersihkan gigi dengan baik.

Jadi jika hal ini terus berlangsung dan tidak segera diobati maka gigi berlubang tersebut akan terus bolong hingga mencapai enamel dan masuk ke dentin, hingga membuat gigi Anda sangat sensitif.

Kerusakan pada gigi ini adalah salah satu hal yang paling sering terjadi pada masalah kesehatan gigi dan mulut, baik pada orang dewasa maupun anak-anak.

  • Gusi menipis

Hal lain yang menjadi faktor utama terjadinya gigi sensitif adalah menipis atau menysusutnya gusi Anda. Gusi memiliki tugas yang sangat penting untuk menjaga gigi Anda tetap pada tempatnya. Tetapi, terkadang gusi tersebut turun atau menyusut yang dikenal dengan resesi. Kondisi ini membuat akar gigi menjadi terlihat dan gigi menjadi lebih sensitif.

Beberapa hal yang menjadi faktor terjadinya resesi gusi antara lain penyakit gusi, menyikat gigi terlalu keras, menggunakan sikat gigi yang kasar, cedera gusi, merokok, hingga faktor genetik. Salah satu perawatan untuk resesi gusi adalah tergantung pada apa yang menyebabkannya. Misalnya jika resesi karena menggunakan sikat gigi keras, Anda hanya perlu menggantinya dengan sikat gigi yang lembut.

  • Gigi retak

Hal lain yang utama dalam penyebab gigi sensitif adalah adanya gigi retak. Ketika Anda memiliki gigi retak maka saat mengonsumsi minuman dingin atau makanan asam membuat nyeri. Gigi yang retak dapat mengekspose pulpa gigi Anda, sehingga jaringan lunak yang mengandung saraf dan pembuluh darah akan terbuka, sehingga membuat iritasi.

Salah satu tanda gigi retak adalah rasa sakit yang tajam ketika Anda menggigit sesuatu, dan gigi sensitif juga bisa terjadi pada gigi yang bolong tersebut. Beberapa hal yang menyebabkan gigi retak adalah adanya pukulan pada mulut, mengunyah makanan keras, atau gigi rapuh. Kondisi seperti ini Anda disarankan segera mengunjungi dokter untuk mendapatkan tindakan medis lebih lanjut.

  • Memutihkan gigi terlalu sering

Memiliki gigi putih memang idaman hampir semua orang. Kini, dengan teknologi yang semakin maju memutihkan gigi dapat dilakukan dengan mudah di dokter gigi. Akan tetapi, jika Anda memutihkan gigi dengan intensitas yang terlalu sering dalam kurun waktu satu tahun maka bisa menyebabkan gigi sensitif.

Pasalnya, jika terlalu sering memutihkan gigi bisa merusak enamel gigi Anda, dan memperburuk tubulus dalam dentin hingga menyebakan gigi sensitif. Jadi, ada baiknya untuk mengikuti saran dokter gigi Anda dalam memutihkan gigi dan lakukan dengan ahlinya atau profesional.

  • Memiliki plak yang berlebihan

Tujuan dari menyikat gigi dan membersihkan gigi dengan flossing adalah untuk menghilangkan plak yang terbentuk setelah Anda makan. Penumpukan plak yang berlebihan dapat menyebabkan enamel gigi menjadi aus atau menyusut. Nah, kondisi ini membuat gigi Anda menjadi sangat sensitif karena kehilangan perlindungan dari enamel.

Gigi sensitif pada dasarnya dapat diobati salah satunya dengan menggunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif. Namun, formula tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya pada semua orang. Jika, dengan pasta gigi tersebut tidak berhasil, ada baiknya untuk menemui dokter gigi dan berkonsultasi lebih lanjut tentang permasalahan gigi Anda.  

