Prosedur Cuci Darah dengan BPJS Kesehatan, Begini Aturannya

Cuci darah memang menjadi prosedur rutin yang harus dilakukan oleh penderita gagal ginjal kronis. Prosedur cuci darah setidaknya dilakukan 1-3 kali dalam seminggu. 

Pelayanan hemodialisa alias cuci darah butuh biaya yang tidak sedikit. Untungnya, peserta BPJS Kesehatan bisa mendapatkan pelayanan cuci darah yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan bagi peserta aktif, sesuai indikasi medis, serta mengikuti prosedur yang berlaku.

Pentingnya Cuci Darah Bagi Penderita Gagal Ginjal

Cuci darah merupakan prosedur yang diperlukan bagi penderita gagal ginjal untuk membuang limbah berbahaya dan cairan berlebih dalam tubuh. Prosedur cuci darah ini dilakukan untuk menggantikan fungsi ginjal. Sehingga keseimbangan cairan dan partikel elektrolit dalam tubuh tetap terjaga meskipun ginjal tidak mampu menjalankan fungsinya.

Jika tidak melakukan cuci darah, garam dan produk limbah lainnya akan mengalami penumpukan di darah yang kemudian dapat meracuni tubuh dan merusak organ tubuh. Oleh karenanya, prosedur cuci darah penting untuk pasien gagal ginjal agar bisa terus menjalani hidup yang berkualitas.

Namun, dengan rutin melakukan cuci darah tidak dapat mengobati penyakit gagal ginjal kronis yang diidapnya pasien.

Kapan Pasien Gagal Ginjal Menjalani Cuci Darah?

Jika pasien sudah mengalami gagal ginjal stadium akhir atau ginjal sudah tidak dapat menjalankan 85-90 % fungsi normalnya, maka pasien perlu melakukan prosedur cuci darah.

Acuan lainnya adalah nilai eFGR. Semakin rendah nilai eFGR, maka kerusakan ginjal juga semakin parah. Jika nilai eFGR di bawah 15, maka pasien harus menjalani cuci darah. Bahkan cuci darah biasanya dijalankan seumur hidup, kecuali pasien mendapatkan transplantasi ginjal.

Biaya Cuci Darah

Sekali melakukan prosedur cuci darah, biaya yang dibutuhkan berkisar antara Rp 1-2 juta. Berbeda rumah sakit berbeda pula tarifnya. Setidaknya dalam satu bulan, pasien penderita gagal ginjal kronis harus melakukan cuci darah setidaknya 8 kali. Jika dikalikan, tentu biaya ini tidak sedikit. Inilah yang membuat banyak pasien yang menghindari cuci darah akibat biaya yang dibutuhkan sangat banyak. Namun, setiap orang yang terdaftar BPJS Kesehatan akan merasa terbantu dengan adanya layanan cuci darah dari BPJS.

Peraturan BPJS Kesehatan untuk Tindakan Cuci Darah

Layanan cuci darah dapat diperoleh oleh semua peserta aktif BPJS Kesehatan. Syarat lainnya adalah peserta harus mengikuti prosedur yang berlaku dan sesuai dengan indikasi medis.

Syaratnya, bagi peserta yang ingin melakukan cuci darah, cukup meminta surat rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat I. Kemudian prosedur cuci darah bisa langsung dilakukan.

Peraturan baru untuk peserta yang melakukan tindakan cuci darah dengan BPJS Kesehatan adalah mengenai surat rujukan. Jadi surat rujukan dari faskes tingkat I untuk faskes rujukan tingkat lanjutan hanya berlaku satu kali untuk diagnosis yang sama serta tujuan rujukan yang sama pula.

Kontrol selanjutnya baru dapat dilakukan maksimal tiga bulan sejak tanggal dikeluarkan rujukan awal. Hal ini sebagai upaya monitoring oleh Faskes ingkat Pertama yang bertindak sebagai care coordinator.

Prosedur Cuci Darah Semakin Mudah dengan Finger Print

Terhitung sejak awal tahun 2020 lalu, layanan kesehatan untuk cuci darah dari BPJS Kesehatan semakin mudah untuk dilakukan di RS atau klinik utama. Dengan dimplifikasi prosedur ini, peserta cuci darah tidak perlu membuat surat rujukan berulang dari faskes tingkat I. Tetapi cukup dengan penggunaan finger print atau sidik jari di RS.  Syaratnya, pasien harus melakukan rekam sidik jari dulu. Kemudian setiap kali akan melakukan cuci darah, pasien tidak perlu ke faskes tingkat I untuk mendapatkan surat rujukan.

Jika sidik jari pasien peserta BPJS sudah terekam di RS, maka bisa langsung melakukan prosedur cuci darah dengan finger print saja.

Penyakit Read More

Hipermagnesemia, Jumlah Magnesium Berlebih Di Tubuh

Hipermagnesemia adalah keadaan ketika Anda mengalami kadar magnesium yang berlebihan

Hipermagnesemia mengacu pada jumlah magnesium yang berlebihan dalam aliran darah Anda. Hal ini jarang terjadi dan biasanya disebabkan oleh gagal ginjal atau fungsi ginjal yang buruk.

Magnesium adalah mineral yang digunakan tubuh Anda sebagai elektrolit, artinya ia membawa muatan listrik ke seluruh tubuh ketika dilarutkan dalam darah.

Magnesium memiliki peran dalam kesehatan tulang, fungsi kardiovaskular, dan transmisi saraf, di antara fungsi-fungsi lainnya.  Sebagian besar magnesium disimpan dalam tulang Anda. 

