Cara Mengatasi Ketakutan Buang Air Besar di Tempat Umum

Ketakutan untuk buang air besar di tempat umum memang terkesan sepele. Padahal, hal ini dapat memicu masalah kesehatan berupa sembelit atau konstipasi saat Anda sedang berpergian. Misalnya saja saat musim mudik, di mana Anda harus rela mengantri untuk menggunakan toilet umum bersama dengan para pemudik lain. Akan tetapi, tidak bisa dipungkiri, orang-orang yang memiliki ketakutan untuk buang air besar di tempat umum memang merasakan hal yang tidak nyaman. Untuk itu, pahami beberapa langkah sederhana untuk membantu menenangkan diri dan perut Anda dengan meredakan ketakutan buang air besar di tempat umum.

Takut Menggunakan Kamar Mandi Umum?

Atasi Ketakutan Pada Toilet Umum

Banyak alasan mengapa seseorang merasa tidak nyaman dengan toilet umum yang ada di area istirahat atau tempat-tempat umum lainnya. Mulai dari aroma bau yang menyengat, tidak bersih, hingga toilet yang tidak menjaga ruang privat. Anda dapat mencoba beberapa hal untuk mengatasinya. Yang penting, cobalah untuk memahami apa yang sebenarnya membuat Anda takut. Carilah solusi untuk jawaban atas ketakutan yang Anda rasakan.

Cobalah Segera Pulang

Jika perjalanan yang Anda lakukan tidak jauh, seperti saat pergi berbelanja, Anda dapat menyegerakan diri untuk pulang dan buang air di rumah. Atau, Anda juga bisa mengupayakan untuk menjadwalkan waktu untuk buang air sebelum mulai berpergian sehingga Anda tidak perlu khawatir untuk merasakan keinginan buang air besar di luar rumah.

Atur Napas dengan Baik

Rasa cemas dapat membuat keinginan buang air besar Anda akan semakin memburuk. Meskipun begitu, rileks dan bersantai dapat membantu meredakannya. Pasalnya, saat Anda merasa stres, kerja organ pencernaan akan sangat terpengaruh. Untuk itu, tarik napas dalam perlahan-lahan dan hembuskan napas panjang. Anda dapat melakukan pernapasan perut sebanyak 10 hitungan.

Selalu Bawa Perlengkapan Toilet

Pastikan untuk selalu menyimpan perlengkapan toilet darurat di tas Anda. Anda dapat mengisinya dengan tisu kering, tisu basah, sabun antibakteri, pembersih tangan, obat pereda diare, dan pakaian dalam ganti. Anda mungkin tidak membutuhkan semua itu setiap saat, tetapi itu akan meredakan rasa takut dan khawatir. Apalagi jika Anda sedang mengalami masalah pencernaan, seperti diare atau konstipasi.

Bersikap Proaktif

Jika Anda sedang mengalami diare, meminum obat antidiare setengah jam sebelum pergi dapat meredakan gejala untuk sementara waktu. Perhatikan juga arahan dokter untuk solusi penanganan diare sebelum berpergian.

Hindari Makanan Pemicu

Produk susu seperti susu, keju, dan es krim dapat menyebabkan sakit perut, kembung, dan perut bergas bagi sebagian orang. Makanan yang mengandung fruktosa tinggi (seperti jus buah) dan minuman dengan kafein juga kerap menimbulkan diare. Untuk itu, berhati-hatilah. Pahami juga karakter dari perut Anda karena setiap orang memiliki kemampuan merespons makanan yang berbeda.

Ajukan Diri untuk Menjadi Pengemudi

Menjadi pengemudi saat berpergian akan memudahkan Anda untuk mengendalikan kapan harus menepi dan menjadi tempat istirahat untuk pergi ke toilet. Anda juga dapat merancang rute perjalanan sesuai dengan lokasi kamar kecil di sepanjang perjalanan yang nyaman. Jika Anda berpergian dengan pesawat, pilih tempat duduk di dekat toilet.

Jangan Biarkan Rasa Takut Mengendalikan

Jangan terlalu terbawa perasaan dan rasa takut untuk merasakan keinginan buang air besar di tempat-tempat yang Anda khawatirkan. Kecenderungan Anda dalam melebih-lebihkan ketakutan akan membawa Anda pada masalah yang akan menyulitkan diri Anda sendiri. Cobalah untuk tenang dan santai dalam menghadapi apa yang akan terjadi nantinya.