Hidup Sehat Read More

Cara Mengatur Pola Makan Berlebih

Mengatur pola makan sehat bisa dilakukan dengan memasukkan sayuran dan buah dalam menu harian

Terlalu banyak makan saat bersantai atau mengonsumsi kalori dalam jumlah yang besar setiap harinya merupakan pola makan yang sulit untuk diubah. Bukan hal yang mengherankan apabila pola makan ini dianggap sebagai sebuah gaya hidup yang tidak sehat dan dapat menyebabkan obesitas dan gangguan kesehatan lainnya, seperti diabetes dan gagal jantung. Untuk menghindari risiko penyakit tersebut, seseorang perlu mulai mencoba mengatur pola makan tidak sehat dan berlebih yang dimiliki. Artikel ini akan membahas hal-hal apa saja yang bisa Anda lakukan dalam mengatur pola makan. 

Mengubah kebiasaan makan bukan sebuah hal yang mudah. Beberapa komponen penting dalam mengatur pola makan tidak sehat adalah menyadari bahwa kebiasaan makan Anda salah dan perlu diubah, mengetahui mengapa kebiasaan tidak sehat tersebut ada, dan tahu bagaimana -dengan perlahan- mengubah pola makan ke arah kebiasaan yang lebih sehat. Dalam mengubah pola makan ini, para ahli percaya bahwa mengubah kebiasaan sedikit demi sedikit merupakan cara yang paling efektif dan memiliki kemungkinan berhasil lebih tinggi. Adapun cara mengatur pola makan dan mengurangi makan berlebih yang dapat Anda lakukan adalah:

  • Jauhkan gangguan di sekitar Anda

Makan saat perhatian tidak fokus pada aktivitas makan itu sendiri merupakan hal yang umum terjadi pada setiap orang. Banyak orang senang makan siang di depan komputer atau ngemil sembari menonton acara favorit di TV. Meskipun kebiasaan ini terlihat tidak berbahaya, hal ini dapat menyebabkan Anda makan dalam jumlah yang berlebih. Sebuah tinjauan dari 24 penelitian menyatakan bahwa terdistraksi saat makan membuat seseorang mengonsumsi lebih banyak kalori. 

  • Ketahui makanan pemicu

Mengetahui makanan mana yang menjadi pemicu makan berlebih dan menghindarinya dapat mengurangi kemungkinan terjadinya makan berlebih. Contohnya es krim yang sering memicu makan berlebih. Merupakan ide yang baik apabila Anda berhenti membeli dan menyimpan es krim di freezer. Semakin sulit seseorang mengakses makanan, semakin berkurang pula risiko makan berlebih. Anda disarankan untuk menyimpan makanan atau camilan tidak sehat (seperti permen, keripik, dan kue kering) jauh dari pandangan sehingga tidak akan ada godaan untuk mencicipinya. Anda juga bisa menyiapkan pilihan makanan alternatif yang lebih sehat, seperti buah apel dan selai kacang atau sayuran dan hummus untuk mendukung pola makan yang lebih sehat. 

  • Hindari makan sesuatu langsung dari wadahnya

Makan keripik langsung dari bungkus atau es krim dari wadah dapat membuat Anda memakan makanan tersebut dalam jumlah yang lebih banyak dari sajian yang disarankan. Sajikan makanan tersebut pada piring ataupun mangkuk utnuk membantu Anda mengatur pola makan dan jumlah kalori yang dikonsumsi dalam satu aktivitas makan. Anda juga bisa menggunakan alat ukur untuk melatih mata tentang seberapa banyak porsi normal yang perlu dikonsumsi. 

  • Kurangi stres

Stres dapat menyebabkan seseorang makan dalam jumlah yang lebih banyak dari semestinya. Sangat penting untuk menemukan cara mengurangi stres dalam hidup sehari-hari Anda. Stres yang kronis dapat meningkatkan hormon kortisol, sebuah hormon yang dapat meningkatkan nafsu makan. Penelitian menunjukkan bahwa stres dapat membuat orang banyak makan, mudah lapar, dan menyebabkan pertambahan berat badan. 