Hipermagnesemia jarang terjadi dan terjadi ketika terlalu banyak magnesium bersirkulasi dalam darah Anda. Tubuh yang sehat mempertahankan kadar 1,7 hingga 2,3 miligram per desiliter (mg / dL) magnesium setiap saat. Sedangkan, tingkat magnesium yang tinggi adalah 2,6 mg / dL atau lebih.

Gejala-gejala hipermagnesemia meliputi:

  • Mual
  • Muntah
  • Gangguan neurologis
  • Tekanan darah rendah abnormal (hipotensi)
  • Pembilasan
  • Sakit kepala

Tingkat magnesium yang sangat tinggi dalam darah dapat menyebabkan masalah jantung, kesulitan bernapas, dan syok. Bahkan dalam kasus yang parah, dapat menyebabkan koma.

Orang dengan masalah ginjal yang mendasarinya beresiko mengalami hipermagnesemia, karena ginjal mereka mungkin tidak dapat mengeluarkan cukup magnesium.

Menghindari obat-obatan yang mengandung magnesium dapat membantu mencegah komplikasi. Obat-obatan ini termasuk beberapa antasida dan pencahar yang dijual bebas.

Selain itu, dokter disarankan untuk menguji hipermagnesemia pada siapa pun dengan ginjal berkinerja buruk yang mengalami gejala terkait.

Pada umumnya, diagnosis hipermagnesemia dilakukan dengan mengukur konsentrasi magnesium serum. Pengobatan untuk kondisi ini termasuk pemberian kalsium glukonat IV dan furosemide; selain itu, hemodialisis dapat membantu dalam kasus yang parah.

Jika didiagnosis dini, hipermagnesemia biasanya dapat diobati. Jika fungsi ginjal normal, ginjal dapat mengeluarkan kelebihan magnesium dengan cepat setelah sumbernya diidentifikasi dan dihentikan.

Penyakit Read More

Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Penderita Hipertiroidisme

Salah satu gangguan kesehatan yang berhubungan dengan kelenjar tiroid adalah hipertiroidisme

Salah satu gangguan kesehatan yang berhubungan dengan kelenjar tiroid adalah hipertiroidisme. Kondisi itu terjadi ketika kelenjar tiroid bekerja terlalu aktif sehingga menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan.

Aktivitas di luar batas itu pada suatu waktu akan mengakibatkan metabolisme tubuh menjadi lebih cepat. Padahal, jika bekerja secara normal, tiroid amat bermanfaat bagi manusia. Hormon tiroid ini sendiri mengatur banyak fungsi tubuh, di antaranya sistem saraf, perkembangan otak, dan suhu tubuh.

Gejala utama hipertiroid yang berkaitan dengan metabolisme ialah, denyut jantung sangat cepat, keringat berlebih, sulit tidur, hingga membuat penderitanya menjadi mudah cemas dan cepat tersinggung. Selain itu, gejala lain dari hipertiroidisme memungkinkan terjadinya pertumbuhan “tidak biasa” di tubuh seseorang.

Seperti timbulnya benjolan di sekitar leher, munculnya payudara di tubuh laki-laki, dan sebagainya. Gejala lain dari hipertiroidisme juga bisa membuat penderitanya merasa gatal, mual dan muntah, rambut menjadi halus dan rapuh sehingga mudah rontok, dan lain sebagainya. 

Gejala-gejala itu sebenarnya dapat diatasi dengan mudah jika penderita paham kuncinya. Nah, penderita sebenarnya hanya perlu menjaga dan memastikan kelenjar tiroid di dalam dirinya tetap seimbang, dan salah satu cara untuk mendapatkan itu adalah menjaga pola konsumsi. 

Ada beberapa aturan makanan yang harus dipatuhi oleh penderita hipertiroidisme, berikut ini adalah bahan-bahan konsumsi yang harus dihindari para penderita hipertiroidisme:

  • Gorengan

Gorengan menjadi kudapan favorit masyarakat Indonesia, meski banyak yang mengatakan bahwa jenis makanan ini tak baik untuk kesehatan. Penderita hipertiroidisme dianjurkan untuk menghindari gorengan untuk menjaga stabilitas kelenjar tiroidnya.

Gorengan tidak baik bagi penderita hipertiroidisme karena mengandung minyak dalam jumlah yang besar. Minyak inilah yang merupakan sumber kolesterol tinggi yang akan memicu produksi kelenjar tiroid di dalam tubuh seseorang. 

Lagi pula, lemak yang melekat pada camilan yang digoreng juga termasuk lemak tidak sehat dan akan meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah.

  • Daging Merah

Kandungan lemak jenuh yang tinggi dalam daging merah akan membuat keseimbangan hormonal tubuh menjadi terganggu. Bagi penderita hipertiroidisme, mengganti daging merah dengan ikan akan lebih baik untuk menstabilkan kadar tiroksin mereka. 

Tidak hanya itu, kelebihan konsumsi daging merah juga tidak baik bagi mereka yang juga mengalami penyakit lain, seperti serangan jantung, diabetes, atau kolesterol. Konsumsi daging merah berlebih berpotensi membuat penderita kesulitan dalam penyembuhan dari kondisi ini.

  • Makanan yang Mengandung Yodium

Yodium merupakan bahan yang mampu meningkatkan kinerja kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon tiroksin. Makanan yang mengandung banyak yodium harus dihindari jika seseorang terkena gangguan hipertiroidisme.

  • Susu, Termasuk Produk Olahannya

Penelitian yang telah dilakukan oleh sebagian besar ilmuwan membuktikan bahwa susu dan produk olahannya tidak disarankan bagi pengidap hipertiroidisme. Hal ini bisa terjadi karena di dalam susu maupun produk olahan dari susu, seperti keju, yoghurt, dan sebagainya, terkandung penisilin yang bisa mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh.

