Mengenal Apa Itu Sindrom Marie Antoinette

Sindrom Marie Antoinette adalah kondisi ketika warna rambut seseorang tiba-tiba berubah menjadi putih secara tiba-tiba. Seperti yang disebutkan di atas, sindrom ini diambil dari cerita tentang warna rambut Marie Antoinette yang berubah menjadi putih semalam sebelum ia menjalani hukuman mati tahun 1793. Cerita perubahan warna rambut ini memang sulit dipercaya banyak orang. Meskipun demikian, beberapa individu memang mengklaim bahwa rambut mereka berubah menjadi putih dalam satu malam yang terjadi akibat stres. Sindrom Marie Antoinette, jika benar-benar nyata, berbeda dengan pembentukan uban biasa. Biasanya, rambut putih atau uban terjadi secara alamiah dan perlahan seiring pertambahan usia. Namun, pada beberapa kasus sindrom Marie Antoinette, perubahan warna rambut ini bisa terjadi pada orang yang masih muda secara tiba-tiba. Marie Antoinette sendiri dihukum mati saat ia berusia 37 tahun.

Pakar kesehatan menyebutkan jika normalnya kita memang akan mengalami penuaan pada rambut sehingga secara perlahan-lahan rambut kita akan terus memutih dan akan benar-benar putih sempurna saat kita sudah tua. Namun, ternyata, cerita yang dialami oleh Marie Antoinette ini bisa benar-benar terjadi. Ya, ada kemungkinan rambut kita bisa memutih dalam semalam atau setidaknya sangat cepat. Sindrom ini dinamai sama persis dengan legenda ratu Perancis ini meskipun secara medis dinamai dengan Canities Subita. Ada sebuah penelitian yang dirilis hasilnya pada tahun 2013 kemarin yang bahkan menyebutkan jika semenjak tahun 1800-an, setidaknya ada 84 kasus rambut yang memutih dengan kecepatan yang sangat luar biasa. Hal yang menarik adalah, penyebab dari kasus sindrom ini juga dikarenakan oleh stress berat atau trauma berat.

Kasus Sindrom Marie Antoinette

Marie Antoinette bukan satu-satunya individu yang dipercaya mengalami perubahan warna rambut tiba-tiba. Beberapa laporan lain juga menyebutkan kejadian serupa, misalnya:

  1. Thomas More, penasihat Raja Henry VIII di Inggris (1535)

Thomas More, yang merupakan penulis sekaligus penasihat Raja Henry VIII di Inggris, juga disebutkan mengalami perubahan warna rambut menjadi putih secara tiba-tiba sebelum dieksekusi mati tahun 1535.

  1. Penyintas serangan bom di Perang Dunia II

Perubahan warna rambut menjadi putih tak hanya disebutkan terjadi pada figur sejarah. Dalam catatan yang lebih modern, kasus serupa juga disebutkan hampir satu abad silam.Sebuah laporan yang dimuat dalam  Archives of Dermatology menyebutkan, catatan di masa Perang Dunia II melaporkan adanya perubahan warna rambut menjadi putih di kalangan penyintas serangan bom di era perang tersebut. 

  1. Kasus pria lansia di Amerika Serikat (1957)

Masih dari laporan yang lebih terbaru, yakni tahun 1957, seorang dokter kulit di Amerika Serikat menyaksikan perubahan warna rambut pasien pria berusia 63 tahun menjadi putih. Namun, sedikit berbeda dengan sindrom Marie Antoinette yang terjadi dalam satu malam, perubahan warna rambut pria tersebut terjadi dalam kurun waktu beberapa minggu.Pria lansia tersebut dilaporkan mengalami perubahan warna rambut setelah terjatuh di tangga. Pasien ini juga mengalami rambut rontok walau tidak ditemukan pola kebotakan. Sekitar 17 bulan kemudian, sang pria mengalami kelainan kulit vitiligo.

Sindrom Marie Antoinette masih menyisakan misteri di kalangan ahli. Sembari menantikan kabar terbaru dari sindrom ini, tentu kita sebaiknya fokus dalam menjaga kesehatan rambut dan peka terhadap tanda-tanda kerusakan rambut.

Penyakit Read More

Penjelasan Singkat Gastroschisis yang Perlu Dipahami

Merupakan cacat lahir yang terjadi pada dinding perut bayi di mana usus keluar melalui lubang sisi pusar dikenal dengan nama gastroschisis. Ukuran lubang pada penderita ini bervariasi dan pada umumnya terleta di sebelah kanan pusar. Keadaan ini terjadi akibat dari tidak sempurnanya pembentukan otot dinding perut bayi saat berada di kandungan.

Kondisi ini terjadi di awal masa kehamilan ketika otot yang membentuk perut bayi tidak bekerja dengan benar. Lubang yang muncul membuat usus dan organ lain keluar dari tubuh, kondisi ini pada umumnya terjadi di sisi kanan pusar. Sehingga membuat usus terpapar cairan ketuban dan berisiko terkena iritasi hingga menjadi pendek, melintir hingga membengkak.

Gejala Gastroschisis

Tak hanya usus, organ lain seperti lambung dan hati juga bisa keluar dari perut melalui lubang yang muncul. Kondisi ini nyaris mirip seperti omfalokel, yang membedakan adalah pada omfalokel posisi lubang tepat di pusar dn organ yang kelar dari perut diselubungi lapisan tipis. Sementara pada kondisi ini tidak ada lapisan tipis yang membungkus organ saat keluar dari perut.