Banyak orang mengalami masalah dengan makan berlebih. Gaya hidup yang buruk dan konsumsi kalori dalam jumlah besar dapat menyebabkan obesitas, diabetes, dan penyakit kronis lainnya. Untuk itulah setiap orang harus mengatur pola makan mereka, agar risiko menderita komplikasi penyakit berbahaya berkurang.

Hidup Sehat Read More

Makanan yang Bisa Menyebabkan Sendawa Bau

Sendawa bau adalah sendawa yang diikuti oleh bau telur busuk yang disebabkan oleh gas hidrogen sulfida. Bersendawa berlebihan atau sendawa dengan bau busuk mungkin merupakan tanda-tanda masalah yang berbeda.

Bersendawa adalah cara bagi sistem pencernaan Anda untuk melepaskan gas berlebih. Gas ini biasanya udara yang masuk melalui mulut atau merupakan produk sampingan dari bakteri yang menghancurkan makanan.

Kebanyakan sendawa berbau seperti makanan yang menyebabkannya atau isi perut Anda saat ini. Sendawa bau hanyalah sendawa yang disertai bau telur busuk dan bau ini adalah gas hidrogen sulfida (H2S).

Sendawa bau biasanya disebabkan oleh salah satu dari hal berikut:

  • Sesuatu yang Anda makan

Gas hidrogen sulfida diproduksi ketika bakteri di rongga mulut dan saluran pencernaan Anda memecah makanan. Hal ini dapat menyebabkan sendawa berbau busuk atau perut kembung. Makanan yang dapat menyebabkan sendawa bau termasuk makanan berprotein tinggi dan bir.

  • Masalah gastrointestinal

Penyebab khas dari sendawa bau adalah masalah pencernaan. Kondisi-kondisi, termasuk irritable bowel syndrome (IBS) dan penyakit gastroesophageal reflux (GERD), dapat menyebabkan gas dari lambung Anda naik ketika sendawa dan refluks asam lambung.

Beberapa bakteri berbeda yang dapat menyebabkan sendawa bau juga dapat mempengaruhi sistem pencernaan Anda. Infeksi pada saluran pencernaan bagian atas yang disebabkan oleh bakteri H. pylori dapat menyebabkan masalah, termasuk kembung, mulas, dan sendawa bau.

Masalah lain dapat menyebabkan atau dikaitkan dengan sendawa bau termasuk:

  • Keracunan makanan
  • Konsumsi obat yang diresepkan
  • Stress
  • Kegelisahan
  • Kehamilan

Menghilangkan makanan kaya sulfur dari makanan Anda dapat membantu mengurangi sendawa bau. Berikut sayuran yang mengandung sulfur tinggi meliputi:

  • Brokoli
  • Kubis Brussel
  • Kubis
  • Arugula
  • Kembang kol
  • Bok choy
  • Sawi hijau
  • Lobak
  • Selada air

Sumber sulfur lainnya termasuk:

  • Bir
  • Telur
  • Daging
  • Unggas
  • Ikan
  • Lentil dan kacang
  • Kacang-kacangan
  • Biji-bijian 
  • Tahu

Hindari aktivitas tertentu untuk mencegah tertelannya udara dan bisa menyebabkan sendawa bau, seperti:

  • Minum minuman berkarbonasi (soda dan bir)
  • Menelan udara sebelum bersendawa
  • Memakai gigi palsu yang tidak pas
  • Mengunyah permen karet
  • Mengisap permen bertekstur keras
  • Merokok
  • Makan atau minum terlalu cepat
  • Minum dari sedotan

Bersendawa dengan bau bisa mengganggu, tetapi kondisi ini bukan merupakan pertanda masalah serius. Beberapa pengobatan alternatif telah digunakan selama ribuan tahun untuk mengobati berbagai masalah perut dan pencernaan. Lihat apakah opsi tersebut membantu Anda.

Hampir semua kasus sendawa bau tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika Anda memiliki gejala baru atau ada perubahan mendadak, Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda.

Hidup Sehat Read More

Diet Lambung, Makanan Apa Saja Yang Harus Dihindari?