  • Kafein

Kafein yang terkandung dalam minuman kopi atau teh mengandung bahan aktif yang berfungsi sebagai stimulan. Hal ini dapat membuat kinerja kelenjar tiroid semakin meningkat dan mengalami penurunan kondisi kesehatan bagi pengidap kondisi ini.

***

Itulah beberapa bahan makanan yang sebaiknya dihindari oleh para pengidap hipertiroidisme. Menjaga pola makan dapat membantu mereka mengontrol keseimbangan kelenjar tiroid di dalam tubuhnya. Sementara kelenjar tiroid yang seimbang akan membuat metabolisme tubuh tetap dalam koridornya sehingga seseorang diharapkan bisa terhindar dari gejala-gejala yang mungkin timbul dari hipertiroidisme itu sendiri.

Penyakit Read More

Penjelasan Singkat Terkait Rotavirus

Merupakan sebuah infeksi virus yang menyebabkan seseorang mengalami peradangan di saluran pencernaan disebut dengan rotavirus. Pada umumnya, infeksi virus ini menjadi penyebab umum diare yang dialami bayi dan anak-anak. Khususnya di negara-negara dengan sanitasi lingkungan yang kurang baik. 

Gejala yang ditimbulkan karena infeksi virus ini sering kali muncul dua hari setelah orang tersebut terpapar virus. Salah satu gejala yang paling umum terjadi adalah diare yang menyebabkan hilangnya cairan di dalam tubuh secara cepat. Kondisi tersebut bahkan bukan tidak mungkin menyebabkan seseorang mengalami dehidrasi.

Penyebab Infeksi Rotavirus

Salah satu virus yang menjadi penyebab diare dengan cara penularan melalui fecal-oral atau bisa dikatakan menular dari feses para penderita yang tidak sengaja masuk ke mulut orang yang sehat. Bukan secara langsung tetapi lebih ke beberapa media seperti mengontaminasi air, makanan, minuman dan benda-benda yang terdapat di sekitar lingkungan seperti alat dapur dan mainan.

Kondisi tersebut biasanya terjadi apabila seseorang tidak bisa menjaga kebersihan lingkungan dengan baik, seperti misalnya tidak mencuci tangan setelah buang air yang kemudian langsung menyentuh benda yang ada di sekitar. Virus ini biasanya menginfeksi anak-anak berusia tiga hingga 35 bulan dan orang dewasa yang mengurus anak-anak penderita infeksi ini.

Gejala Awal

Tanda-tanda awal biasanya akan muncul dua hari setelah penderita terpapar virus ini, beberapa di antaranya adalah diare selama tiga hingga delapan hari, demam disertai muntah dan nyeri perut. Diare yang muncul akibat virus ini sering kali menyebabkan dehidrasi, khususnya pada anak-anak dengan beberapa gejala yang muncul seperti berikut ini.

  • Mulut mengering.
  • Mata terlihat cekung dan mengantuk.
  • Buang air kecil berkurang.
  • Muncul rasa haus yang berlebihan.
  • Ujung jari terasa dingin hingga kesadaran menurun.

Tak hanya pada anak-anak, virus ini juga bisa menyerang orang dewasa namun dengan gejala yang lebih ringan ketimbang yang dialami pada anak dan bahkan dalam beberapa kasus yang ada seseorang tidak mengalami gejala sama sekali. Meski demikian, beberapa gejala berikut ini bisa menjadi penanda seseorang untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

Diagnosis penyakit akan dilakukan dokter dengan menanyakan seputar keluhan dan gejala yang dialami oleh para pasien. Setelahnya, dokter akan melakukan pemeriksaan guna melihat ada dan tidak adanya demam atau tanda dehidrasi. Guna memastikan diagnosis, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang, seperti.

  • Tes darah, fungsinya untuk mendeteksi infeksi yang terdapat di dalam darah, kadar gula dan elektrolit yang terdapat di dalam darah.
  • Pemeriksaan feses, tujuan pemeriksaan ini adalah untuk melakukan identifikasi jenis kuman yang menjadi penyebab diare sekaligus mendeteksi antigen virus pada sampel feses.

Pengobatan Rotavirus

Untuk pengobatan yang harus dilakukan tergantung dari gejala, usia dan riwayat dari kesehatan pasien. Dalam kondisi ringan, infeksi penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu tiga sampai dengan tujuh hari. Namun, hingga saat ini belum ada antivirus yang secara spesifik bisa digunakan untuk mengatasi infeksi, beberapa cara ini bisa dilakukan secara mandiri di rumah.

  • Memperbanyak konsumsi ASI pada anak yang berusia kurang dari dua tahun atau perbanyak konsumsi air putih bagi orang dewasa.
  • Konsumsi oralit atau juga larutan dengan campuran bahan gula dan garam bagi orang dewasa yang mengalami diare.
  • Konsumsi makanan dengan gizi seimbang, termasuk sup seperti makanan berkuah atau yang berkaldu.
  • Menghindari konsumsi kafein, alkohol dan nikotin yang bisa memperparah keluhan dan menimbulkan rasa tidak nyaman di perut.
Penyakit Read More

Mengenal Ragam Manfaat Terapi Gelombang Otak

Apa pun yang diterima indera pendengaran erat kaitannya dengan kerja otak. Mungkin Anda pernah merasakan, bekerja menjadi lebih bersemangat dengan mendengarkan musik tertentu. Hal tersebut karena musik menjadi stimulus positif bagi kerja otak Anda.

Lebih jauh lagi, teknologi suara dapat dimanfaatkan untuk meredakan stres, meningkatkan fokus, serta memperbaiki kualitas tidur. Teknologi ini disebut terapi gelombang otak.