Gejala umum yang terdapat pada bayi adalah adanya lubang di dinding perut, lubang ini biasanya terletak di sisi kanan pusar dan lubang keluar dari usus halus. Perlu diketahui jika kantung empedu juga bisa keluar dari dinding perut, hal itulah yang dapat menimbulkan gangguan penyerapan makanan bila usus yang keluar menjadi rusak.

Penyebab dan Faktor Risiko

Untuk penyebab dari kondisi ini belum diketahui, namun dalam beberapa kasus bayi yang mengalami kondisi ini diketahui mengalami perubahan pada gen atau kromosom. Selain itu, ada pula beberapa faktor yang didua mampu memengaruhi bayi menderita kelainan ini. Beberapa faktor tersebut di antaranya sebagai berikut.

  • Kehamilan di usia remaja.
  • Konsumsi makanan dan minuman ibu saat hamil.
  • Merokok dan mengonsumsi alkohol.
  • Pengaruh lingkungan di sekitar ibu hamil.
  • Penggunaan obat-obatan selama masa kehamilan.

Diagnosis dan Pengobatan Kelainan

Kondisi ini dapat didiagnosis setelah bayi lahir dengan melihat langsung usus yang keluar, namun juga bisa dilihat saat bayi masih di dalam kandungan. Untuk mendeteksi kondisi ini pada bayi yang masih berada di dalam kandungan dapat menggunakan USG dan dilakukan pada trimester kedua atau ketiga masa kehamilan.

Apabila bayi diketahui dan dipastikan mengalami kondisi ini, maka dokter kandungan akan merekomendasikan tindakan ekokardiografi untuk mendeteksi apakah terjadi kelainan pada jantung bayi. Selanjutnya, dokter juga akan mengambil langkah pengobatan terhadap bayi untuk mengatasi kelainan yang ada.

Tindakan yang umum dilakukan oleh dokter untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan operasi, apabila lubangnya kecil dan hanya sebagian organ yang keluar dari perut, tindakan operasi bisa dilakukan segera setelah bayi lahir. Prosesnya dokter akan memasukkan usus ke dalam perut dan menutup lubang dengan jahitan.

Sementara pada bayi dengan kondisi lubang yang besar disertai sebagian besar ogan keluar dari perut, maka operasi yang dilakukan biasanya lebih dari satu kali. Organ-organ yang keluar dari perut akan dilapisi dengan bahan khusus, kemudian secara bertahap dimasukkan kembali ke dalam perut, setelahnya dokter akan menutup lubang dengan menjahitnya.

Di sisi lain suhu tubuh pada bayi yang mengalami gastroschisis akan selalu dipantau, karena organ tubuh yang berada di luar perut akan membuat panas tubuh keluar. Dilakukan juga tindakan pemberian nutrisi melalui infus disertai dengan pemberian antibiotik guna mencegah yang terjadi pada bayi.

Penyakit Read More

Merasa Kembung? Lakukan Pencegahan Sebelum Minum Obat Kembung

obat kembung untuk atasi gejala perut kembung

Perut kembung disebabkan oleh gas yang terlalu banyak terperangkap di dalam sistem pencernaan. Akumulasi gas yang berlebihan ini menimbulkan sensasi tidak nyaman di perut bahkan dapat menimbulkan rasa sakit berlebih. 

Untuk mengatasi perut kembung, banyak orang memilih jalan pintas dengan mengonsumsi berbagai jenis obat kembung yang dijual bebas di pasaran. Namun sebenarnya, solusi untuk mengatasi perut kembung sebaiknya tidak melulu dengan obat. Pasalnya, banyak cara pencegahan dan pengobatan alami untuk jenis keluhan yang satu ini. 

Kenali Penyebab Kembung 

Pencegahan dapat dilakukan ketika Anda bisa mengenali terlebih dahulu mengenai penyebab sesuatu hal terjadi. Khusus untuk kasus perut kembung, ada banyak hal yang memicu gas berlebih yang pada akhirnya berujung pada kondisi ini. Berikut adalah beberapa contohnya. 

  • Makanan Berlemak 

Semakin besar kadar lemak pada sebuah makanan, sebuah tinggi pula kadar gas yang terkandung. Kerap mengonsumsi makanan berlemak pun akan membuat Anda lebih mudah menumpuk gas di dalam perut dan saluran pencernaan. 

  • Pola Makan Salah 

Makan terlalu banyak bisa membuat penumpukan gas di perut terjadi dengan cepat. Begitupun ketika Anda memiliki kebiasaan makan yang terlalu cepat. 

  • Sayur-sayuran dan Kacang

Sayur-sayuran dan kacang-kacangan memang sehat. Namun, kedua jenis makanan ini mengandung gas yang cukup tinggi, khususnya jenis sayuran hijau. 

  • Sembelit 

Sembelit merupakan kondisi tinja keras sehingga sulit dikeluarkan. Orang dengan sembelit umumnya hanya buang air besar kurang dari 3 kali seminggu. Tidak keluarnya tinja secara maksimal membuat penumpukan gas terjadi di sekitar perut. 

  • Soda 

Minuman bersoda mengandung asupan gas yang cukup tinggi. Jika terlalu sering mengkonsumsinya, gas dari soda akan mudah menumpuk di perut. 

  • Kehamilan

Kehamilan juga cenderung mudah membuat Anda mengalami perut kembung. Ini karena adanya peningkatan hormon progesteron yang membuat masalah di saluran pencernaan. 

Cara Mencegah Kembung 

Terlalu sering mengonsumsi obat kembung untuk mengurangi gas di perut tidaklah baik karena bagaimanapun obat-obatan tersebut mengandung bahan kimia. Lebih baik Anda mengantisipasi rasa kembung dengan melakukan berbagai pencegahan berikut. 