Istilah gastritis atau radang perut merupakan segala kondisi yang mengacu pada kondisi apapun yang berkaitan dengan peradangan pada lapisan perut. Jadi, mengonsumsi makanan tertentu atau mengindari makanan lain yang menjadi pencetusnya dapat menghindari seseorang dari kambuhnya gejala maag mereka.

diet lambung

Diet lambung sendiri biasanya dilakukan bagi orang yang merasa lambung atau bagian perutnya terasa perih atau sakit. Bahkan tidak jarang penderita akan merasakan mual hingga muntah. Umumnya maag disebabkan karena adanya iritasi pada lambung, stres, hingga mengonsumsi obat-obatan tertentu tidak berbeda jauh dengan maag, tukak lambung pun bisa menyebabkan rasa sakit yang sama seperti maag.

Hanya saja tukak lambung adalah penyakit yang lebih buruk daripada maag yang disebabkan oleh bakteri H. Pylori yang ada di dalam tubuh kita. Diet lambung sendiri dapat meredakan gejala yang dialami karena tukak lambung dan gerd.

Bagi beberapa penderita, gejala dapat hilang dengan cepat setelah dilakukan perawatan ataupun mengonsumsi obat. Namun, bagi beberapa orang dapat berkembangan menjadi lebih buruk lagi. Oleh karena itu, diet makanan ini sangat penting bagi pemulihan pencernaan dan kesehatan Anda secara menyeluruh. Hal yang paling penting dapat membantu meringankan gejala tukak lambung, gerd ataupun maag yang Anda alami.

Makanan Apa saja yang boleh dimakan?

Beberapa makanan tentu sangat baik untuk seseorang yang mengalami masalah pada lambung mereka. Makanan yang digoreng, pedas dan sangat asam adalah makanan yang harus dihindari karena bisa menjadi pencetus munculnya gastritis (tukak lambung, gerd dan maag). Beberapa makanan berikut dapat membantu meringankan gejalanya:

  • Makanan tinggi lemak

Makanan berserat tinggi seerti kacang-kacangan dan biji-bijian, buah beri dan sayuran hijau bermanfaat untuk seluruh sistem pencernaan. Sayuran lain yang tergolong sangat baik bagi lambung adalah brokoli. Selain sebagai sumber serat yang baik, brokoli juga mengandung sulforaphane tingkat tinggi, senyawa yang dapat membunuh bakteri H. Pylori.

  • Makanan kaya lemak sehat

Makanan berlemak adalah pilihan makanananyang harus dihindari bagi penderita tukak lambung, namun makanan dengan lemak sehat adalah pengecualian. Beberapa diantaranya adalah asam lemak omega-3 yang ditemukan dalam salmon, sarden, walnut, dan biji chia dapat mengurangi peradangan pada lapisan perut dan bahkan memiliki efek pencegahan terhadap tukak lambung dan gerd serta gangguan lambung lainnya. Sumber lemak sehat lainnya adalah alpukat, minyak zaitun, dan berbagai kacang-kacangan serta biji-bijian.

  • Makanan dan minuman probiotik

Pilihan lain untuk para penderita lambung adalah makanan dan minuman probiotik seperti yogurt, kimchi dan kobucha. Menginsumsi makanan atau minuman probiorik dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda dan membantu melawan penyakit. Selain itu, mereka pun dapat meningkatkan kemampuan usus untuk menyerap nutrisi yang dibutuhkan untuk pemulihan lambung.

  • Makanan kaya protein tanpa lemak

Protein dapat membantu memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh gastritis atau tukak lambung pada lapisan perut. Namun, tidak semua protein sama. Jadi, Anda harus memilih protein tanpa lemak seperti dada ayam dan kalkun, putih telur, tuna dan kacang-kacangan.

Makanan yang harus dihindari

Banyak hal yang bisa menyebabkan tukak lambung, gerd dan maag kambuh salah satunya adalah makanan. Ada beberapa makanan dan minuman yang menjadi pemicu terjadinya iritasi lambung, misalnya saja mengonsumsi kafein dan makanan pedas. Kedua hal tersebut biasanya yang menjadi pemicu.