Meski memanfaatkan suara, terapi gelombang otak atau binaural beats tidak termasuk ke dalam genre musik apa pun. Jadi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan terapi gelombang otak ini?

Lebih jauh tentang terapi gelombang otak

Kehidupan yang semakin modern semakin menjauhkan manusia dari elemen-elemen alam. Termasuk di dalamnya suara-suara alami, seperti kicau burung, aliran sungai, desau angin, dan lain sebagainya, yang dapat menjadi bagian sound healing. Suara dimanfaatkan sebagai media penyembuhan atau pendamping terapi medis.

Tak heran apabila terapi gelombang otak kemudian dikenal, salah satunya untuk meredakan stres. Terapi gelombang otak ini merupakan suatu teknik yang menggabungkan dua frekuensi suara yang sedikit berbeda untuk menciptakan suatu frekuensi baru.

Terapi ini memanfaatkan gelombang suara di bawah 1000 Hz. Dan selisih dua nada yang digabungkan, tidak lebih dari 30 Hz. Dalam prakteknya, kedua nada tersebut akan didengarkan secara terpisah melalui telinga kanan dan kiri.

Misal, pada telinga kiri Anda diperdengarkan nada dengan gelombang 142 Hz. Sementara pada telinga kanan, Anda mendengar nada dengan gelombang 132 Hz. Uniknya, bukan mendengar dua nada yang berbeda, telinga Anda justru akan mendengar suara bergelombang 10 Hz, yaitu selisih antara kedua nada tersebut.

Inilah manfaat terapi gelombang otak

Terapi gelombang otak diyakini memiliki efek serupa meditasi. Bila dilakukan secara teratur, latihan meditasi dapat menurunkan stres, meningkatkan fokus, dan memperlambat penurunan daya ingat.

Namun, berbeda dengan meditasi, terapi gelombang otak tidak membutuhkan waktu dan latihan khusus. Anda dapat mendengarkan binaural beats kapan saja.

Hal tersebut tampaknya yang menjadi alasan banyak orang lebih memilih terapi gelombang otak dibanding latihan meditasi. Jadi, apa saja sebenarnya manfaat dari terapi gelombang otak ini?

Pertama, terapi gelombang otak dipercaya dapat mengurangi stres dan rasa cemas. Ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa kadar hormon kortisol, si pemicu stres, kadarnya menurun saat seseorang mendengarkan rekaman tetesan air. Itulah mengapa, gelombang suara tertentu diyakini dapat meredakan stres.

Terapi gelombang otak juga dapat membantu meningkatkan konsentrasi. Seperti kita ketahui, konsentrasi merupakan aspek penting dalam kehidupan kita. Tanpa fokus atau konsentrasi, banyak sekali persoalan yang dapat timbul, mulai dari pekerjaan hingga masalah relasi pribadi.

Tak hanya itu, terapi gelombang otak juga dapat memacu kreativitas. Rangsangan suara, konon dapat memunculkan ide kreatif yang tidak terduga. Tak hanya gelombang suara dalam terapi otak, musik juga dapat meningkatkan kreativitas Anda. Contoh, ketika Anda sedang membuat desain kemasan suatu kosmetik untuk remaja, cobalah dengarkan lagu-lagu K-Pop yang digandrungi para remaja. Stimulus seperti ini konon dapat menimbulkan ide-ide yang menarik.

Di samping menurunkan stres, meningkatkan konsentrasi, dan memacu kreativitas, terapi gelombang otak juga dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri, mempertajam daya ingat, membantu meditasi, bahkan membantu meredakan nyeri.

Meski cukup banyak yang menyuarakan manfaat dari terapi gelombang otak, ada ahli saraf yang menganggap terapi ini masih perlu dipertanyakan. Terlepas dari kontroversinya, tak ada salahnya untuk dicoba, bukan?

Penyakit Read More

Amylmetacresol

Kasus virus Corona atau Covid-19 semakin bertambah setiap hari, dan jumlahnya telah mencapai lebih dari 1,4 juta di seluruh dunia. Hal tersebut juga mengakibatkan lebih dari 82.000 orang meninggal dunia, namun lebih dari 302.000 orang dinyatakan sembuh. Para peneliti juga melakukan upaya untuk membuat obat atau vaksin untuk mencegah Corona. Contoh obat yang digunakan untuk uji coba adalah obat favipiravir. Selain itu, ada obat lain yang diklaim dapat mengatasi Corona, yaitu amylmetacresol.

Mengapa Menggunakan Amylmetacresol?

Amylmetacresol merupakan jenis obat yang dapat digunakan untuk meredakan sakit tenggorokan dan infeksi mulut ringan. Obat ini juga dapat digabungkan dengan alkohol dichlorobenzyl dan mentol untuk meredakan nyeri pada tenggorokan.

Sakit tenggorokan adalah penyebab utama dari radang tenggorokan akut atau faringitis. Faringitis terjadi karena virus muncul di dalam tubuh. Jenis virus yang menyebabkan faringitis adalah influenza, parainfluenza, rhinovirus, adenovirus, dan coronavirus.

Coronavirus dapat memicu sakit tenggorokan. Namun, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), coronavirus terdiri dari empat kelompok, antara lain alfa, beta, delta, dan gamma. Contoh-contoh virus yang menyebabkan sakit tenggorokan adalah:

  • Human coronavirus 229E.
  • Human coronavirus NL63.
  • Human coronavirus OC43.
  • Human coronavirus HKU1.

Selain itu, terdapat tiga jenis virus yang memicu penularan, antara lain:

  • MERS-CoV, jenis virus yang memicu Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
  • SARS-CoV, jenis virus yang memicu Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
  • SARS-CoV-2, jenis virus yang memicu Coronavirus Disease (Covid-19).