  • Makan Sedikit dan Sering 

Mengonsumsi makanan dalam jumlah besar dalam sekali waktu rentan membuat penumpukan gas di perut. Mulai sekarang ubah kebiasaan tersebut dengan memilih cara makan secara sedikit-sedikit. Anda bisa membagi satu porsi makanan yang umum Anda makan ke dalam beberapa sesi yang dibagi tiap berapa jam. 

  • Batasi Konsumsi Gas 

Agar tidak kembung, tentu saja Anda harus membatasi asupan gas yang masuk ke sistem pencernaan. Membatasi konsumsi makanan tinggi serat dan minuman beralkohol bisa menjadi jawabannya. 

  • Konsumsi Suplemen Pencernaan 

Tidak ada salahnya mengonsumsi suplemen pencernaan untuk mencegah kembung. Carilah suplemen yang bisa membentuk enzim tambahan guna memecah karbohidrat yang kerap tidak bisa dipecah di lambung sehingga menimbulkan masalah kembung. 

  • Olahraga Teratur 

Aktivitas fisik,tidak terkecuali olahraga, dapat membuat kinerja usus meningkat. Usus yang bekerja optimal dapat membantu mengeluarkan gas berlebih dari saluran pencernaan. 

Penanganan Alami

Ketika sudah terlanjur mengalami kembung, sebenarnya Anda bisa mengurangi gejalanya dengan penanganan yang alami. Penanganan tanpa obat kembung ini bisa dilakukan dengan mengonsumsi beberapa bahan natural atau cara lain seperti di bawah ini. 

  • Memijat Perut 

Jika dilakukan dengan tepat, memijat perut bisa membantu mengeluarkan gas berlebih yang menjadi penyebab kembung. Tempatkan tangan tepat di atas pinggul kanan dan lakukan gerakan memutar sampai bergerak ke arah atas pinggul kiri. Lanjutkan dengan mengurut pelan dari bagian tengah bawah perut sampai ke arah tulang rusuk. 

  • Mandi Air Hangat 

Rasa kembung akan semakin terasa ketika Anda panik menghadapinya. Cobalah untuk rileks sejenak dengan berendam atau mandi air hangat. Relaksasi ini bisa membuat saluran pencernaan bekerja lebih maksimal sehingga gas lebih cepat keluar. 

  • Perbanyak Minum Air Mineral 

Air putih bisa membantu mengeluarkan gas yang terperangkap di dalam usus atau saluran pencernaan lain. Ketika mulai merasa kembung, cobalah untuk memperbanyak minum air mineral guna mengurangi gejala rasa tidak nyaman dan sakit yang dialami. 

*** 

Pencegahan dan cara alami mengatasi rasa kembung dapat membuat Anda bebas dari ketergantungan obat. Obat kembung bisa Anda pilih sebagai opsi terakhir apabila rasa tidak nyaman sudah terlalu berat. Baiknya pula obat yang Anda konsumsi sudah dikonsultasikan dulu ke tim medis.

Penyakit Read More

Prosedur Uji Fungsi Hati Tak Hanya ALT dan ALP Test

ALT dan ALP test adalah suatu pemeriksaan untuk mengukur kadar enzim yang menjadi penanda fungsi hati.

Organ hati perlu dijaga kesehatannya karena ia berperan cukup penting dalam mekanisme tubuh manusia. Seseorang bisa memulai menjaga kesehatan organ hati dengan melakukan prosedur uji fungsi hati untuk mengukur sejauh mana kondisi organ tersebut pada saat ini. Dua di antara prosedur yang dimaksud adalah ALT dan ALP test.

Uji fungsi hati dilakukan dengan mengukur kadar senyawa kimia tertentu dalam darah, kemudian membandingkannya dengan nilai normal senyawa kimia tersebut. Jika hasil pengukuran zat kimia menunjukkan kadar yang tidak normal, dapat dicurigai adanya penyakit atau kerusakan hati.

Namun, prosedur uji fungsi hati tidak hanya dua itu saja. Masih banyak prosedur atau metode lain yang bisa dijadikan pilihan atau alternatif pemeriksaan. Mungkin dokter akan memberikan sugesti kepada Anda, tergantung bagaimana kondisi Anda.

Berikut ini beberapa prosedur fungsi hati yang tersedia dalam dunia medis:

  • Tes serum glutamat piruvat transaminase (SGPT) atau alanin transaminase (ALT)

Tes ini mengukur kadar enzim SGPT di dalam darah. Pada kondisi normal, enzim SGPT terkandung di dalam sel-sel hati dan hanya sedikit terdapat di dalam darah. Jika sel-sel hati mengalami kerusakan, enzim SGPT akan terlepas dari sel-sel hati ke dalam darah, sehingga kandungan enzim tersebut di dalam darah akan mengalami kenaikan.

  • Tes serum glutamat oksaloasetat transaminase (SGOT) atau aspartat aminotransferase (AST) 

Tes ini mengukur kadar enzim SGOT di dalam darah. Hampir sama dengan enzim SGPT, pada kondisi normal, enzim SGOT dapat ditemukan pada kadar rendah di dalam darah. Akan tetapi jika terjadi kerusakan liver, maka kadar enzim SGOT di dalam darah akan mengalami peningkatan.