Makanan yang tinggi lemak dapat memperburuk peradangan yang terjadi dilapisan perut. Pada beberapa orang, alergi makanan pun dapat memicu tukak lambung. Lalu apa saja mananan atau minuman yang harus dihindari?

  • Makanan dan minuman asam

Saat Anda mengonsumsi makanan dan minuman yang memiliki tingkat keasaman yang tinggi maka tukak lambung pun langsung kambuh. Makanan dan minuman lain yang dapat mengiritasi perut adalah minuman bersoda, kopi dan tomat.

  • Makanan yang digoreng dan berlemak

Kadar kolesterol tinggi yang ditemukan dalam makanan digoreng dan berlemak tinggi telah dikaitkan dengan peningkatan terjadinya tukak lambung. Jadi ada baiknya Anda menghindari makanan yang digoreng dan berlemak untuk menghindari masalah lambung yang lebih buruk.

  • Makanan pedas

Seperti yang telah dijelaskan disebelumnya, makanan pedas merupakan salah satu pencetus kambuhnya tukak lambung yang paling parah. Namun tak perlu khawatir beberapa bumbu dapur pun dapat mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan akibat tukak lambung, misalnya saja seperti kayu manis, kunyit dan jahe.

Nah, itulah beberapa makanan yang dapat Anda konsumsi untuk diet lambung. Namun, jika gejala tukak lambung, maag atau gerd tak kunjung reda, ada baiknya untuk langsung menghubungi dokter dan mengonsultasikannya.  

Hidup Sehat Read More

Pentingnya Pemeriksaan AFP Bagi Wanita Hamil

Pada janis selama proses kehamilan, ada yang namanya Alpha fetoprotein (AFP). AFP merupakan protein yang diproduksi oleh hati dan kantung telur (yolk sac). Pemeriksaan AFP bertujuan untuk mengukur jumlah AFP dalam darah.

Sebenarnya AFP tidak punya fungsi spesifik pada tubuh orang dewasa. Hanya saja, pada calon ibu, pemeriksaan AFP ini memiliki fungsi untuk mendeteksi adanya masalah di tabung saraf janin. Tabung saraf pada janin memang penting untuk dilihat karena akan berkembang menjadi otak dan sumsum tulang belakang si bayi. Biasanya pemeriksaan kadar AFp pada ibu hamil dilakukan di trimester kedua kehamilan.

Kandungan AFP dalam tubuh orang dewasa yang tidak sedang hamil sangat rendah. Nah, bila kadar AFP dalam tubuh tinggi tapi tidak hamil, maka itu mengindikasikan adanya jenis penyakit hati tertentu. Atau mengindikasikan penyakit seperti kanker testis, pankreas, hingga ovarium. Sehingga pemeriksaan AFP ini sebenarnya tidak hanya untuk ibu hamil. Tapi juga perlu dilakukan oleh orang dewasa, laki-laki maupun perempuan.

Pentingnya Pemeriksaan AFP Bagi Wanita Hamil

Wanita yang memasuki usia kehamilan 14-22 minggu sebaiknya melakukan pemeriksaan kadar AFP ini. Paling akurat dilakukan pada minggu ke-16 dan 18.

Pengujian AFP ini merupakan bagian dari quad screen, sebuah skrining untuk menguji kadar Human chorionic gonadotropin (HCG), esteriol, serta Inhibin A.

Lalu, hasil dari pemeriksaan quad screen ini akan ditelaah oleh dokter apakah janin Anda memiliki cacat lahir genetik atau tidak. Misalnya cacat tabung saraf atau kelainan kromosom seperti down syndrome.

Namun, hasil tes AFP yang tidak normal tidak serta merta menyatakan janin Anda akan lahir cacat. Dari hasil AFP ini, kemudian dokter akan menentukan kebutuhan pada tes selanjutnya.

