Penyebab Global Warming dan Efeknya Terhadap Kesehatan

Global warming atau pemanasan global tidak hanya dapat memengaruhi cuaca saja, tetapi juga memiliki dampak tersendiri terhadap kesehatan tubuh Anda. Penyebab global warming adalah meningkatnya gas karbon monoksida hasil pembakaran kendaraan bermotor dan alat lain yang menggunakan bahan bakar di udara. Selain itu, penggunaan CFC dan polusi gas metana dari peternakan dan pertanian juga turut berkontribusi dalam perubahan iklim. Hal ini sangat berbahaya. Bahkan perubahan kecil pada iklim memiliki efek kesehatan, mulai dari penyakit asma dan jantung hingga penyakit yang dibawa oleh nyamuk. Artikel ini akan membahas hal tersebut dengan lebih mendalam.

Kebanyakan diskusi mengenai pemanasan global lebih berfokus pada penyebab global warming dan efeknya di masa depan. Padahal, saat ini pemanasan global sudah memakan banyak korban dengan cara memengaruhi kesehatan tubuh manusia. Beberapa penyakit yang menjadi lebih parah akibat pemanasan global adalah:

  • Asma

Suhu atau cuaca yang semakin panas dapat memengaruhi kualitas udara karena meningkatnya kadar polutan dan ozon di udara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan dalam kurun waktu 130 tahun terakhir, dunia menjadi lebih panas 0.85 derajat Celsius. Sebagai hasilnya, tingginya suhu udara dapat menyebabkan polutan udara menjadi masalah yang lebih besar bagi mereka yang menderita asma.

Sulit untuk menyalahkan perubahan cuaca sebagai penyebab beberapa serangan asma. Akan teteapi, Institut Kesehatan Nasional (NIH) memperingatkan bahwa perubahan iklim akan berdampak pada serbuk sari, ozon di permukaan tanah, dan polutan-polutan lain yang dapat memicu berbagai macam reaksi asma, seperti rasa sakit pada dada, batuk, iritasi tenggorokan, dan hidung mampet.Polutan tersebut juga dapat mengurangi fungsi paru-paru dan menyebabkan peradangan pada paru-paru.

  • Penyakit yang berhubungan dengan jantung

Gelombang panas dan suhu yang tinggi menjadi hal yang cukup biasa beberapa tahun belakangan ini. Penulis laporan perubahan iklim menemukan bahwa dalam 17 tahun terakhir, 16 di antaranya memecahkan rekor cuaca terpanas. Suhu udara yang lebih tinggi berarti orang-orang menjadi lebih berisiko untuk terkena potensi penyakit-penyakit berbahaya yang berhubungan dengan jantung. Dengan cuaca yang sangat tinggi, manusia akan berisiko menderita penyakit seperti stroke panas, keram panas, dan kelelahan akibat panas. Pada tahun 2003 di Eropa, diperkirakan sekitar 70 ribu orang meninggal akibat gelombang panas, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

  • Alergi

Penyebab global warming secara tidak langsung juga dapat membuat orang menderita alergi musiman. Suhu yang terus meningkat ditambah dengan tingginya kadar karbon dioksida di udara dapat memiliki efek yang sangat besar terhadap tanaman dan serbuk sari, keduanya merupakan penyebab utama alergi musiman. Tanaman-tanaman yang menyebabkan alergi akan tumbuh dan berkembang dalam waktu yang lebih lama akibat suhu udara yang lebih hangat. Hal ini berarti serbuk sari akan membuat gejala alergi menjadi lebih buruk.

  • Penyakit kardiovaskular

Iklim yang semakin memanas dapat menyebabkan kondisi yang memberikan tekanan pada sistem kardiovaskular. Hal ini akan membuat orang-orang berisiko menderita stroke, serangan jantung, dan kondisi kardiovaskular lainnya.

Penyebab global warming tidak hanya memberikan dampak yang besar terhadap kondisi iklim, cuaca, dan lingkungan saja, tetapi juga memengaruhi kesehatan seseorang. Meskipun kurang tepat untuk menyebut global warming sebagai penyebab gangguan kesehatan, kondisi-kondisi yang terpicu olehnya (seperti panas dan dampak terhadap tanaman) menjadi alasan utama bagi manusia untuk segera menemukan solusi menghentikan pemanasan global agar kita terhindar dari penyakit-penyakit tersebut di atas.

Hidup Sehat Read More