Hasil Studi Mengenai Amylmetacresol

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai amylmetacresol, berikut adalah pernyataan yang telah dirilis melalui jurnal berikut:

  1. Jurnal Antiviral Chemistry & Chemotherapy

Pada tahun 2005, sebuah penelitian di Inggris mengkaji efek antivirus amylmetacresol. Penelitian tersebut dicatat melalui jurnal Antiviral Chemistry & Chemotherapy, juga menyatakan bahwa campuran amylmetacresol dan alkohol dichlorobenzyl pada tingkat pH yang rendah, dapat mematikan virus melalui envelope yang memicu gangguan pernafasan seperti influenza.

  • International Journal of General Medicine

Penelitian lain yang dilakukan pada tahun 2017 juga melakukan hal yang sama, yaitu mengkaji efek antivirus amylmetacresol. Namun, riset yang dicatat melalui International Journal of General Medicine menyatakan bahwa penelitian tersebut menggunakan materi virus HRV, coxsackievirus A10, influenza A H1N1, dan human coronavirus OC43.

Kedua studi di atas juga menyatakan bahwa kedua jenis virus, SARS-CoV dan SARS-CoV-2, adalah jenis virus yang berbeda. Selain itu, para peneliti belum menemukan bukti bahwa amylmetacresol dapat mengatasi Corona secara efektif.

Sampai saat ini belum ada obat atau vaksin yang mampu menyembuhkan manusia dari penyakit Corona. Saat ini para peneliti masih melakukan serangkaian uji coba untuk mengembangkan obat untuk mengatasi masalah ini.

Cara Mengatasi Penyebaran Virus Corona

Untuk saat ini, Indonesia telah melakukan Social Distancing atau Physical Distancing untuk mencegah penyebaran Corona. Selain itu, masyarakat dihimbau untuk tidak mudik. Jika Anda ingin mudik ke luar kota, maka status Anda akan menjadi orang dalam pemantauan (ODP).

Selain itu, untuk menjaga kesehatan tubuh, berikut adalah cara-cara yang dapat Anda lakukan:

  • Tetap berada di rumah.
  • Cuci tangan dengan sabun.
  • Jangan menyentuh mata, hidung, atau mulut.
  • Gunakan masker jika Anda ingin keluar rumah untuk mencegah penularan.
  • Jaga jarak setidaknya 1 meter dengan orang lain.
  • Konsumsi makanan yang sehat seperti sayuran dan buah-buahan.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Konsumsi obat untuk menjaga daya tahan tubuh.

Meskipun amylmetacresol dapat meredakan gejala sakit tenggorokan yang disebabkan oleh coronavirus, secara resmi belum ada penelitian yang dilakukan untuk mengkaji efek amylmetacresol untuk mengobati pasien dari Covid-19. Untuk menjaga kesehatan, Anda hanya perlu lakukan yang dianjurkan di atas.

Penyakit Read More

Biopsi Tulang Lesi, Tujuan dan Prosedurnya

Biopsi tulang merupakan sebuah prosedur pembedahan medis di mana dokter akan mengambil sedikit sampel jaringan tulang untuk kemudian mengirimkannya ke laboratorium guna pemeriksaan lebih lanjut. Tes ini biasanya akan membedakan tumor tulang mana yang merupakan penyakit kanker dan mana yang tidak. Selain itu, tes ini juga bisa digunakan untuk mendiagnosa abnormalitas pada tulang. Dalam prosedur biopsi tulang ini, dokter akan membuat sayatan kecil, melakukan pengeboran ke dalam tulang, dan mengambil sampel jaringan dari lesi di dalam tulang. Lesi adalah ketidaknormalan di dalam struktur tulang, yang mungkin dapat mempengaruhi pertumbuhan tulang atau tidak. Tidak semua lesi memiliki sifat kanker.

Mengapa biopsi tulang perlu dilakukan?

Dokter akan merekomendasikan prosedur biopsi tulang apabila ditemukan tanda-tanda ketidaknormalan di dalam tulang. Tanda-tanda tersebut dapat terlihat saat proses  pemindaian pencitraan dilakukan, misalnya pemindaian sinar-X atau CT. Biopsi tulang akan membantu dokter untuk menentukan apakah lesi tulang Anda merupakan hasil dari kanker, infeksi, ataupun kondisi-kondisi lain, seperti infeksi jamur, tumor tulang kanker yang menyerang anak-anak, tumor jinak (fibroma), histoplasmosis, kanker pada sumsum tulang belakang dan sel-sel plasma (multiple myeloma), tuberculosis, lunaknya tulang akibat kekurangan vitamin D, osteosarcoma, dan osteitis fibrosa. Biopsi tulang lesi juga dapat menyediakan gambaran dalam tulang Anda pada dokter. Hal ini akan sangat bermanfaat khususnya untuk memeriksa status infeksi atau penyakit yang dapat memaksa dokter melakukan amputasi. Dalam kasus-kasus tertentu, biopsi tulang dapat mencegah perlunya prosedur amputasi pada pasien.

Persiapan dan prosedur biopsi tulang

Sebelum mendapatkan prosedur biopsi tulang ini, Anda akan mendapatkan pemeriksaan pencitraan untuk menentukan lokasi di mana lesi tulang Anda berada. Menggunakan gambar hasil pemeriksaan tersebut, dokter ahli bedah akan memiliih daerah di mana ia akan mengambil sampel jaringan. Anda juga akan mendapatkan pemeriksaan fisik secara keseluruhan. Saat tersebut merupakan waktu yang tepat untuk memberitahu dokter Anda obat-obatan apa saja yang sedang dikonsumsi, termasuk obat OTC dan suplemen, serta apakah Anda memiliki alergi tertentu atau tidak. Selain itu, biasanya Anda akan diminta untuk berpuasa selama kurang lebih 8 jam sebelum prosedur biopsi tulang dilakukan. Hal ini merupakan prosedur yang standar, terutama apabila Anda akan mendapatkan anestesi umum.

