Penjelasan Singkat Gastroschisis yang Perlu Dipahami

Merupakan cacat lahir yang terjadi pada dinding perut bayi di mana usus keluar melalui lubang sisi pusar dikenal dengan nama gastroschisis. Ukuran lubang pada penderita ini bervariasi dan pada umumnya terleta di sebelah kanan pusar. Keadaan ini terjadi akibat dari tidak sempurnanya pembentukan otot dinding perut bayi saat berada di kandungan.

Kondisi ini terjadi di awal masa kehamilan ketika otot yang membentuk perut bayi tidak bekerja dengan benar. Lubang yang muncul membuat usus dan organ lain keluar dari tubuh, kondisi ini pada umumnya terjadi di sisi kanan pusar. Sehingga membuat usus terpapar cairan ketuban dan berisiko terkena iritasi hingga menjadi pendek, melintir hingga membengkak.

Gejala Gastroschisis

Tak hanya usus, organ lain seperti lambung dan hati juga bisa keluar dari perut melalui lubang yang muncul. Kondisi ini nyaris mirip seperti omfalokel, yang membedakan adalah pada omfalokel posisi lubang tepat di pusar dn organ yang kelar dari perut diselubungi lapisan tipis. Sementara pada kondisi ini tidak ada lapisan tipis yang membungkus organ saat keluar dari perut.

Gejala umum yang terdapat pada bayi adalah adanya lubang di dinding perut, lubang ini biasanya terletak di sisi kanan pusar dan lubang keluar dari usus halus. Perlu diketahui jika kantung empedu juga bisa keluar dari dinding perut, hal itulah yang dapat menimbulkan gangguan penyerapan makanan bila usus yang keluar menjadi rusak.

Penyebab dan Faktor Risiko

Untuk penyebab dari kondisi ini belum diketahui, namun dalam beberapa kasus bayi yang mengalami kondisi ini diketahui mengalami perubahan pada gen atau kromosom. Selain itu, ada pula beberapa faktor yang didua mampu memengaruhi bayi menderita kelainan ini. Beberapa faktor tersebut di antaranya sebagai berikut.

  • Kehamilan di usia remaja.
  • Konsumsi makanan dan minuman ibu saat hamil.
  • Merokok dan mengonsumsi alkohol.
  • Pengaruh lingkungan di sekitar ibu hamil.
  • Penggunaan obat-obatan selama masa kehamilan.

Diagnosis dan Pengobatan Kelainan

Kondisi ini dapat didiagnosis setelah bayi lahir dengan melihat langsung usus yang keluar, namun juga bisa dilihat saat bayi masih di dalam kandungan. Untuk mendeteksi kondisi ini pada bayi yang masih berada di dalam kandungan dapat menggunakan USG dan dilakukan pada trimester kedua atau ketiga masa kehamilan.

Apabila bayi diketahui dan dipastikan mengalami kondisi ini, maka dokter kandungan akan merekomendasikan tindakan ekokardiografi untuk mendeteksi apakah terjadi kelainan pada jantung bayi. Selanjutnya, dokter juga akan mengambil langkah pengobatan terhadap bayi untuk mengatasi kelainan yang ada.

Tindakan yang umum dilakukan oleh dokter untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan operasi, apabila lubangnya kecil dan hanya sebagian organ yang keluar dari perut, tindakan operasi bisa dilakukan segera setelah bayi lahir. Prosesnya dokter akan memasukkan usus ke dalam perut dan menutup lubang dengan jahitan.

Sementara pada bayi dengan kondisi lubang yang besar disertai sebagian besar ogan keluar dari perut, maka operasi yang dilakukan biasanya lebih dari satu kali. Organ-organ yang keluar dari perut akan dilapisi dengan bahan khusus, kemudian secara bertahap dimasukkan kembali ke dalam perut, setelahnya dokter akan menutup lubang dengan menjahitnya.

Di sisi lain suhu tubuh pada bayi yang mengalami gastroschisis akan selalu dipantau, karena organ tubuh yang berada di luar perut akan membuat panas tubuh keluar. Dilakukan juga tindakan pemberian nutrisi melalui infus disertai dengan pemberian antibiotik guna mencegah yang terjadi pada bayi.

Penyakit Read More