Tes AFP penting dilakukan oleh:

  • Wanita yang hamil di usia 35 tahun ke atas
  • Wanita hamil yang mengidap diabetes
  • Wanita yang memiliki riwayat keluarga dengan cacat lahir
  • Wanita yang mengonsumsi obat-obat keras selama hamil

Sedangkan bagi orang dewasa yang tidak hamil, tes AFP ini jugapenting untuk membantu memantau kondisi hati tertentu serta mendeteksi adanya kanker seperti kanker testis, saluran empedu, pankreas, ovarium, hingga lambung.

Langkah-langkah dan Prosedur Pemeriksaan AFP

Sebelum melakukan pemeriksaan AFP, seperti biasanya, dokter akan memeriksa usia kehamilan, berat badan, serta usia Anda.

Saat memulai proses pemeriksaan, berikut langkah apa saja yang akan dilakukan tim medis.

  1. Prosedur pemeriksaan AFP ini dilakukan sebagai tes darah, meliputi pengambilan dan pemeriksaan sampe darah di laboratorium
  2. Sampel darah yang diambil dari vena bagian dalam siku. Sebelumnya, kulit di area tersebut akan dibersihkan oleh petugas dengan mengoleskan antiseptik. Hal ini untuk menghindari infeksi.
  3. Agar pembuluh darah terisi penuh, lengan Anda akan dibalut tourniquet. Kemudian darah akan diambil dengan memasukkan jarum ke pembuluh darah vena.
  4. Setelah pengambilan darah, petugas akan memberikan tekanan sehingga membuat pendarahan berhenti
  5. Terakhir, daerah bekas tusukan akan dibalut perban. Sedangkan sampel darah dikirim ke laboratorium untuk diperiksa. Biasanya hasilnya baru keluar 1-2 minggu.

Kadar Aman AFP dalam Darah

Bagi orang dewasa yang tidak hamil, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki kadar AFP normal tidak lebih dari 10 nanogram per mililiter darah. Tingkat AFp yang tinggi dapat mengindikasikan bahwa adanya kondisi tertentu pada hati atau kemungkinan adanya kanker.

Sedangkan pada wanita hamil, jika kadar AFP dalam darah lebih tinggi dari normalnya, hal tersebut dapat mengindikasikan adanya cacat tabung saraf pada janin yang berkembang yang akan mempengaruhi kondisi otak janin ketika sudah dbesar. Sedangkan bila kadar AFP pada wanita hamil sangat rendah dari normal, maka kemungkinan janin memiliki kelainan kromosom seperti sindrom Edwards atau sindrom Down.

TIngkat AFP saat masa kehamilan sangat bervariasi. Kadar AFP yang tinggi umumnya disebabkan oleh tidak akuratnya penghitungan usia kehamilan. Hasil AFP yang tidak normal ini juga bisa disebabkan oleh kehamilan anak kembar, atau kematian janin.

Perlu diingat bahwa hasil pemeriksaan AFP yang abnormal ini bukan hasil mutlak menyatakan anak akan lahir cacat. Denan adanya hasil seperti ini, dokter akan menyiapkan tes lanjutan untuk mendianosis. Dokter juga akan merekam kondisi janin melalui USG.

Hidup Sehat Read More

Amputasi Pada Penderita Diabetes, Kenapa Perlu Dilakukan?

Amputasi merupakan salah satu komplikasi terbesar bagi mereka yang menderita diabetes. Apabila Anda menderita diabetes, biasanya dokter akan merekomendasikan Anda untuk secara teratur memeriksa kondisi kaki Anda. Namun, Anda mungkin tidak tahu mengapa hal tersebut perlu dilakukan. Jawabannya, karena dalam beberapa kasus, diabetes dapat menyebabkan penyakit arteri perifer (PAD) yang dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan mengurangi aliran darah ke kaki. Diabetes juga dapat menyebabkan kerusakan saraf, yang disebut dengan nama neuropati perifer yang dapat mencegah Anda merasakan rasa sakit.