Lokasi dan jenis prosedur biopsi akan menentukan jenis anestesi yang Anda butuhkan. Anestesi tersebut dapat bersifat lokal maupun umum. Apabila Anda mendapatkan anestesi umum, Anda akan tidur sepanjang waktu prosedur berlangsung dan tidak akan merasakan rasa sakit apapun. Saat prosedur biopsi tulang dimulai, dokter akan membuat sayatan kecil di kulit. Apabila Anda mendapatkan biopsi jarum, dokter ahli bedah akan melakukan pengeboran kecil ke dalam tulang. Dokter kemudian akan mengambil sampel jaringan menggunakan alat yang berbentuk menyerupai jarum suntik. Sementara itu, pada biopsi insisional, dokter ahli bedah akan mengambil sampel langsung dari tumor. Biopsi tulang jenis ini akan membuat dokter dapat mengambil sampel jaringan dalam ukuran yang lebih besar. Setelah berhasil mengambil sampel jaringan, dokter kemudian akan menutup sayatan yang dibuat dan mengikat perban di sekelilingnya. Sampel jaringan yang diambil kemudian akan dikirim ke laboriatorium untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah prosedur biopsi tulang berhasil dilakukan, Anda akan diminta untuk beristirahat di tempat tidur rumah sakit hingga dokter memberitahu bahwa Anda bisa pulang. Anda juga akan diminta untuk merawat luka sayatan (menjaga kebersihan luka dan mengganti perban).

Penyakit Read More

“Mahar” Pengembangan Vaksin Corona Ditaksir Habis Miliaran Dolar

Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona jenis baru, SARS-CoV-2, masih berlangsung tanpa ada jaminan secuil pun kapan semuanya akan mereda. Bahkan di Indonesia dan beberapa negara lain, seperi Amerika Serikat misalnya, covid-19 tengah menunjukkan tren menanjak. Setiap harinya, ratusan orang baru dikonfirmasi terinfeksi virus tersebut. Di satu sisi, pengembangan vaksin corona, yang mungkin bisa menjadi “pelangi” untuk menghapus “badai” ini belum juga mendapat titik terang.

Akan tetapi, upaya menuju ke situ bukan tak sama sekali dilakukan. Sejak pertama kali Covid-19 mewabah di Wuhan, Tiongkok, elemen-elemen yang mendedikasikan dirinya di dunia kesehatan terus berusaha menemukan sesuatu untuk mencegah dan menyudahi serangan tak terduga-duga ini.

Setidaknya tercatat 20 perusahaan atau organisasi sector publik di seluruh dunia tengah berpacu untuk menemukan vaksin corona. Salah satu dari mereka adalah Moderna. Moderna termasuk salah satu dari empat proyek yang didanai oleh Organisasi global yang berbasis di Oslo, Koalisi untuk Kesiapsiagaan Epidemi Inovasi (CEPI).

Dalam proses kerjanya, Koalisi untuk Kesiapsiagaan Epidemi Inovasi melalui sang CEO, Richard Hatchett, mengatakan bahwa untuk dapat menemukan vaksin corona butuh “mahar” yang tidak murah. Ia menaksir bahwa pengembangan vaksin corona ini bisa menghabiskan dana sekitar 2 miliar dolar. Tak hanya itu, vaksin ini tak dapat jadi secara instan. Setidaknya butuh 18 bulan untuk menyelesaikan proyek tersebut.

Mungkin, vaksin corona pertama di dunia baru benar-benar dapat digunakan dalam jangka waktu tersebut, sebab masih menurut Hatchett, Moderna merupakan perusahaan paling cepat dalam “perlombaan” ini. CEPI memang amat memprioritaskan pengembangan vaksin corona tersebut. Oleh karenanya, Moderna yang telah satu visi terus bekerja keras untuk dapat menciptakan “pelangi” tersebut.

CEPI bersama Moderna berpengangan bahwa Covid-19 adalah suatu urgensi yang nyata. Pasalnya, pandemi ini merupakan ancaman bagi dunia yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam 100 tahun terkahir. “Terutama dalam hal kecepatan dan potensi keparahannya,” kata Hacthett, merujuk pandemi Flu Spanyol pada 1918 silam.

Keberhasilan Moderna sebagai yang terdepan datang ketika kepala eksekutifnya, Stephane Bancel, yang pernah menangani flu babi, memanggil kontak di National Institutes of Health. Kemudian, pada musim gugur ini, kedua organisasi telah sepakat untuk menjalankan tes di pabrik perusahaan untuk melihat seberapa cepat mereka dapat menanggapi pandemic Covid-19. Tetapi sebelum kemungkinan terjadi, virus corona tipe baru datang dan menjelma seolah-olah sebagai sebuah tes yang nyata.

Dalam proyek ini, organisasi-organisasi tersebut tentu saja dibantu oleh Tiongkok. Para ilmuwan di Tiongkok menerbitkan secara online genom virus corona yang terdiri dari 30 ribu “huruf” biokimia dari kode genetiknya pada 10 Januari lalu. Dari kode dan urutan genomik tersebut, langkah pertama untuk menemukan vaksin corona bisa ditempuh.

Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIH), Dr Anthony Fauci, menjelaskan lebih lanjut bahwa para peneliti di organisasinya menyalin bagian dari kode genetik virus yang berisi instruksi bagi sel untuk membuat lonjakan protein. Moderna membungkus “pengantar RNA” itu ke dalam vaksin.

Fauci meyakini dapat menyelesaikan membuat vaksi kurang dari 18 bulan. Timnya akan mencoba mengembangkan teknologi platform untuk memfasilitasi pengembangan vaksin dengan cepat. Salah satu platform tersebut adalah produksi vaksin Moderna berdasarkan genetika virus.

Pada 7 Februari silam, para ilmuwan perusahaan telah memproduksi puluhan dosis vaksin tingkat klinis, cukup untuk uji coba awal NIH pada sukarelawan sehat. Uji coba itu telah terjadwal dan akan dilakukan pada April ini.

Nantinya, vaksin corona yang dikerjakan oleh Moderna ini akan berjenis “vaksin asam nukleat”, yang mengandung resep genetik untuk protein virus dalam bentuk DNA atau messenger RNA (mRNA). Itu membuat penerima manusia menghasilkan protein di dalam tubuh mereka. Belum ada vaksin virus yang terbuat dari asam nukleat yang dilisensikan untuk penggunaan manusia.

Sekarang, mari kita tunggu sambil berharap pengembangan vaksin corona yang dilakukan oleh Moderna atau organisasi, instansi, atau pihak-pihak terkait dapat berjalan dengan mulus dan dapat selesai secepatnya agar pandemi covid-19 yang telah memakan puluhan ribu korban jiwa ini lekas tertangani dan kita dapat kembali menjalani kehidupan seperti sedia kala.

Hidup Sehat, Penyakit Read More

Virus Corona

Virus Corona (COVID-19) adalah virus yang telah menyebar ke setiap negara dan dapat menyebabkan berbagai gejala dari yang ringan hingga berat, dan juga mengakibatkan kematian.

Virus Corona pertama kali diumumkan di Wuhan, Tiongkok, pada tanggal 31 Desember 2019. Virus Corona dapat menyebar antarmanusia. Pemerintah Tiongkok telah melakukan upaya untuk mencegah penyebaran Virus Corona dengan membangun sejumlah rumah sakit darurat di Wuhan dan mencegah orang-orang datang dan pergi ke kota itu.

Virus Corona juga merupakan penyakit yang perlu manusia waspadai karena kasus tersebut lebih parah dari SARS (severe acute respiratory syndrome). Hingga 11 Maret 2020, jumlah kematian yang disebabkan oleh virus Corona mencapai lebih dari 4.200 orang di seluruh dunia, sedangkan SARS, yang terjadi pada November 2002, menyebabkan kematian lebih dari 700 orang.

Selain itu, virus Corona telah mencapai lebih dari 115.000 kasus di setiap negara, sedangkan SARS menyebabkan lebih dari 8.000 kasus. Setiap negara telah melakukan sejumlah upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona dengan memperketat perjalanan dari dan ke Tiongkok.

Gejala

Orang-orang yang terkena virus Corona kemungkinan akan mengalami gejala sebagai berikut:

  • Flu.
  • Batuk.
  • Demam.
  • Sakit tenggorokan.
  • Sesak nafas.
  • Pneumonia.

Virus Corona dapat disembuhkan, namun juga berpotensi mengancam nyawa manusia, khususnya pada lansia, karena lansia atau orang-orang yang setidaknya berusia 60 tahun memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah dan risiko paling tinggi terhadap kematian yang disebabkan oleh virus Corona.

Penyebab

Orang-orang yang mengalami virus Corona disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut:

  • Hewan

Contoh hewan yang dapat menyebar virus Corona adalah kelelawar dan ular.

  • Kontak fisik

Virus Corona juga dipengaruhi oleh kontak fisik seperti jabat tangan dan memeluk sehingga dapat menular orang lain.

  • Benda yang terkontaminasi

Orang-orang yang mengalami virus Corona juga disebabkan oleh benda yang terkontaminasi oleh virus tersebut seperti genggaman pintu dan pegangan di dalam bis atau kereta.

  • Paparan udara

Orang yang mengalami virus Corona dan jika bersin dapat menyebabkan virus tersebut menyebar melalui paparan udara sehingga dapat menular orang lain.

Diagnosis

Seseorang perlu dikarantina untuk mengetahui jika mereka terindikasi mengalami virus Corona karena melakukan perjalanan dari tempat yang rentan terhadap virus Corona. Selain itu, cara lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui jika seseorang terkena virus Corona atau tidak, dokter harus mendiagnosis pasien dengan:

  • Mengambil sampel darah dan dahak.
  • Melakukan swab pada tenggorokan.
  • Melakukan rontgen dada jika ada cairan pada paru.

Setelah melakukan diagnosis di atas, dokter dapat membawa sampel darah, dahak, dan swab ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pengobatan

Untuk mencegah virus Corona, belum ada obat yang tepat, namun Anda dapat melakukan upaya yang dianjurkan dokter berupa:

  • Banyak beristirahat.
  • Minum banyak air putih.
  • Minum obat pereda demam dan nyeri tenggorokan berupa aspirin, ibuprofen, atau paracetamol.
  • Mandi air hangat untuk meredakan nyeri tenggorokan.

Pencegahan

Walaupun belum ada vaksin untuk menangani virus Corona, Anda dapat melakukan pencegahan sebagai berikut:

  • Cuci tangan setidaknya selama 20 detik setelah makan.
  • Gunakan hand sanitizer berbahan alkohol.
  • Jangan sering menyentuh mata, hidung, atau mulut.
  • Jangan jabat tangan dengan orang lain untuk sementara.
  • Gunakan masker jika Anda sakit atau mengalami gejala virus Corona.
  • Jangan pergi ke negara yang rentan terhadap virus Corona untuk sementara.
  • Hindari kontak dengan hewan.
  • Masak makanan hingga matang.