  • Tes albumin 

Albumin merupakan protein yang diproduksi khusus oleh hati. Albumin dalam darah berfungsi untuk memberikan nutrisi bagi jaringan, mencegah kebocoran cairan dari pembuluh darah, dan membantu transportasi hormon, vitamin dan senyawa lain di dalam darah. Hati yang tidak bekerja dengan baik, dapat ditandai dengan konsentrasi albumin yang lebih rendah dari normal.

  • Tes bilirubin 

Bilirubin merupakan produk sisa penghancuran sel darah merah, yang dihasilkan oleh hati. Bilirubin akan dibentuk oleh hati dan dibuang melalui saluran pencernaan bersama feses. Jika hati atau liver mengalami kerusakan, maka pembuangan bilirubin akan terhambat sehingga menyebabkan kenaikan kadar bilirubin dalam darah.

  • Tes alkali fosfatase 

Alkali fosfatase (ALP) merupakan enzim yang biasanya ditemukan di empedu, kantung empedu, dan hati. Jika hati atau kantung empedu mengalami gangguan atau kerusakan, konsentrasi enzim ALP akan mengalami kenaikan. 

Prosedur tes alkali fosfatase ini kerap disandingkan bersama prosedur ALT, sehingga kerap disangka sebagai sebuah satu kesatuan menjadi ALT dan ALP test.

  • Tes gamma-glutamyl transferase 

Gamma-glutamyl transferase (GGT) merupakan enzim yang ditemukan di berbagai organ tubuh, namun konsentrasinya paling tinggi terdapat di hati. GGT akan meningkat bila terjadi kerusakan di hati atau saluran empedu.

***

Beberapa prosedur uji hati di atas memang efektif untuk mengetahui ada apa di balik organ hati seseorang. Akan tetapi yang perlu diingat adalah bahwa hasil uji fungsi hati tidak memberikan diagnosis spesifik tentang penyakit hati yang sedang diderita. Hasil tersebut dapat digunakan oleh dokter untuk mempertimbangkan metode pemeriksaan atau pengobatan berikutnya.

Karena ternyata prosedur uji fungsi hati tidak hanya ALT dan ALP test saja, pasien atau penderita mungkin akan diuntungkan dengan kenyataan ini. Artinya, mereka banyak memiliki pilihan untuk menentukan atau mendapatkan metode yang sesuai dengan kebutuhannya.

Penyakit Read More

Prosedur Cuci Darah dengan BPJS Kesehatan, Begini Aturannya

Cuci darah memang menjadi prosedur rutin yang harus dilakukan oleh penderita gagal ginjal kronis. Prosedur cuci darah setidaknya dilakukan 1-3 kali dalam seminggu. 

Pelayanan hemodialisa alias cuci darah butuh biaya yang tidak sedikit. Untungnya, peserta BPJS Kesehatan bisa mendapatkan pelayanan cuci darah yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan bagi peserta aktif, sesuai indikasi medis, serta mengikuti prosedur yang berlaku.

Pentingnya Cuci Darah Bagi Penderita Gagal Ginjal

Cuci darah merupakan prosedur yang diperlukan bagi penderita gagal ginjal untuk membuang limbah berbahaya dan cairan berlebih dalam tubuh. Prosedur cuci darah ini dilakukan untuk menggantikan fungsi ginjal. Sehingga keseimbangan cairan dan partikel elektrolit dalam tubuh tetap terjaga meskipun ginjal tidak mampu menjalankan fungsinya.

Jika tidak melakukan cuci darah, garam dan produk limbah lainnya akan mengalami penumpukan di darah yang kemudian dapat meracuni tubuh dan merusak organ tubuh. Oleh karenanya, prosedur cuci darah penting untuk pasien gagal ginjal agar bisa terus menjalani hidup yang berkualitas.

Namun, dengan rutin melakukan cuci darah tidak dapat mengobati penyakit gagal ginjal kronis yang diidapnya pasien.

Kapan Pasien Gagal Ginjal Menjalani Cuci Darah?

Jika pasien sudah mengalami gagal ginjal stadium akhir atau ginjal sudah tidak dapat menjalankan 85-90 % fungsi normalnya, maka pasien perlu melakukan prosedur cuci darah.

Acuan lainnya adalah nilai eFGR. Semakin rendah nilai eFGR, maka kerusakan ginjal juga semakin parah. Jika nilai eFGR di bawah 15, maka pasien harus menjalani cuci darah. Bahkan cuci darah biasanya dijalankan seumur hidup, kecuali pasien mendapatkan transplantasi ginjal.

Biaya Cuci Darah

Sekali melakukan prosedur cuci darah, biaya yang dibutuhkan berkisar antara Rp 1-2 juta. Berbeda rumah sakit berbeda pula tarifnya. Setidaknya dalam satu bulan, pasien penderita gagal ginjal kronis harus melakukan cuci darah setidaknya 8 kali. Jika dikalikan, tentu biaya ini tidak sedikit. Inilah yang membuat banyak pasien yang menghindari cuci darah akibat biaya yang dibutuhkan sangat banyak. Namun, setiap orang yang terdaftar BPJS Kesehatan akan merasa terbantu dengan adanya layanan cuci darah dari BPJS.

Peraturan BPJS Kesehatan untuk Tindakan Cuci Darah

Layanan cuci darah dapat diperoleh oleh semua peserta aktif BPJS Kesehatan. Syarat lainnya adalah peserta harus mengikuti prosedur yang berlaku dan sesuai dengan indikasi medis.

Syaratnya, bagi peserta yang ingin melakukan cuci darah, cukup meminta surat rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat I. Kemudian prosedur cuci darah bisa langsung dilakukan.