Apabila Anda tidak dapat merasakan rasa sakit, Anda mungkin tidak akan sadar kaki Anda terluka atau memiliki koreng. Anda akan terus memberikan tekanan pada area yang terluka, yang menyebabkan koreng terus bertambah dan menjadi infeksi. Aliran darah yang berkurang juga akan menyebabkan proses penyembuhan yang lambat. Selain itu, tubuh Anda juga akan berubah menjadi kurang efektif dalam melawan infeksi. Sebagai hasilnya, luka tidak akan sembuh. Kematian atau kerusakan jaringan dapat terjadi, dan infeksi yang telah ada dapat terus menyebar. Apabila infeksi tidak dapat dihentikan dan kerusakan tidak dapat diperbaiki, amputasi merupakan jalan satu-satunya. Amputasi yang paling umum terjadi pada orang-orang yang menderita diabetes adalah amputasi jari kak dan kaki bawah.

Cara mencegah amputasi pada penderita diabetes

Cara terbaik dalam mencegah amputasi dan komplikasi diabetes parah lainnya adalah dengan mengatur kadar gula darah Anda. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk melakukannya, di antaranya adalah:

  • Makan diet yang sehat atau daging rendah lemak, buah dan sayur, serat, dan gandum utuh
  • Menghindari minum jus berpemanis tambahan atau soda
  • Mengurangi stres
  • Berolahraga setidaknya 30 menit setiap harinya
  • Menjaga berat badan dan tekanan darah yang sehat
  • Memeriksa kadar gula darah dengan rutin dan teratur
  • Terus menggunakan insulin dan obat-obatan diabetes lain sesuai yang direkomendasikan dan diresepkan oleh dokter

Perawatan kaki yang baik juga dapat membantu Anda mencegah luka atau koreng sebelum menjadi bermasalah. Beberapa tips dalam merawat kaki di antaranya adalah:

  • Lakukan pemeriksaan kaki setiap harinya. Carilah adanya tanda-tanda kemerahan, luka, lebam, lepuhan, atau perubahan warna apapun. Apabila diperlukan, gunakan kaca pembesar agar membantu Anda melihat kaki dengan lebih dekat. Apabila Anda tidak mampu memeriksa kaki Anda sendiri, minta orang lain untuk memeriksanya
  • Secara teratur periksa sensasi pada kaki Anda menggunakan bulu atau obyek ringan lain. Selain itu, pastikan kaki Anda masih dapat merasakan suhu hangat ataupun dingin
  • Gunakan kaus kaki yang kering, bersih, dan tipis yang tidak memiliki pita elastis
  • Gerakkan jari kaki dan pergelangan kaki setiap hari untuk menjaga agar darah tetap mengalir ke kaki Anda

Pastikan Anda melaporkan adanya masalah pada kaki apapun atau gejala neuropati seperti mati rasa, kaki terasa terbakar, ataupun kesemutan pada dokter.

Anda juga perlu mewaspadai masalah kaki lain. Hal-hal yang bagi kebanyakan orang lain terlihat sepele dapat membahayakan keselamatan Anda apabila memiliki diabetes. Cidera yang ringan dapat mudah terinfeksi atau menyebabkan koreng dengan cepat. Apabila Anda memiliki kondisi masalah kaki seperti infeksi jamur, kuku jari yang tumbuh ke dalam, kulit kering, dan tumit yang sakit, hubungi dokter agar mendapatkan evaluasi pemeriksaan. Menjaga dan terus memeriksa kaki dengan rutin merupakan salah satu pencegahan terbaik agar Anda terhindari dari amputasi apabila memiliki penyakit diabetes.

Hidup Sehat Read More

Penyebab Global Warming dan Efeknya Terhadap Kesehatan

Global warming atau pemanasan global tidak hanya dapat memengaruhi cuaca saja, tetapi juga memiliki dampak tersendiri terhadap kesehatan tubuh Anda. Penyebab global warming adalah meningkatnya gas karbon monoksida hasil pembakaran kendaraan bermotor dan alat lain yang menggunakan bahan bakar di udara. Selain itu, penggunaan CFC dan polusi gas metana dari peternakan dan pertanian juga turut berkontribusi dalam perubahan iklim. Hal ini sangat berbahaya. Bahkan perubahan kecil pada iklim memiliki efek kesehatan, mulai dari penyakit asma dan jantung hingga penyakit yang dibawa oleh nyamuk. Artikel ini akan membahas hal tersebut dengan lebih mendalam.