Sumber:

https://www.sehatq.com/tag/coronavirus

Penyakit Read More

Melihat Beda Bronkopneumonia dan Penyakit Sistem Pernapasan Lain

Ada banyak ragam penyakit yang dapat menyerang organ pernapasan manusia, mulai dari yang ringan sampai yang membahayakan nyawa. Sebut saja flu atau batuk, bronkopneumonia, hingga kanker paru-paru. Hampir sebagian besar penyebab timbulnya penyakit yang menyerang organ sistem pernapasan adalah infeksi bakteri atau virus.

Hal ini amat wajar jika kita tahu dan paham cara kerja organ sistem pernapasan. Mereka mensirkulasikan udara dari dalam ke luar tubuh dan sebaliknya. Padahal, kita menyadari betul bahwa udara yang kita hirup tak pernah benar-benar aman dari bakteri atau virus yang dapat menyebabkan penyakit itu.

Pada kesempatan kali ini, akan dibahas mengenai bronkopneumonia, bronkitis, dan bronkiolitis. Ketiganya mungkin terdengar tak jauh berbeda. Apalagi jika kita tak paham betul mengenai macam-macam penyakit pernapasan. Padahal, ketiganya adalah jenis penyakit yang berbeda, meski tetap terdapat beberapa kesamaan di sana.

Nah, oleh karena itu, agar tak tertukar-tukar—dan kita bisa memahami bila suatu saat kita atau orang-orang terdekat kita terserang salah satu di antaranya, berikut dipaparkan perbedaan antara bronkopneumonia, bronkitis, dan bronkiolitis.

  • Bronkopneumonia

Yang pertama adalah bronkopneumonia. Penyakit ini terjadi setelah bakteri dan virus penyebab membuat peradangan atau infeksi yang mengenai jaringan paru dan sekitarnya. Bronkopneumonia ini bisa menyerang siapa saja, tetapi utamanya anak baru lahir hingga usia 5 tahun ke atas.

  • Penyebab

Penyakit bronkopneumonia ini disebabkan berbagai macam virus, bakteri, atau jamur. Bakteri yang paling sering menyebabkan bronkopneumonia adalah pneumokokus (Streptococcus pneumonia), HiB (Haemophilus influenza typeb), dan stafilokokus (Staphylococcus aureus).

Adapun virus penyebab sangat banyak, misalnya rhinovirus,respiratory syncytial virus (RSV) atau virus influenza.

  • Gejala

Gejala bronkopneumonia biasanya diawali dengan indikasi seperti flu pada umumnya. Semakin hari, gejala ini akan semakin parah. Selain itu, tanda-tanda seseorang mengalami bronkopneumonia antara lain: batuk, demam, nyeri dada, detak datung cepat, hingga menyebabkan napas cepat seperti terengah-engah.

  • Bronkiolitis

Penyakit bronkiolitis adalah peradangan atau infeksi pada bronkioli (cabang dari bronkus pada tenggorokan bisa juga kita sebut sebagai bagian saluran nafas yang kecil) sering terjadi pada si kecil yang berusia kurang dari 2 tahun.

Bronkus sendiri adalah saluran atau tempat jalan pada sistem pernafasan yang membawa udara ke paru-paru.

Penyebab paling sering adalah virus yakni Respiratory syncytial virus (RSV). Selain itu bisa juga disebabkan oleh Adenovirus, Influenza virus, Parainfluenza, Rhinovirus.

  • Bronkitis

Penyakit bronkitis adalah proses peradangan yang bisa mengenai mulai dari trakea (saluran nafas atas yang berbentuk tabung), bronkus (cabang paru-paru) utama dan menengah (saluran nafas besar) yang ditandai sebagai batuk, serta biasanya akan membaik tanpa terapi dalam 2 minggu.

Bronkitis ini bisa disebabkan oleh bakteri, viru, atau alergi. Bronkitis karena bakteri biasanya dikaitkan dengan Mycoplasma pneumoniae, Bordetella pertussis, atau Corynebacterium diphtheriae.

Bronkitis disebabkan oleh virus, antara lain yaitu Rhinovirus, RSV, virus Influenza, virus Parainfluenza, Adenovirus, virus Rubeola, dan Paramyxovirus.

Akan tetapi, zat iritan (bahan yang menyebakan alergi sehingga terjadi peradangan) seperti asam lambung, atau polusi lingkungan, dilaporkan dapat menyebabkan bronkitis.

Gejala yang paling khas dari penyakit ini adalah batuk. Biasanya mengikuti seperti gejala infeksi saluran atas seperti pilek, sukar menelan, bisa ditemukan demam namun tidak terlalu tinggi.

Pada si kecil yang sudah sedikit besar biasanya akan ditemukan batuk disertai dahak. Bunyi “mengi” juga kadang dapat terdengar.

***

Nah, kira-kira itulah beberapa perbedaan antara bronkopneumonia, bronkitis, dan bronkiolitis yang bisa Anda perhatikan. Ketiganya memang tidak terlalu berbahaya jika masih dalam tahap awal. Penyakit-penyakit ini pun dapat diatasi dengan serangkaian perawatan di rumah.

Namun, jangan pernah sekali pun menyepelekan penyakit. Jika telah bergulir ke tahap yang parah, atau tidak tertangani dengan baik, bukan tidak mungkin bronkopneumonia, bronkitis, dan bronkiolitis dapat menimbulkan komplikasi yang justru membahayakan nyawa.

Penyakit Read More