Peraturan baru untuk peserta yang melakukan tindakan cuci darah dengan BPJS Kesehatan adalah mengenai surat rujukan. Jadi surat rujukan dari faskes tingkat I untuk faskes rujukan tingkat lanjutan hanya berlaku satu kali untuk diagnosis yang sama serta tujuan rujukan yang sama pula.

Kontrol selanjutnya baru dapat dilakukan maksimal tiga bulan sejak tanggal dikeluarkan rujukan awal. Hal ini sebagai upaya monitoring oleh Faskes ingkat Pertama yang bertindak sebagai care coordinator.

Prosedur Cuci Darah Semakin Mudah dengan Finger Print

Terhitung sejak awal tahun 2020 lalu, layanan kesehatan untuk cuci darah dari BPJS Kesehatan semakin mudah untuk dilakukan di RS atau klinik utama. Dengan dimplifikasi prosedur ini, peserta cuci darah tidak perlu membuat surat rujukan berulang dari faskes tingkat I. Tetapi cukup dengan penggunaan finger print atau sidik jari di RS.  Syaratnya, pasien harus melakukan rekam sidik jari dulu. Kemudian setiap kali akan melakukan cuci darah, pasien tidak perlu ke faskes tingkat I untuk mendapatkan surat rujukan.

Jika sidik jari pasien peserta BPJS sudah terekam di RS, maka bisa langsung melakukan prosedur cuci darah dengan finger print saja.

Penyakit Read More

Hipermagnesemia, Jumlah Magnesium Berlebih Di Tubuh

Hipermagnesemia adalah keadaan ketika Anda mengalami kadar magnesium yang berlebihan

Hipermagnesemia mengacu pada jumlah magnesium yang berlebihan dalam aliran darah Anda. Hal ini jarang terjadi dan biasanya disebabkan oleh gagal ginjal atau fungsi ginjal yang buruk.

Magnesium adalah mineral yang digunakan tubuh Anda sebagai elektrolit, artinya ia membawa muatan listrik ke seluruh tubuh ketika dilarutkan dalam darah.

Magnesium memiliki peran dalam kesehatan tulang, fungsi kardiovaskular, dan transmisi saraf, di antara fungsi-fungsi lainnya.  Sebagian besar magnesium disimpan dalam tulang Anda. 

Hipermagnesemia jarang terjadi dan terjadi ketika terlalu banyak magnesium bersirkulasi dalam darah Anda. Tubuh yang sehat mempertahankan kadar 1,7 hingga 2,3 miligram per desiliter (mg / dL) magnesium setiap saat. Sedangkan, tingkat magnesium yang tinggi adalah 2,6 mg / dL atau lebih.

Gejala-gejala hipermagnesemia meliputi:

  • Mual
  • Muntah
  • Gangguan neurologis
  • Tekanan darah rendah abnormal (hipotensi)
  • Pembilasan
  • Sakit kepala

Tingkat magnesium yang sangat tinggi dalam darah dapat menyebabkan masalah jantung, kesulitan bernapas, dan syok. Bahkan dalam kasus yang parah, dapat menyebabkan koma.

Orang dengan masalah ginjal yang mendasarinya beresiko mengalami hipermagnesemia, karena ginjal mereka mungkin tidak dapat mengeluarkan cukup magnesium.

Menghindari obat-obatan yang mengandung magnesium dapat membantu mencegah komplikasi. Obat-obatan ini termasuk beberapa antasida dan pencahar yang dijual bebas.

Selain itu, dokter disarankan untuk menguji hipermagnesemia pada siapa pun dengan ginjal berkinerja buruk yang mengalami gejala terkait.

Pada umumnya, diagnosis hipermagnesemia dilakukan dengan mengukur konsentrasi magnesium serum. Pengobatan untuk kondisi ini termasuk pemberian kalsium glukonat IV dan furosemide; selain itu, hemodialisis dapat membantu dalam kasus yang parah.

Jika didiagnosis dini, hipermagnesemia biasanya dapat diobati. Jika fungsi ginjal normal, ginjal dapat mengeluarkan kelebihan magnesium dengan cepat setelah sumbernya diidentifikasi dan dihentikan.

Penyakit Read More

Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Penderita Hipertiroidisme

Salah satu gangguan kesehatan yang berhubungan dengan kelenjar tiroid adalah hipertiroidisme

Salah satu gangguan kesehatan yang berhubungan dengan kelenjar tiroid adalah hipertiroidisme. Kondisi itu terjadi ketika kelenjar tiroid bekerja terlalu aktif sehingga menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan.

Aktivitas di luar batas itu pada suatu waktu akan mengakibatkan metabolisme tubuh menjadi lebih cepat. Padahal, jika bekerja secara normal, tiroid amat bermanfaat bagi manusia. Hormon tiroid ini sendiri mengatur banyak fungsi tubuh, di antaranya sistem saraf, perkembangan otak, dan suhu tubuh.

Gejala utama hipertiroid yang berkaitan dengan metabolisme ialah, denyut jantung sangat cepat, keringat berlebih, sulit tidur, hingga membuat penderitanya menjadi mudah cemas dan cepat tersinggung. Selain itu, gejala lain dari hipertiroidisme memungkinkan terjadinya pertumbuhan “tidak biasa” di tubuh seseorang.

Seperti timbulnya benjolan di sekitar leher, munculnya payudara di tubuh laki-laki, dan sebagainya. Gejala lain dari hipertiroidisme juga bisa membuat penderitanya merasa gatal, mual dan muntah, rambut menjadi halus dan rapuh sehingga mudah rontok, dan lain sebagainya. 