Kebanyakan diskusi mengenai pemanasan global lebih berfokus pada penyebab global warming dan efeknya di masa depan. Padahal, saat ini pemanasan global sudah memakan banyak korban dengan cara memengaruhi kesehatan tubuh manusia. Beberapa penyakit yang menjadi lebih parah akibat pemanasan global adalah:

  • Asma

Suhu atau cuaca yang semakin panas dapat memengaruhi kualitas udara karena meningkatnya kadar polutan dan ozon di udara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan dalam kurun waktu 130 tahun terakhir, dunia menjadi lebih panas 0.85 derajat Celsius. Sebagai hasilnya, tingginya suhu udara dapat menyebabkan polutan udara menjadi masalah yang lebih besar bagi mereka yang menderita asma.

Sulit untuk menyalahkan perubahan cuaca sebagai penyebab beberapa serangan asma. Akan teteapi, Institut Kesehatan Nasional (NIH) memperingatkan bahwa perubahan iklim akan berdampak pada serbuk sari, ozon di permukaan tanah, dan polutan-polutan lain yang dapat memicu berbagai macam reaksi asma, seperti rasa sakit pada dada, batuk, iritasi tenggorokan, dan hidung mampet.Polutan tersebut juga dapat mengurangi fungsi paru-paru dan menyebabkan peradangan pada paru-paru.

  • Penyakit yang berhubungan dengan jantung

Gelombang panas dan suhu yang tinggi menjadi hal yang cukup biasa beberapa tahun belakangan ini. Penulis laporan perubahan iklim menemukan bahwa dalam 17 tahun terakhir, 16 di antaranya memecahkan rekor cuaca terpanas. Suhu udara yang lebih tinggi berarti orang-orang menjadi lebih berisiko untuk terkena potensi penyakit-penyakit berbahaya yang berhubungan dengan jantung. Dengan cuaca yang sangat tinggi, manusia akan berisiko menderita penyakit seperti stroke panas, keram panas, dan kelelahan akibat panas. Pada tahun 2003 di Eropa, diperkirakan sekitar 70 ribu orang meninggal akibat gelombang panas, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

  • Alergi

Penyebab global warming secara tidak langsung juga dapat membuat orang menderita alergi musiman. Suhu yang terus meningkat ditambah dengan tingginya kadar karbon dioksida di udara dapat memiliki efek yang sangat besar terhadap tanaman dan serbuk sari, keduanya merupakan penyebab utama alergi musiman. Tanaman-tanaman yang menyebabkan alergi akan tumbuh dan berkembang dalam waktu yang lebih lama akibat suhu udara yang lebih hangat. Hal ini berarti serbuk sari akan membuat gejala alergi menjadi lebih buruk.

  • Penyakit kardiovaskular

Iklim yang semakin memanas dapat menyebabkan kondisi yang memberikan tekanan pada sistem kardiovaskular. Hal ini akan membuat orang-orang berisiko menderita stroke, serangan jantung, dan kondisi kardiovaskular lainnya.

Penyebab global warming tidak hanya memberikan dampak yang besar terhadap kondisi iklim, cuaca, dan lingkungan saja, tetapi juga memengaruhi kesehatan seseorang. Meskipun kurang tepat untuk menyebut global warming sebagai penyebab gangguan kesehatan, kondisi-kondisi yang terpicu olehnya (seperti panas dan dampak terhadap tanaman) menjadi alasan utama bagi manusia untuk segera menemukan solusi menghentikan pemanasan global agar kita terhindar dari penyakit-penyakit tersebut di atas.

Hidup Sehat Read More