Penyakit Read More

Agar Cepat Pulih, Pahami Anjuran Pengobatan dan Makanan untuk Diare Ini

Diare pada dasarnya dapat sembuh dengan sendirinya seiring dengan istirahat dan menjaga asupan cairan tubuh. Akan tetapi, ada pula beberapa kasus diare yang sulit untuk disembuhkan dan terus berulang. Jika hal itu terjadi pada Anda, pastikan untuk mencari tahu penyebab diare yang terjadi dengan melakukan konsultas pada dokter. Cara terbaik bagi dokter untuk mengetahui penyebab dari diare Anda adalah dengan mendapatkan informasi dari mengenai keluhan yang Anda rasakan, mulai dari:

  • Apakah ada darah atau lendir dalam kotoran Anda?
  • Bagaimana tekstur dari kotoran Anda, seberapa banyak kandungan airnya?
  • Sejak kapan Anda mengalami diare?
  • Apakah ada orang di sekitar Anda yang mengalami diare?
  • Bagaimana frekuensi keinginan buang besar yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki sakit perut atau sakit di bagian dubur?
  • Apakah Anda mengalami demam?
  • Apakah Anda merasa pusing?
  • Apakah Anda baru saja berpergian?
  • Apakah Anda sedang mengonsumsi antibiotik, atau baru selesai menghabiskan resep antibiotik dari dokter?
  • Apakah ada jenis-jenis makanan tertentu membuat Anda lebih baik atau lebih buruk?

Selain itu, dokter mungkin juga akan membutuhkan sampel dari kotoran Anda dan melakukan tes darah untuk diuji dalam laboratorium.

Jika dokter menemukan bahwa ada jenis makanan tertentu yang menyebabkan masalah diare Anda, ia mungkin akan menyarankan Anda untuk menghindari asupan makanan tersebut untuk melihat apakah diare akan mereda. Pada umumnya, makanan yang kerap menimbulkan diare adalah intoleransi terhadap produk susu, atau yang juga biasa disebut sebagai intoleransi laktosa. Jika begitu, upaya perubahan pola makan biasanya akan sangat membantu.

Namun, apabila dokter masuk belum menemukan jawaban untuk penyebab diare yang Anda alami, mungkin ia akan membutuhkan lebih banyak informasi agar dapat mengetahui dengan pasti apa yang terjadi. Anda mungkin perlu melakukan tes yang disebut kolonoskopi. Tes ini dilakukan dengan menggunakan tabung seperti ular yang memungkinkannya melihat dinding usus besar dan dubur Anda.

Pengobatan untuk Diare

Langkah pengobatan untuk diare sebenarnya bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Pasalnya, diare biasanya dapat hilang dalam beberapa hari tanpa pengobatan. Jika Anda mengalami diare, beristirahatlah dan perbanyak asupan cairan tubuh hingga Anda merasa lebih baik. Jangan lupa pula untuk terus memerhatikan apa yang Anda makan.

Hal-hal tersebut sangat penting, sebab selama diare tubuh Anda akan kehilangan air dan nutrisi yang ada di dalam tubuh dan membuangnya bersama kotoran. Jika dibiarkan, Anda bisa mengalami dehidrasi. Untuk itu, perbanyak asupan cairan tubuh, seperti air, kaldu, atau jus buah, khususnya di siang hari agar tubuh tetap terhidrasi.

Selain itu, cobalah untuk mengonsumsi sekitar 2-3 liter (8-12 gelas) air sehari saat Anda diare. Anda bisa meminumnya dalam jumlah kecil di antara waktu makan dan saat Anda makan. Dokter mungkin juga akan merekomendasikan minuman olahraga untuk menggantikan garam, kalium, dan elektrolit lain yang juga ikut hilang saat diare.

Makanan untuk Diare
Saat sedang diare, pilihlah asupan makanan hambar dengan kandungan serat rendah sampai Anda diare mulai mereda dan tubuh terasa lebih baik. Biasanya, dokter menyebutnya sebagai diet BRAT:

  • Banana (Pisang)
  • Rice (Nasi putih)
  • Apple sauce (Saus apel)
  • Toast (Roti panggang)

Pilihan makanan lain yang juga direkomendasikan, antara lain:

  • Kentang
  • Selai kacang
  • Ayam atau kalkun tanpa kulit
  • Yogurt

Hindari makanan yang dapat memperburuk diare atau gas, seperti:

  • Makanan berlemak atau gorengan
  • Buah dan sayuran mentah
  • Makanan pedas
  • Minuman berkafein, seperti kopi dan soda
  • Kacang polong
  • Kubis

Perawatan Diare

Pada umumnya, diare tidak perlu diobati. Meskipun begitu, beberapa obat bebas dapat membantu meredakan gejala yang mengganggu sehingga Anda akan merasa lebih baik. Akan tetapi, Anda juga dapat melakukan beberapa perawatan dokter apabila mendapatkan beberapa gejala seperti:

  • Terasa nyeri dan sakit parah di perut atau bokong Anda
  • Kotoran berdarah atau hitam
  • Dehidrasi – Anda merasa sangat haus, buang air kecil lebih sedikit dari biasanya, mulut kering, dan merasa lemas
  • Terasa demam 38 derajat celsius atau lebih tinggi
  • Diare tidak membaik dalam 48 jam

Penyakit Read More