Gejala-gejala itu sebenarnya dapat diatasi dengan mudah jika penderita paham kuncinya. Nah, penderita sebenarnya hanya perlu menjaga dan memastikan kelenjar tiroid di dalam dirinya tetap seimbang, dan salah satu cara untuk mendapatkan itu adalah menjaga pola konsumsi. 

Ada beberapa aturan makanan yang harus dipatuhi oleh penderita hipertiroidisme, berikut ini adalah bahan-bahan konsumsi yang harus dihindari para penderita hipertiroidisme:

  • Gorengan

Gorengan menjadi kudapan favorit masyarakat Indonesia, meski banyak yang mengatakan bahwa jenis makanan ini tak baik untuk kesehatan. Penderita hipertiroidisme dianjurkan untuk menghindari gorengan untuk menjaga stabilitas kelenjar tiroidnya.

Gorengan tidak baik bagi penderita hipertiroidisme karena mengandung minyak dalam jumlah yang besar. Minyak inilah yang merupakan sumber kolesterol tinggi yang akan memicu produksi kelenjar tiroid di dalam tubuh seseorang. 

Lagi pula, lemak yang melekat pada camilan yang digoreng juga termasuk lemak tidak sehat dan akan meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah.

  • Daging Merah

Kandungan lemak jenuh yang tinggi dalam daging merah akan membuat keseimbangan hormonal tubuh menjadi terganggu. Bagi penderita hipertiroidisme, mengganti daging merah dengan ikan akan lebih baik untuk menstabilkan kadar tiroksin mereka. 

Tidak hanya itu, kelebihan konsumsi daging merah juga tidak baik bagi mereka yang juga mengalami penyakit lain, seperti serangan jantung, diabetes, atau kolesterol. Konsumsi daging merah berlebih berpotensi membuat penderita kesulitan dalam penyembuhan dari kondisi ini.

  • Makanan yang Mengandung Yodium

Yodium merupakan bahan yang mampu meningkatkan kinerja kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon tiroksin. Makanan yang mengandung banyak yodium harus dihindari jika seseorang terkena gangguan hipertiroidisme.

  • Susu, Termasuk Produk Olahannya

Penelitian yang telah dilakukan oleh sebagian besar ilmuwan membuktikan bahwa susu dan produk olahannya tidak disarankan bagi pengidap hipertiroidisme. Hal ini bisa terjadi karena di dalam susu maupun produk olahan dari susu, seperti keju, yoghurt, dan sebagainya, terkandung penisilin yang bisa mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh.

  • Kafein

Kafein yang terkandung dalam minuman kopi atau teh mengandung bahan aktif yang berfungsi sebagai stimulan. Hal ini dapat membuat kinerja kelenjar tiroid semakin meningkat dan mengalami penurunan kondisi kesehatan bagi pengidap kondisi ini.

***

Itulah beberapa bahan makanan yang sebaiknya dihindari oleh para pengidap hipertiroidisme. Menjaga pola makan dapat membantu mereka mengontrol keseimbangan kelenjar tiroid di dalam tubuhnya. Sementara kelenjar tiroid yang seimbang akan membuat metabolisme tubuh tetap dalam koridornya sehingga seseorang diharapkan bisa terhindar dari gejala-gejala yang mungkin timbul dari hipertiroidisme itu sendiri.

Penyakit Read More

Penjelasan Singkat Terkait Rotavirus

Merupakan sebuah infeksi virus yang menyebabkan seseorang mengalami peradangan di saluran pencernaan disebut dengan rotavirus. Pada umumnya, infeksi virus ini menjadi penyebab umum diare yang dialami bayi dan anak-anak. Khususnya di negara-negara dengan sanitasi lingkungan yang kurang baik. 

Gejala yang ditimbulkan karena infeksi virus ini sering kali muncul dua hari setelah orang tersebut terpapar virus. Salah satu gejala yang paling umum terjadi adalah diare yang menyebabkan hilangnya cairan di dalam tubuh secara cepat. Kondisi tersebut bahkan bukan tidak mungkin menyebabkan seseorang mengalami dehidrasi.

Penyebab Infeksi Rotavirus

Salah satu virus yang menjadi penyebab diare dengan cara penularan melalui fecal-oral atau bisa dikatakan menular dari feses para penderita yang tidak sengaja masuk ke mulut orang yang sehat. Bukan secara langsung tetapi lebih ke beberapa media seperti mengontaminasi air, makanan, minuman dan benda-benda yang terdapat di sekitar lingkungan seperti alat dapur dan mainan.

Kondisi tersebut biasanya terjadi apabila seseorang tidak bisa menjaga kebersihan lingkungan dengan baik, seperti misalnya tidak mencuci tangan setelah buang air yang kemudian langsung menyentuh benda yang ada di sekitar. Virus ini biasanya menginfeksi anak-anak berusia tiga hingga 35 bulan dan orang dewasa yang mengurus anak-anak penderita infeksi ini.

Gejala Awal

Tanda-tanda awal biasanya akan muncul dua hari setelah penderita terpapar virus ini, beberapa di antaranya adalah diare selama tiga hingga delapan hari, demam disertai muntah dan nyeri perut. Diare yang muncul akibat virus ini sering kali menyebabkan dehidrasi, khususnya pada anak-anak dengan beberapa gejala yang muncul seperti berikut ini.

  • Mulut mengering.
  • Mata terlihat cekung dan mengantuk.
  • Buang air kecil berkurang.
  • Muncul rasa haus yang berlebihan.
  • Ujung jari terasa dingin hingga kesadaran menurun.

