Virus Corona

Virus Corona (COVID-19) adalah virus yang telah menyebar ke setiap negara dan dapat menyebabkan berbagai gejala dari yang ringan hingga berat, dan juga mengakibatkan kematian.

Virus Corona pertama kali diumumkan di Wuhan, Tiongkok, pada tanggal 31 Desember 2019. Virus Corona dapat menyebar antarmanusia. Pemerintah Tiongkok telah melakukan upaya untuk mencegah penyebaran Virus Corona dengan membangun sejumlah rumah sakit darurat di Wuhan dan mencegah orang-orang datang dan pergi ke kota itu.

Virus Corona juga merupakan penyakit yang perlu manusia waspadai karena kasus tersebut lebih parah dari SARS (severe acute respiratory syndrome). Hingga 11 Maret 2020, jumlah kematian yang disebabkan oleh virus Corona mencapai lebih dari 4.200 orang di seluruh dunia, sedangkan SARS, yang terjadi pada November 2002, menyebabkan kematian lebih dari 700 orang.

Selain itu, virus Corona telah mencapai lebih dari 115.000 kasus di setiap negara, sedangkan SARS menyebabkan lebih dari 8.000 kasus. Setiap negara telah melakukan sejumlah upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona dengan memperketat perjalanan dari dan ke Tiongkok.

Gejala

Orang-orang yang terkena virus Corona kemungkinan akan mengalami gejala sebagai berikut:

  • Flu.
  • Batuk.
  • Demam.
  • Sakit tenggorokan.
  • Sesak nafas.
  • Pneumonia.

Virus Corona dapat disembuhkan, namun juga berpotensi mengancam nyawa manusia, khususnya pada lansia, karena lansia atau orang-orang yang setidaknya berusia 60 tahun memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah dan risiko paling tinggi terhadap kematian yang disebabkan oleh virus Corona.

Penyebab

Orang-orang yang mengalami virus Corona disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut:

  • Hewan

Contoh hewan yang dapat menyebar virus Corona adalah kelelawar dan ular.

  • Kontak fisik

Virus Corona juga dipengaruhi oleh kontak fisik seperti jabat tangan dan memeluk sehingga dapat menular orang lain.

  • Benda yang terkontaminasi

Orang-orang yang mengalami virus Corona juga disebabkan oleh benda yang terkontaminasi oleh virus tersebut seperti genggaman pintu dan pegangan di dalam bis atau kereta.

  • Paparan udara

Orang yang mengalami virus Corona dan jika bersin dapat menyebabkan virus tersebut menyebar melalui paparan udara sehingga dapat menular orang lain.

Diagnosis

Seseorang perlu dikarantina untuk mengetahui jika mereka terindikasi mengalami virus Corona karena melakukan perjalanan dari tempat yang rentan terhadap virus Corona. Selain itu, cara lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui jika seseorang terkena virus Corona atau tidak, dokter harus mendiagnosis pasien dengan:

  • Mengambil sampel darah dan dahak.
  • Melakukan swab pada tenggorokan.
  • Melakukan rontgen dada jika ada cairan pada paru.

Setelah melakukan diagnosis di atas, dokter dapat membawa sampel darah, dahak, dan swab ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pengobatan

Untuk mencegah virus Corona, belum ada obat yang tepat, namun Anda dapat melakukan upaya yang dianjurkan dokter berupa:

  • Banyak beristirahat.
  • Minum banyak air putih.
  • Minum obat pereda demam dan nyeri tenggorokan berupa aspirin, ibuprofen, atau paracetamol.
  • Mandi air hangat untuk meredakan nyeri tenggorokan.

Pencegahan

Walaupun belum ada vaksin untuk menangani virus Corona, Anda dapat melakukan pencegahan sebagai berikut:

  • Cuci tangan setidaknya selama 20 detik setelah makan.
  • Gunakan hand sanitizer berbahan alkohol.
  • Jangan sering menyentuh mata, hidung, atau mulut.
  • Jangan jabat tangan dengan orang lain untuk sementara.
  • Gunakan masker jika Anda sakit atau mengalami gejala virus Corona.
  • Jangan pergi ke negara yang rentan terhadap virus Corona untuk sementara.
  • Hindari kontak dengan hewan.
  • Masak makanan hingga matang.

Sumber:

https://www.sehatq.com/tag/coronavirus

Penyakit Read More