Tak hanya pada anak-anak, virus ini juga bisa menyerang orang dewasa namun dengan gejala yang lebih ringan ketimbang yang dialami pada anak dan bahkan dalam beberapa kasus yang ada seseorang tidak mengalami gejala sama sekali. Meski demikian, beberapa gejala berikut ini bisa menjadi penanda seseorang untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

Diagnosis penyakit akan dilakukan dokter dengan menanyakan seputar keluhan dan gejala yang dialami oleh para pasien. Setelahnya, dokter akan melakukan pemeriksaan guna melihat ada dan tidak adanya demam atau tanda dehidrasi. Guna memastikan diagnosis, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang, seperti.

  • Tes darah, fungsinya untuk mendeteksi infeksi yang terdapat di dalam darah, kadar gula dan elektrolit yang terdapat di dalam darah.
  • Pemeriksaan feses, tujuan pemeriksaan ini adalah untuk melakukan identifikasi jenis kuman yang menjadi penyebab diare sekaligus mendeteksi antigen virus pada sampel feses.

Pengobatan Rotavirus

Untuk pengobatan yang harus dilakukan tergantung dari gejala, usia dan riwayat dari kesehatan pasien. Dalam kondisi ringan, infeksi penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu tiga sampai dengan tujuh hari. Namun, hingga saat ini belum ada antivirus yang secara spesifik bisa digunakan untuk mengatasi infeksi, beberapa cara ini bisa dilakukan secara mandiri di rumah.

  • Memperbanyak konsumsi ASI pada anak yang berusia kurang dari dua tahun atau perbanyak konsumsi air putih bagi orang dewasa.
  • Konsumsi oralit atau juga larutan dengan campuran bahan gula dan garam bagi orang dewasa yang mengalami diare.
  • Konsumsi makanan dengan gizi seimbang, termasuk sup seperti makanan berkuah atau yang berkaldu.
  • Menghindari konsumsi kafein, alkohol dan nikotin yang bisa memperparah keluhan dan menimbulkan rasa tidak nyaman di perut.
Penyakit Read More

Mengenal Ragam Manfaat Terapi Gelombang Otak

Apa pun yang diterima indera pendengaran erat kaitannya dengan kerja otak. Mungkin Anda pernah merasakan, bekerja menjadi lebih bersemangat dengan mendengarkan musik tertentu. Hal tersebut karena musik menjadi stimulus positif bagi kerja otak Anda.

Lebih jauh lagi, teknologi suara dapat dimanfaatkan untuk meredakan stres, meningkatkan fokus, serta memperbaiki kualitas tidur. Teknologi ini disebut terapi gelombang otak.

Meski memanfaatkan suara, terapi gelombang otak atau binaural beats tidak termasuk ke dalam genre musik apa pun. Jadi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan terapi gelombang otak ini?

Lebih jauh tentang terapi gelombang otak

Kehidupan yang semakin modern semakin menjauhkan manusia dari elemen-elemen alam. Termasuk di dalamnya suara-suara alami, seperti kicau burung, aliran sungai, desau angin, dan lain sebagainya, yang dapat menjadi bagian sound healing. Suara dimanfaatkan sebagai media penyembuhan atau pendamping terapi medis.

Tak heran apabila terapi gelombang otak kemudian dikenal, salah satunya untuk meredakan stres. Terapi gelombang otak ini merupakan suatu teknik yang menggabungkan dua frekuensi suara yang sedikit berbeda untuk menciptakan suatu frekuensi baru.

Terapi ini memanfaatkan gelombang suara di bawah 1000 Hz. Dan selisih dua nada yang digabungkan, tidak lebih dari 30 Hz. Dalam prakteknya, kedua nada tersebut akan didengarkan secara terpisah melalui telinga kanan dan kiri.

Misal, pada telinga kiri Anda diperdengarkan nada dengan gelombang 142 Hz. Sementara pada telinga kanan, Anda mendengar nada dengan gelombang 132 Hz. Uniknya, bukan mendengar dua nada yang berbeda, telinga Anda justru akan mendengar suara bergelombang 10 Hz, yaitu selisih antara kedua nada tersebut.

Inilah manfaat terapi gelombang otak

Terapi gelombang otak diyakini memiliki efek serupa meditasi. Bila dilakukan secara teratur, latihan meditasi dapat menurunkan stres, meningkatkan fokus, dan memperlambat penurunan daya ingat.

Namun, berbeda dengan meditasi, terapi gelombang otak tidak membutuhkan waktu dan latihan khusus. Anda dapat mendengarkan binaural beats kapan saja.

Hal tersebut tampaknya yang menjadi alasan banyak orang lebih memilih terapi gelombang otak dibanding latihan meditasi. Jadi, apa saja sebenarnya manfaat dari terapi gelombang otak ini?

Pertama, terapi gelombang otak dipercaya dapat mengurangi stres dan rasa cemas. Ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa kadar hormon kortisol, si pemicu stres, kadarnya menurun saat seseorang mendengarkan rekaman tetesan air. Itulah mengapa, gelombang suara tertentu diyakini dapat meredakan stres.

Terapi gelombang otak juga dapat membantu meningkatkan konsentrasi. Seperti kita ketahui, konsentrasi merupakan aspek penting dalam kehidupan kita. Tanpa fokus atau konsentrasi, banyak sekali persoalan yang dapat timbul, mulai dari pekerjaan hingga masalah relasi pribadi.

Tak hanya itu, terapi gelombang otak juga dapat memacu kreativitas. Rangsangan suara, konon dapat memunculkan ide kreatif yang tidak terduga. Tak hanya gelombang suara dalam terapi otak, musik juga dapat meningkatkan kreativitas Anda. Contoh, ketika Anda sedang membuat desain kemasan suatu kosmetik untuk remaja, cobalah dengarkan lagu-lagu K-Pop yang digandrungi para remaja. Stimulus seperti ini konon dapat menimbulkan ide-ide yang menarik.

Di samping menurunkan stres, meningkatkan konsentrasi, dan memacu kreativitas, terapi gelombang otak juga dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri, mempertajam daya ingat, membantu meditasi, bahkan membantu meredakan nyeri.

Meski cukup banyak yang menyuarakan manfaat dari terapi gelombang otak, ada ahli saraf yang menganggap terapi ini masih perlu dipertanyakan. Terlepas dari kontroversinya, tak ada salahnya untuk dicoba, bukan?

Penyakit Read More

Amylmetacresol

Kasus virus Corona atau Covid-19 semakin bertambah setiap hari, dan jumlahnya telah mencapai lebih dari 1,4 juta di seluruh dunia. Hal tersebut juga mengakibatkan lebih dari 82.000 orang meninggal dunia, namun lebih dari 302.000 orang dinyatakan sembuh. Para peneliti juga melakukan upaya untuk membuat obat atau vaksin untuk mencegah Corona. Contoh obat yang digunakan untuk uji coba adalah obat favipiravir. Selain itu, ada obat lain yang diklaim dapat mengatasi Corona, yaitu amylmetacresol.

Mengapa Menggunakan Amylmetacresol?

Amylmetacresol merupakan jenis obat yang dapat digunakan untuk meredakan sakit tenggorokan dan infeksi mulut ringan. Obat ini juga dapat digabungkan dengan alkohol dichlorobenzyl dan mentol untuk meredakan nyeri pada tenggorokan.

Sakit tenggorokan adalah penyebab utama dari radang tenggorokan akut atau faringitis. Faringitis terjadi karena virus muncul di dalam tubuh. Jenis virus yang menyebabkan faringitis adalah influenza, parainfluenza, rhinovirus, adenovirus, dan coronavirus.

Coronavirus dapat memicu sakit tenggorokan. Namun, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), coronavirus terdiri dari empat kelompok, antara lain alfa, beta, delta, dan gamma. Contoh-contoh virus yang menyebabkan sakit tenggorokan adalah:

  • Human coronavirus 229E.
  • Human coronavirus NL63.
  • Human coronavirus OC43.
  • Human coronavirus HKU1.

Selain itu, terdapat tiga jenis virus yang memicu penularan, antara lain:

  • MERS-CoV, jenis virus yang memicu Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
  • SARS-CoV, jenis virus yang memicu Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
  • SARS-CoV-2, jenis virus yang memicu Coronavirus Disease (Covid-19).

Hasil Studi Mengenai Amylmetacresol

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai amylmetacresol, berikut adalah pernyataan yang telah dirilis melalui jurnal berikut:

  1. Jurnal Antiviral Chemistry & Chemotherapy

Pada tahun 2005, sebuah penelitian di Inggris mengkaji efek antivirus amylmetacresol. Penelitian tersebut dicatat melalui jurnal Antiviral Chemistry & Chemotherapy, juga menyatakan bahwa campuran amylmetacresol dan alkohol dichlorobenzyl pada tingkat pH yang rendah, dapat mematikan virus melalui envelope yang memicu gangguan pernafasan seperti influenza.

  • International Journal of General Medicine

Penelitian lain yang dilakukan pada tahun 2017 juga melakukan hal yang sama, yaitu mengkaji efek antivirus amylmetacresol. Namun, riset yang dicatat melalui International Journal of General Medicine menyatakan bahwa penelitian tersebut menggunakan materi virus HRV, coxsackievirus A10, influenza A H1N1, dan human coronavirus OC43.

Kedua studi di atas juga menyatakan bahwa kedua jenis virus, SARS-CoV dan SARS-CoV-2, adalah jenis virus yang berbeda. Selain itu, para peneliti belum menemukan bukti bahwa amylmetacresol dapat mengatasi Corona secara efektif.

Sampai saat ini belum ada obat atau vaksin yang mampu menyembuhkan manusia dari penyakit Corona. Saat ini para peneliti masih melakukan serangkaian uji coba untuk mengembangkan obat untuk mengatasi masalah ini.

Cara Mengatasi Penyebaran Virus Corona

Untuk saat ini, Indonesia telah melakukan Social Distancing atau Physical Distancing untuk mencegah penyebaran Corona. Selain itu, masyarakat dihimbau untuk tidak mudik. Jika Anda ingin mudik ke luar kota, maka status Anda akan menjadi orang dalam pemantauan (ODP).

Selain itu, untuk menjaga kesehatan tubuh, berikut adalah cara-cara yang dapat Anda lakukan:

  • Tetap berada di rumah.
  • Cuci tangan dengan sabun.
  • Jangan menyentuh mata, hidung, atau mulut.
  • Gunakan masker jika Anda ingin keluar rumah untuk mencegah penularan.
  • Jaga jarak setidaknya 1 meter dengan orang lain.
  • Konsumsi makanan yang sehat seperti sayuran dan buah-buahan.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Konsumsi obat untuk menjaga daya tahan tubuh.

Meskipun amylmetacresol dapat meredakan gejala sakit tenggorokan yang disebabkan oleh coronavirus, secara resmi belum ada penelitian yang dilakukan untuk mengkaji efek amylmetacresol untuk mengobati pasien dari Covid-19. Untuk menjaga kesehatan, Anda hanya perlu lakukan yang dianjurkan di atas.

Penyakit Read More